Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengidolakan Harga Diri di Era Minimnya Harga Diri

Krisis penyakit mental yang melanda negeri ini telah mengakar dan telah menjadi penyakit akut yang turun-temurun mulai dari putus asa, sensitif, dan tidak percaya akan kemampuannya sendiri. Kejadian tersebut disebabkan oleh kurangnya menghargai diri sendiri. Lalu apa itu harga diri? 

Kita sering kali berhadapan dengan kata harga diri. Banyak orang yang mengaku mengenal harga diri. Namun, sirna seketika ketika dihadapkan dengan pertanyaan “apa itu harga diri?” sebagian dari kalian mungkin akan menjawab “rasa bangga”. Ada juga yang mengatakan “sikap terhadap diri sendiri”. Ungkapkan dan makna harga diri memiliki beraneka ragam makna. Oleh karena itu, disini penulis akan membahas makna harga diri secara singkat. 

Pengertian dasar harga diri (self esteem) menurut stuart dan sundeen (1991), ia mengatakan bahwa harga diri (self esteem) adalah penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal lainnya. Lalu seberapa pentingkah harga diri untuk seseorang?

Harga diri juga bisa disebut sebagai skala kesehatan jiwa. Orang yang merasa minder, putus asa, sensitif dan lainnya. Semua itu adalah penyakit mental yang berhubungan dengan harga diri. Harga diri memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan sosial. Maka, apabila seseorang tidak menghargai diri sendiri maka ia akan merasa terkecilkan, deprisi, maupun yang lainnya.

Harga diri merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungannya dan bagaimana seseorang melakukan penyesuaian sosial akan dipengaruhi oleh bagaimana individu tersebut menilai keberhargaan dirinya. Individu yang menilai keberhargaan dirinya merasa puas atas kemampuan dirinya. Lalu bagaimana seseorang dapat menilai keberhargaan dirinya?

  1. Percaya Diri

Percaya diri adalah salah satu aspek kepribadian yang penting pada seseorang. Percaya diri adalah keyakinan bahwa seseorang mampuh menanggulangi suatu masalah dengan situasi terbaik dan dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi orang lain. Percaya diri merupakan atribut yang sangat berharga pada diri seseorang dalam kehidupan bermasyarakat, tanpa adanya kepercayaan diri akan menimbulkan banyak masalah pada diri seseorang. Hal tersebut dikarenakan dengan kepercayaan diri, seseorang mampuh untuk mengaktualisasikan segala potensinya.
2. Rendah Hati 

Di antara orang-orang yang disebut sukses, banyak yang tidak bisa membuang rasa rendah diri. Meskipun dipuji dan menimbulkan kekaguman, meraka akan menganggapnya sebagai basa-basi atau pujian yang tidak tulus.

Kerendahan hati adalah suatu sikap menyadari keterbatasan kemampuan diri. Dan ketidakmampuan diri sendiri, sehingga dengannya seorang tidaklah mengangkuh, dan tidak pula menyombong.

Berdasarkan penelitian kolaborasi antara growt center dan klob.id, kerendahan hati ditemukan sebagai salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk memiliki pola pikir yang berkembang atau grow up mindset.

Secara singkat, kerendahan hati merupakan sikap atau perasaan yang dimiliki seseorang bahwa dirinya tidak memiliki kelebihan khusus yang membuat dirinya lebih baik atau lebih unggul daripada orang lain.
3. Pantang Menyerah

Sikap pantang menyerah adalah sikap ketangguhan seseorang yang tidak mau langsung berpasrah pada kenyataan yang diperoleh. Tentu saja kita dapat berpasrah pada keadaan, akan tetapi setelah didahului oleh kerja keras yang sudah dilakukan.

Mengenal diri merupakan salah satu ciri khas manusia sebagai makhluk istimewa, terutama karena memiliki akal budi dan kehendak bebas. Suatu keberhasilan mengerti hal-hal yang penting tentang diri sendiri dan orang lain yang membantu dalam usaha membangun sikap baik dan positif, mau menerima dan mengembangkan diri sendiri. Yuk sobat psike, mulailah menghargai diri sendiri! Agar bisa membangun sikap yang positif.

 

Refensi

https://core.ac.uk/display/229330005?recSetID=

https://www.kompas.com/edu/read/2021/06/03/121529771/4-manfaat-kerendahan-hati

https://utu.ac.id/posts/read/pantang-menyerah
M. Nur Ghufron dan Rini Risnawita, Teori-teori psikologi, (Yogyakarta: AR-RUZZ, 2011).

Gyun Yoon Hong, how To Respect My Self, (Jakarta: Transmedia Pustaka,2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *