Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Warna dan Kesan Psikologi

Ketika kita melihat suatu objek yang merupakan seni dan memiliki nilai estetika, rasa kesejahteraan kita dapat meningkat. Semakin sejahtera individu, keinginan untuk menghadirkan estetika dalam kehidupannya akan semakin meningkat. Seni estetika ini menantang individu untuk melihat dunia, orang lain, bahkan dirinya dengan cara yang baru; seni juga merupakan penyembuhan dan dorongan kecerdasan. Di dalam sebuah seni estetik tentunya menghadirkan sebuah bahkan banyak warna, dari warna monokrom, primer, bahkan sampai ke warna cerah dan lembut. Lalu, apakah terdapat makna tertentu dalam sebuah penuangan warna? Ya, ternyata ada loh, simak bacaan berikut.

Dari sisi psikologi, warna mempunyai pengaruh kuat terhadap suasana hati dan emosi manusia, membuat suasana panas atau dingin, provokatif atau simpati, menggairahkan atau menenangkan. Warna merupakan sebuah sensasi, dihasilkan otak dari cahaya yang masuk melalui mata. Secara fisik sensasi-sensasi dapat dibentuk dari warna-warna yang ada. Ditinjau dari efeknya terhadap kejiwaan dan sifat khas yang dimilikinya, warna dibagi kedalam 2 kategori yaitu golongan warna panas dan golongan warna dingin. Efek psikologis golongan warna panas, seperti merah dan kuning memberi pengaruh menggembirakan, menggairahkan dan merangsang. Golongan warna dingin hijau dan biru memberi pengaruh psikologis menenangkan, damai.

  • Warna Merah

Warna merah memberi arti gairah, energi, dominansi, dan menyerukan terlaksananya suatu tindakan. Dalam psikologi warna merah merupakan simbol dari energi, gairah, aksi, kekuatan, berani, bahaya, dan kegembiraan. Dominasi warna merah mampu merangsang indra fisik seperti meningkatkan nafsu makan dan gairah seksual; menaikan denyut jantung, laju pernafasan, dan dapat meningkatkan agresivitas, memicu emosi, serta dapat bersifat menekan. Warna merah sering diasosiasikan dengan darah. Negatifnya warna merah identik dengan kekerasan dan kecemasan.

  • Warna Kuning

Warna kuning memberi arti kehangatan, rasa bahagia, dan seolah ingin menimbulkan hasrat untuk bermain. Warna kuning seperti sinar matahari yang baru terbit sehingga dengan kata lain warna ini juga mengandung makna optimis, semangat dan ceria, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri serta memberikan kesan bersahabat. Dari sisi psikologi keberadaan warna kuning dapat merangsang aktivitas pikiran dan mental. Warna kuning sangat baik digunakan untuk membantu penalaran secara logis dan analitis sehingga individu penyuka warna kuning cenderung lebih bijaksana dan cerdas dari sisi akademis, mereka lebih kreatif dan pandai meciptakan ide yang original. Namun negatifnya mereka juga orang yang mudah cemas, gelisah dan sering dikuasai ketakutan, terlebih dalam menghadapi orang yang juga sedang merasa tertekan ataupun stress mereka cenderung menjadi terlalu kritis dan menghakimi.

  • Warna Oranye

Oranye merupakan kombinasi antara warna merah dan kuning. Warna oranye memberi kesan hangat dan bersemangat. Warna ini merupakan simbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi. Warna oranye sebagai peleburan dari warna merah dan kuning, sama-sama memberi efek yang kuat dan hangat. Namun sekedar catatan bahwa warna oranye juga dapat memberi kesan murah jika digunakan terlalu dominan, karena warna ini memberi kesan mudah untuk dijangkau. Warna yang baik untuk dipasangkan dengan warna oranye diantaranya adalah warna ungu atau biru karena akan memberi kesan unik dan berkelas.

  • Warna Biru

Warna biru memiliki karakteristik sejuk, pasif, melambangkan ketenangan, dapat memberikan rasa damai dan tenang. Warna biru umumnya memberi efek menenangkan dan diyakini mampu memberikan positive feelings, mengatasi insomnia, kecemasan, tekanan darah tinggi dan migrain. Warna biru mampu memberi kesan profesional dan kepercayaan. Diyakini bahwa warna biru dapat merangsang kemampuan berkomunikasi, ekspresi artistik dan juga sebagai simbol kekuatan. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna biru tua mampu merangsang pemikiran yang jernih dan biru muda membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi. Namun penilaian lain soal warna biru adalah dapat memberikan kesan dingin dan tidak bersahabat, atau bahkan dapat menyebabkan depresi.

  • Warna Hijau

Hampir sama dengan warna biru, warna hijau juga memberi kesan tenang, damai, dan relatif lebih netral dibandingkan warna lain. Warna hijau adalah warna yang identik dengan alam dan mampu memberi suasana tenang dan santai. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna hijau sangat membantu seseorang yang berada dalam situasi tertekan untuk menjadi lebih mampu dalam menyeimbangkan emosi dan memudahkan keterbukaan dalam berkomunikasi. Hal ini diyakini sebagai efek rileksasi dan menenangkan yang terkandung dalam warna ini.

  • Warna Hitam

Warna hitam adalah warna yang akan memberi kesan suram, gelap, menakutkan, depresi, sedih, murung, tidak menyenangkan, dan juga menekan. Namun warna hitam juga memberikan kesan elegan karena elemen apapun jika dikombinasikan dengan warna hitam akan terlihat menarik. Selain itu warna hitam juga dapat memberi kesan positif yakni sifat formal, tegas, kukuh serta kuat.

  • Warna Putih

Salah satu kelebihan warna putih adalah kemampuannya untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Ini dikarenakan warna putih memberi kesan kebebasan, keterbukaan, steril, dan netral. Kekurangan warna putih adalah dapat memberi rasa sakit kepala dan mata lelah jika warna ini terlalu mendominasi. Putih sebagai warna yang murni dan tidak menggunakan campuran apapun memberi arti yang suci dan bersih.

  • Warna Coklat

Warna coklat adalah salah satu warna yang mengandung unsur bumi. Dominasi warna ini akan memberi kesan hangat, nyaman dan aman. Kelebihan lainnya adalah warna coklat dapat menimbulkan kesan modern, canggih dan mahal karena kedekatannya dengan warna emas. Secara psikologis warna coklat akan memberi kesan kuat dan dapat diandalkan.

  • Warna Ungu

Warna ungu dapat memberikan kesan mewah, spiritual, dapat juga meningkatkan percaya diri. Namun dapat juga memberikan pengaruh menyedihkan.

 

Referensi :

Lituhayu, Cahaya. (2012). Pengaruh Warna Terhadap Psikologi pengguna dalam perancangan fasilitas bedah plastik estetik. (Doctoral dissertation, Bandung Institute of Technology).

Marsya, I. H., & Anggraita, A. W. (2016). Studi pengaruh warna pada interior terhadap psikologis penggunanya, studi kasus pada unit transfusi darah kota x. Jurnal Desain Interior, 1(1), 41-50.

Zharadont, Patrycia. (2015). Pengaruh Warna Bagi Suatu Produk dan Psikologis Manusia. Jurnal Ergonomi Patrycia Z.  Bandung. Universitas Telkom.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *