Self monitoring adalah kemampuan individu dalam mengontrol dan memberi regulasi terhadap diri sendiri dalam situasi sosial dan hubungan interpersonal. (synder, 1974). Self monitoring meliputi kesadaran terhadap perilaku yang akan berdampak pada lingkungan di sekelilingnya. Individu dengan self monitoring yang tinggi akan bisa memposisikan diri dengan situasi sosial tertentu, mereka dapat beradaptasi dengan baik tergantung dengan kondisi sosial dimana individu trsebut berada. Pada mereka ynag memiliki self monitoring rendah akan cenderung bertindak sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh diri sendiri.
Karakteristik
Mark Synder seorang psikolog yang telah mengembangkan skala mengenai self monitoring merumuskan bahwa ada beberapa karakteristik atau tanda dari self monitoring, yaitu:
-Mengatakan sesuatu dalam perkumpulan untuk memperoleh pengakuan atau perhatian dari banyak orang.
-Cenderung lebih mudah untuk meniru kebiasaan orang lain.
-Mengamati situasi orang lain untuk menemukan hal apa yang harus dilakukan.
-Memiliki perhatian terhadap pendapat orang lain menganai perilaku dan penampilan.
-Seringkali merubah pendapat atau opini untuk memenangkan suara dan hati banyak orang.
-Memiliki perilaku yang berbeda tergantung dengan kondisi atau situasi sosial yang sedang dihadapi pada saat itu.
Pada individu dengan self monitoring yang rendah akan cenderung lebih fokus pada dirinya sendiri dibanding situasi sosial.
Self Monitoring dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:
•Acquisitive
Individu dengan tipe ini akan cenderung untuk melibatkan mencari pengakuan dan perhatian dari orang lain. Ini akan melibatkan proses pengamatan dan penilaian reaksi dari orang lain dan mengubah perilaku dengan cara yang memang dirancang untuk membantu orang tersebut bisa menyesuaikan diri untuk mendapatkan perhatian, status, maupun kekuasaan.
•Protective
Tipe ini lebih cenderung untuk melindungi diri dari penolakan oleh orang lain. Mereka akan memperhatikan situasi dan reaksi lalu melakukan perubahan atau modifikasi dari perilakunya untuk bisa menyatu dan diakaui dalam suatu kelompok. Tujuannya untuk menghindari perasaan malu dan penolakan dari orang lain.
Fungsi Self Monitoring
Self monitoring dilakukan oleh individu secara alami, namun self monitoring dapat juga dilakukan sesuai dengan apa yang kita inginkan tergantung pada individu masing-masing. Beberapa fungsi dari self monitoring seperti:
– Mengubah perilaku yang spesifik
– Mengembangkan kemampuan interpersonal
– Mengembangkan kesadaran diri
– Menemukan solusi atau cara untuk bisa beradaptasi dalam lingkungan yang kompetitif
– Membantu untuk mengembangkan kesadaran diri pada orang lain
Self monitoring juga dapat membantu mengidentifikasi gejala atau symptom yang kemungkinan memang membutuhkan penanganan dokter atau terapis. Self monitoring juga dapat membantu individu dengan depresi untuk lebih meningkatkan kesadaran terhadap emosinya.
Efek dari Self Monitoring
Self monitoring memiliki efek yang berbeda-beda pada setiap individu. Pada individu yang memiliki kepribadian jenis ekstraversion atau extrovert tentu saja akan membantu mereka untuk lebih mudah beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain dalam situasi sosial. Pada penelitian yang di publikasikan oleh Cogn Behave Ther dengan judul cognitive factors That Maintain Social Anxiety Disorder: a Comprehensive Model and its Treatment Implication. Menjelaskan bahwa seseorang menerapkan self monitoring karena kecemasan sosial, bisa jadi karena mereka kurang nyaman berada dalam lingkungan sosial sehingga mereka benar-benar memonitor diri mereka sendiri sesuai dengan apa yang ingin mereka tunjukkan dalam masyarakat.
Memiliki self monitoring tinggi membantu individu untuk beradaptasi dengan baik dalam kondisi dan situasi sosial. Beberapa orang mungkin akan berpikir bahwa itu merupakan suatu kebohongan namun tidak dapat dipungkiri bahwa self monitoring tinggi juga merupakan suatu kemampuan sosial yang memang penting untuk dimiliki. Pada individu dengan self monitoring yang rendah cenderung tidak akan terlalu banyak merubah perilaku mereka agar dapat diterima oleh lingkungan sosialnya. Memiliki self monitoring rendah dapat menandakan tingkat individualisme tinggi pada seseorang.
Itu adalah beberapa penjelasan singkat mengenai self monitoring. Semoga artkel ini membantu!
Referensi:
Pillow, D. R., Hale Jr, W. J., Crabtree, M. A., & Hinojosa, T. L. (2017). Exploring the relations between self-monitoring, authenticity, and well-being. Personality and Individual Differences, 116, 393-398.
https://www.verywellmind.com/what-is-self-monitoring-5179838