Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Lebih Dekat Gangguan Makan Bulimia dan Anoreksi Nervousa

Pernah ga teman-teman melihat ada orang yabg memuntahkan kembali makanannya setelah ia makan dalam jumlah yang cukup banyak, atau orang yang melakukan diet ekstrem sampai mengalami mal nutrisi?. Peristiwa tersebut adalah gangguan makan yang biasa disebabkan karena takut gemuk, dikenal dengan istilah Bulimia Nervosa (BN) dan Anoreksia Nervousa (AN). BN dan AN adalah gangguan makan yang sering kali terjadi pada remaja, lantas apa bedanya BN dan AN?

Bulimia nervosa adalah gangguan kejiwaan yang di tandai dengan pola makan yang maladaptif, individu akan merasa kehilangan kendali atas laju dan jumlah makananan yang mereka makan dan hal itu memicu mereka untuk menimbulkan perasaan cemas. Akibatnya, ada kebutuhan untuk melakukan  tindakan yang bisa menghilangkan kalori yang tertelan (memuntahkannya kembali atau meminum obat pencahar) (APA, 2013).  Sedangkan, Anorexia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan diet ekstrem, sering kali disertai dengan olahraga kompulsif yang mengakibatkan penurunan berat badan rendah yang berkelanjutan. Ciri-ciri lain termasuk citra tubuh yang terganggu, keinginan yang meningkat untuk menurunkan lebih banyak berat badan, dan rasa takut yang meluas akan kegemukan. (APA, 2013). Davidson et al (2010) menjelaskan anoreksia adalah sindrom dimana seseorang sengaja melaparkan diri untuk menjadi kurus dan mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Beberapa faktor yang dapat menimbulkan bulimia dan anoreksia yaitu (APA, 2013) :

a. Emosional

Individu yang mengalami gangguan kecemasan atau menunjukkan ciri-ciri obsesi masalah berat badan, harga diri rendah, gejala depresi di masa kanak-kanak dikaitkan dengan peningkatan AN dan BN.

b. Lingkungan

Persepsi tubuh ideal adalah tubuh yang kurus terbukti meningkatkan masalah terkait berat badan. Pekerjaan yang menuntut body image, seperti model fashion dan atletik elit, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko.

c. Genetik

Kerabat tingkat pertama dari perempuan muda yang mengalami anoreksia memiliki kemungkinan sepuluh kali lebih besar dibanding rata-rata umum untuk menderita anoreksia, sedang kerabat pertama dari perempuan yang mengalami bulimia memiliki kemungkinan empat kali lebih besar dibanding rata-rata untuk menderita bulimia. (a.l Strober dkk 200 dalam Davidson et al, 2010).

Lantas apa yang bisa kita lakukan jika kita merasa bahwa kita mengalami gangguan makan AN atau BN?
ada beberapa intervensi yang bisa dilakukan jika teman-teman merasakan beberapa kriteria diatas, teman-teman bisa mendatangi ahli profesional seperti psikolog atau psikiater untuk dilakukan asesmen terkait gejala yang teman-teman rasakan. jangan khawatir, saat ini sudah banyak platfrom online yang menyediakan layanan konseling dengan psikolog profesional dan bisa dilakukan via daring, sehingga walaupun PPKM teman-teman tetap bisa mendapat pertolongan dari profesional di antaranya, satupersenofficial, riliv, klee, Calm, dan biro-biro psikologi lainnya.

Sumber gambar : Google Image 

Referensi :
Academy for Eating Disorder. (2006). Prevalence of Eating Disorders. Academy for Eating Disorder. Available from: http://www.aedweb.org/eating_disord ers/prevalence.cfm

American Psychiatric Association (APA). (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders: DSM-5. American Psychiatric Association

Davidson, G. C et al. (2010). Psikologi Abnormal edisi 9. Rajawali Pers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *