Mood disorder atau gangguan suasana hati adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi keadaan emosi seseorang. Gangguan ini menyebabkan seseorang mengalami kebahagiaan yang ekstrem, kesedihan yang ekstrem, atau keduanya secara bergantian, dalam waktu yang lama.
Seperti Anda ketahui, perubahan mood (mood swings) memang normal terjadi pada setiap orang. Seseorang bisa merasakan sedih, marah, dan bahagia dari waktu ke waktu, tergantung keadaan saat itu.
Namun, penderita mood disorder cenderung memiliki suasana hati yang tidak sesuai dengan keadaannya. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, atau melakukan kegiatan sosial. Salah satu dari gangguan mood adalah Bipolar Disorder.
Gangguan bipolar atau bipolar disorder adalah gangguan mood yang ekstrim (merasa sangat senang sekali dan merasa sangat sedih sekali). Gejala gangguan bipolar (pola, keparahan, serta frekuensi) berbeda pada tiap individu. Gangguan ini terjadi pada laki-laki dan perempuan (meskipun episode depresi lebih sering terjadi pada perempuan), dan biasanya terjadi pada masa remaja dan dewasa muda dengan usia rata-rata 18-22 tahun. Selain itu untuk dapat mendiagnosis individu menderita bipolar atau tidak, tentunya terdapat kriteria atau pedomannya tersendiri.
Pada DSM-5, gangguan bipolar dibagi menjadi gangguan bipolar I dan gangguan bipolar II.
Diagnosis gangguan bipolar I ditegakkan apabila:
Pasien memenuhi kriteria episode manik. Episode ini bisa didahului atau diikuti oleh episode hipomanik atau depresi berat.
Gangguan bipolar II ditegakkan apabila:
Pasien memenuhi kriteria episode hipomanik saat ini atau riwayat sebelumnya, dan kriteria untuk episode saat ini atau riwayat depresi berat[9]
Episode Manik
Terdapat periode dimana mood meningkat, ekspansif, atau iritabel secara abnormal dan persisten, peningkatan aktivitas bertujuan atau energi, berlangsung selama minimal 1 minggu
Selama periode ini terdapat 3 atau lebih gejala berikut (atau 4 bila hanya ada mood iritabel) secara signifikan dan jelas terlihat sebagai perubahan dari perilaku sehari-hari:
- Percaya diri yang meningkat atau kebesaran
- Penurunan kebutuhan tidur
- Lebih banyak berbicara atau penekanan dalam intonasi pembicaraan
- Flight of ideas
- Perhatian mudah beralih
- Peningkatan aktivitas yang bertujuan atau agitasi psikomotor
- Keterlibatan dalam perilaku berisiko atau membahayakan
Gejala-gejala ini menimbulkan gangguan sosial atau pekerjaan yang signifikan atau sampai membutuhkan rawat inap.
Gejala-gejala ini bukan disebabkan oleh penggunaan zat.
Episode Hipomanik
Terdapat periode dimana mood meningkat, ekspansif, atau iritabel secara abnormal dan persisten, peningkatan aktivitas bertujuan atau energi, berlangsung selama setidaknya 4 hari.
Selama periode ini terdapat 3 atau lebih gejala berikut (atau 4 bila hanya ada mood iritabel) secara signifikan dan jelas terlihat sebagai perubahan dari perilaku sehari-hari.
- Percaya diri yang meningkat atau kebesaran
- Penurunan kebutuhan tidur
- Lebih banyak berbicara atau penekanan dalam intonasi pembicaraan
- Flight of ideas
- Perhatian mudah beralih
- Peningkatan aktivitas yang bertujuan atau agitasi psikomotor
- Keterlibatan dalam perilaku berisiko atau membahayakan
Episode ini berhubungan dengan perubahan fungsi yang jelas, berbeda dengan perilaku pasien ketika asimtomatik. Perubahan mood dan perubahan fungsi bisa diamati oleh orang lain. Episode ini tidak cukup berat untuk menimbulkan gangguan dalam fungsi sosial atau pekerjaan atau sampai membutuhkan rawat inap. Gejala-gejala ini juga bukan disebabkan oleh penggunaan zat.
Episode Depresi
Lima atau lebih gejala-gejala berikut harus ada selama 2 minggu dan menimbulkan perubahan fungsi; dan setidaknya salah satu dari afek depresif atau anhedonia :
- Mood depresif pada sebagian besar hari-hari atau setiap hari
- Penurunan minat untuk aktivitas menyenangkan atau melakukan hobi
- Penurunan berat badan signifikan meskipun tidak sedang menjalani diet atau penambahan berat badan; peningkatan atau penurunan nafsu makan
- Insomnia atau hipersomnia
- Agitasi atau retardasi psikomotor
- Merasa lelah atau kehilangan energi
- Merasa tidak berharga atau bersalah
- Penurunan kemampuan berpikir atau konsentrasi, atau tidak mampu mengambil keputusan
- Pikiran berulang mengenai kematian, ide bunuh diri, atau percobaan bunuh diri
Gejala-gejala tersebut menimbulkan distress atau gangguan signifikan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya. Gejala-gejala ini bukan disebabkan oleh penggunaan zat.
Referensi :
APA. Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.) (2013). American Psychiatric Publishing