Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Gangguan Menimbun

Pernahkah kalian menimbun barang-barang yang sebenarnya sudah tidak terpakai, namun kalian merasa sayang untuk membuangnya? Apakah penimbunan barang tersebut menghabiskan space yang kalian miliki dan menyebabkan konflik dengan keluarga? Kira-kira mengapa orang menimbun barang-barang yang sudah tidak terpakai ya?

Menimbun tidak sama dengan mengumpulkan. Kolektor mencari barang-barang tertentu, seperti perangko atau gundam, dan dapat mengatur atau memajangnya. Orang dengan gangguan menimbun sering menyimpan barang secara acak dan menyimpannya secara sembarangan. Dalam kebanyakan kasus, mereka menyimpan barang-barang yang mereka rasa mungkin dibutuhkan di masa depan, berharga atau memiliki nilai sentimental (APA, 2017).

Gangguan menimbun atau hoarding disorder merupakan suatu gangguan yang ditandai dengan akumulasi dan keingunan untuk menyimpan tumpukan barang yang tidak penting dan tidak berguna, yang menyebabkan distres personal atau membuatnya sulit untuk menjaga keamanan dan kelayakan tempat tinggal. Tumpukan barang tersebut dapat berpotensi menimbulkan kebakaran atau membuat sebagian besar tempat tinggal tidak dapat digunakan secara efektif. Para tamu yang berkunjung ke rumah, harus berhati-hati ketika berjalan melewati gundukan barang. Selain itu, penimbunan barang yang berlebihan juga dapat memicu terjadinya konflik antara penderita dengan keluarga atau orang lain, karena mereka dipaksa untuk membuang barang-barang yang tak berguna (Nevid et. al, 2014).

Gangguan menimbun atau hoarding disorder memiliki komponen emosional penting yang ditandai dengan kebutuhan untuk mengakumulasi dan menyimpan barang-barang agar mereka merasa aman. Penderita menjadi sangat terikat dengan barang miliki mereka dan takut kehilangan barang-barang tersebut (Nevid et. al, 2014). Terdapat beberapa jenis penimbunan yang mungkin dialami penderita. Beberapa penderita mungkin menunjukkan jenis penimbunan tertentu, sementara yang lain mungkin mengalami bentuk yang lebih umum (Deibler, 2020):

  • Animal hoarding: Mengambil banyak hewan sebagai hewan peliharaan, yang seringkali lebih banyak daripada yang bisa dirawat oleh orang pada umumnya
  • Compulsive shopping: Keasyikan berbelanja dan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan
  • Object hoarding: Penimbunan barang-barang tertentu seperti kertas, buku, pakaian, atau bahkan sampah

Berdasarkan DSM 5, gejala-gejala yang dialami oleh penderita hoarding disorder adalah (APA, 2013):

  • Penderita merasa kesulitan secara terus-menerus untuk membuang atau berpisah dengan harta benda, terlepas dari nilai kegunaan sebenarnya.
  • Rasa sulit yang dialami penderita disebabkan oleh rasa kebutuhan untuk menyimpan barang-barang dan sulit untuk membuangnya.
  • Kesulitan membuang harta benda mengakibatkan akumulasi harta benda memadati dan mengacaukan ruang hidup individu dan secara substansial membahayakan penggunaan ruang hidup. Jika tempat tinggal tidak berantakan, itu terjadi hanya karena ada campur tangan pihak ketiga (misalnya, anggota keluarga, petugas kebersihan, pihak berwenang).
  • Penimbunan menyebabkan penderitaan yang signifikan secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya (termasuk menjaga lingkungan yang aman untuk diri sendiri dan orang lain).
  • Penimbunan tidak disebabkan oleh kondisi medis lain (misal, cedera otak, penyakit serebrovaskular, sindrom Prader-Willi).

Gangguan menimbun atau hoarding disorder dapat menyebabkan masalah dalam hubungan, aktivitas sosial, pekerjaan, dan area fungsi penting lainnya. Konsekuensi potensial dari gangguan menimbun yang serius adalah masalah kesehatan dan keselamatan, seperti bahaya kebakaran, bahaya tersandung, dan pelanggaran kode kesehatan. Hal ini juga dapat menyebabkan ketegangan dan konflik keluarga, isolasi dan kesepian, keengganan orang lain memasuki rumah dan ketidakmampuan untuk melakukan tugas sehari-hari seperti memasak dan mandi di rumah (APA, 2017).

 

Semoga Bermanfaatt!!

Sumber Gambar: https://m.merdeka.com/jateng/4-penyebab-hoarding-disorder-gangguan-menimbun-barang-yang-tidak-terpakai-kln.html

 

REFERENSI:

APA. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Edition (DSM-V). American Psychiatric Publishing.

APA. (2017, July). What Is Hoarding Disorder? https://www.psychiatry.org/patients-families/hoarding-disorder/what-is-hoarding-disorder

Deibler, M. (2020, July 24). Hoarding: Definition, Symptoms, Traits, Causes, Treatment. https://www.verywellmind.com/what-is-hoarding-disorder-2510602

Nevid, Rathus, Greene. (2014). Psikologi Abnormal di Dunia yang terus berubah. Jakarta: Penerbit Erlangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *