Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Empati Dalam Kehidupan

Seringkali turut sedih dan ‘masuk’ kedalam perasaan sahabatmu ketika sedang menangis karena putus cinta? atau merasa iba dan mencoba memahami beratnya menjadi orang kurang beruntung saat melihatnya dijalan? artinya rasa empatimu tinggi dan hal itu sangat penting untuk dipertahankan maupun ditingkatkan. Sudah tau apa itu empati? Yuk kita pelajari.

Empati diartikan sebagai perasaan simpati dan perhatian terhadap orang lain, khususnya untuk berbagi pengalaman atau secara tidak langsung merasakan penderitaan orang lain. Empati menekankan pentingnya mengindraperasaan orang lain sebagai dasar untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat. Dalam empati perhatian dialihkan kepada pengenalan emosi orang lain, semakin seseorang mengetahui emosi sendiri, semakin terampil dia membaca emosi orang lain. Sehingga semakin tinggi tingkat empati individu terhadap orang lain maka individu tersebut akan semakin mudah berinteraksi dengan orang lain dan menerima informasi yang diberikan.

Rogers (1957) mengungkapkan bahwa empati adalah kemampuan seseorang memahami orang lain dengan cara seolah-olah masuk ke dalam diri orang lain sehingga dapat merasakan dan mengalami perasaan dan pengalaman orang lain tersebut tanpa harus kehilangan identitas sendiri. Empati menurut Goleman (2005) adalah kemampuan membaca emosi dari sudut pandang orang lain dan peka terhadap perasaan orang lain. Menurut Borba (2008), empati merupakan dasar dari kepedulian terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain yang berbeda–beda.

 

  • Sifat Empati

Menurut pendapat Davis (1980) empati bersifat multidimensional, terdiri dari:

1. Fantasy-Empathy

Kecenderungan seseorang untuk mengubah diri ke dalam perasaan dan tindakan dari karakter– karakter khayalan yang terdapat pada buku, film, atau permainan;

2. Perspective-Taking (PT)

Perilaku yang tidak berorientasi pada kepentingan diri akan tetapi pada kepentingan orang lain. Kemampuan ini berhubungan positif dengan reaksi emosional dan perilaku prososial;

3. Emphatic Concern (EC)

Orientasi yang merupakan cermin dari kehangatan, perasaan simpati dan peduli terhadap orang lain yang sedang kesusahan/ditimpa kemalangan;

4. Personal Distress

Merupakan kecemasan pribadi yang berorientasi pada diri sendiri serta kegelisahan dalam menghadapi situasi tidak menyenangkan yang dialami orang lain.

 

  • Aspek Empati

Baron dan Byrne (2005: 111) menyatakan bahwa dalam empati terdapat aspek- aspek, yaitu: a. Kognitif Individu yang memiliki kemampuan empati dapat memahami apa yang orang lain rasakan dan mengapa hal tersebut dapat terjadi pada orang tersebut, b. Afektif Individu yang berempati merasakan apa yang orang lain rasakan.

Selian itu, Batson dan Coke (Watson, 1984: 290) menyatakan bahwa di dalam empati terdapat aspek-aspek:

1. Kehangatan

Merupakan suatu perasaan yang dimiliki seseorang untuk bersikap hangat terhadap orang lain.

2. Kelembutan

Merupakan suatu perasaan yang dimiliki seseorang untuk bersikap maupun bertutur kata lemah lembut terhadap orang lain.

3. Peduli

Merupakan suatu sikap yang dimiliki seseorang untuk memberikan perhatian terhadap sesame maupun lingkungan sekitarnya,

4. Kasihan

Merupakan suatu perasaan yang dimiliki seseorang untuk bersikap iba atau belas asih terhadap orang lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *