Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Character Assassination dalam Kacamata Psikologi

Halo Sobat Psike, pernahkah kamu membaca atau mengikuti kasus tentang publik figur yang mendapat kebencian dari publik setelah diberitakan negatif tetapi ternyata berita tersebut merupakan kebohongan? Mungkin bagi kamu yang menyukai K-Pop atau K-Drama sedang mengikuti perkembangan kasus salah satu aktor Korea Selatan yang kembali membuat publik heboh dengan pernyataan terbaru dari salah satu media Korea Selatan yang membeberkan fakta yang sebaliknya dari skandal yang sempat diberitakan satu minggu sebelumnya. Berkat laporan tersebut, banyak pihak yang mulai bersimpati kepada sang aktor dan menganggap bahwa korban melakukan playing victim dan berusaha membunuh karakter dari aktor tersebut dengan menyebarkan berita bohong dan memberikan pernyataan yang manipulatif.

Kali ini, psike akan membahas tentang character assassination atau pembunuhan karakter menurut kacamata psikologi. Simak terus yuk artikel ini!

Definisi Character Assassination

Character Assassination (CA) adalah upaya yang disengaja dan berkelanjutan untuk merusak reputasi atau kredibilitas seseorang, yang biasanya merupakan orang yang berpengaruh terhadap publik, seperti selebriti atau politikus. Kelompok dan institusi sosial juga bisa menjadi sasaran CA. Pembunuhan karakter mengacu pada proses (misalnya, kampanye kotor atau pemberitaan negatif), dan hasil dari proses ini (misalnya, reputasi yang rusak, cancel culture (pembahasan mengenai cancel culture bisa kamu lihat pada artikel berikut https://dictio.id/memahami-cancel-culture-dan-dampaknya/)

Character Assassination biasanya menjadi pembahasan dalam ranah jurnalistik, ilmu komunikasi, dan ilmu positik. Sedangkan, dalam psikologi, character assassination dibahas dalam lingkup psikologi politik. Psikolog politik umumnya berasumsi bahwa tindakan penyerang adalah rasional dan didorong oleh tujuan. Dalam hal ini, penyerang disebut dengan penyerang pragmatis.

Bagaimana Character Assassination Dapat Terjadi

Character assassination (CA) biasanya merupakan wujud dari agresi berupa serangan psikologis. Ketika seseorang merasa marah terhadap orang lain, ia akan mencoba untuk melampiaskan dengan sengaja agar targetnya terluka. Seseorang dapat melakukan CA apabila ia tahu bahwa targetnya merupakan sosok yang berpengaruh bagi publik. Apa yang dilakukan adalah mempengaruhi persepsi dan sistem kepercayaan target secara negatif sehingga mereka tidak lagi memiliki perasaan positif tentang orang yang dibunuh karakternya.

Penyebab Seseorang Melakukan Character Assassination

Selain karena kemarahan atau dendam, biasanya manipulator didorong oleh rasa malu, rasa tidak aman, dan ketakutan. Ketika sang manipulator mulai merasa rendah diri, atau ketika ‘target’ merasa bahwa ia merupakan orang yang toxic, ia mulai merasa sangat tidak aman dan terancam. Dalam upaya untuk mengelolanya, si manipulator mungkin mencoba untuk menutupi jejak mereka dan menyelamatkan citra mereka dengan memberi penjelasan dan alasan yang dibuat-buat, alih-alih mengakui pemikirannya yang tidak sehat dan berusaha sendiri untuk mengatasinya.

Ketika sang manipulator berhasil menjatuhkan targetnya, membuat targetnya menjadi sorotan kebencian orang-orang, ia mulai merasa lega karena ia berhasil menyelamatkan citranya.

Perbedaan Character Assassination dengan Gaslighting

Mungkin setelah kamu membaca tentang pembahasan mengenai CA, kamu mulai berpikir bahwa hal tersebut terdapat hubungannya dengan perilaku manipulatif dan gaslighting. Untuk manipulatif sendiri, hal tersebut memang memiliki kemiripan karena reputasi seseorang dapat hancur oleh informasi yang dimanipulasi agar orang lain percaya bahwa “target” benar-benar melakukan hal buruk dan tidak sebaik kenyataannya.

Sedangkan, untuk gaslighting sendiri sebenarnya memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan CA. Perilaku gaslighting terjadi oleh seseorang yang memiliki sifat narsistik dan berusaha mengahancurkan target secara psikologis sehingga mereka dapat mendominasi target sepenuhnya atau menyingkirkan target dengan cara yang membuat targetnya kehilangan kredibilitas.

Alasan mereka ingin target kehilangan semua kredibilitas adalah karena mereka takut ia akan mengekspos mereka untuk semua perbuatan negatif dan tidak berperasaan mereka ketika target telah mepelaskan diri dari mereka . Jadi apa yang mereka coba lakukan adalah menghancurkan target terlebih dahulu target berusaha melepaskan diri dari mereka. Kemudian, mereka mencoba membuat target merasa hancur dan akhirnya memohon kepada mereka dengan mengikuti apa yang diinginkan oleh mereka.

Dampak Character Assassination Pada Korban

Dampak dari CA dapat dirasakan oleh korban baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dampak langsung dari character assassination berhubungan dengan dampak psikologis dan perilaku yang terjadi di dalam diri target atau individu yang diserang. Dampak psikologis dari penghinaan dan penolakan yang mendalam ini kemungkinan besar sangat menyedihkan dan traumatis; penolakan publik seseorang menjadi sumber yang kuat untuk emosi traumatisnya. Korban juga mungkin akan mengalami sakit secara fisik akibat stress dari serangan yang didapat. Korban akan mulai terisolasi dan berusaha menutup diri dari lingkungan sosial.

Dampak tidak langsung dapat dirasakan melalui reaksi emosional yang menyebabkan ketidaknyamanan dan penderitaan jangka panjang atau keadaan psikologis yang tertekan dalam individu. Beberapa orang yang percaya dengan perbuatan pelaku cenderung merasa terdorong untuk beralih ke kekerasan atau tindakan destruktif lainnya terhadap sumber komentar negatif tersebut. Anonimitas serangan ini membuat target menjadi lebih rentan, karena mereka tidak tahu siapa yang berada di balik serangan atau bagaimana merespons. Target juga akan kehilangan kepercayaan dari orang lain akibat karakternya yang dijatuhkan oleh pelaku.

Kita pasti pernah menjadi orang jahat dalam cerita orang lain, tetapi manusia adalah tempatnya berbuat salah. Hendaknya, kesalahan yang dibuat kepada satu orang, belum tentu ia lakukan pada semua orang.

Referensi:

Byod, R. (2015). The difference between gaslighting and character assassination. Retrieved from https://www.energeticsinstitute.com.au/articles/gaslighting-character-assassination/.

Cikanavisius, D. (2017). Character assassination and how to handle it. Retrieved from https://blog.selfarcheology.com/2016/12/manipulation-and-character.html.

Samoilenko, S. A. (2021). Character Assassination: The Sociocultural Perspective. Journal of Applied Social Theory, 1(3).

Samoilenko, S. A., Shiraev, E., Keohane, J., & Icks, M. (2016). Character assassination. The Encyclopedia of corporate reputation, 115-118.

Shiraev, E., & Makhovskaya, O. (2019). The traumatic psychological impact of character attacks on targets. In Routledge handbook of character assassination and reputation management (pp. 36-44). Routledge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *