Apakah sobat Psike pernah berbohong kepada orang lain? Hal apa yang membuat sobat Psike berbohong? Apa yang sobat Psike rasakan setelah berbohong? Berbohong menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menyatakan sesuatu yang tidak benar. Berbohong berarti tidak mengatakan apa yang sebenarnya. Berbohong merupakan salah satu bentuk dari Ego Defense Mechanism (EDM) atau mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahanan diri sendiri berarti cara seseorang untuk dapat terhindar dari perasaan cemas, khawatir, atau takut kepada suatu hal [1].
Seseorang yang berbohong pasti memiliki alasan-alasan mereka sendiri mengapa sampai mereka rela berbohong kepada orang lain. Berdasarkan data yang telah diambil dari hasil wawancara dan kuesioner, ada beberapa alasan mengapa seseorang berbohong diantaranya [2,3]:
-
Menghindari hukuman
Menghindari hukuman menjadi alasan utama mengapa seseorang berbohong. Seseorang biasanya akan merasa cemas dan khawatir ketika tahu bahwa dirinya akan mendapat hukuman atas tindakan yang dilakukan. Oleh karena itu, mereka berbohong agar hukuman dapat dihindari.
-
Ingin mendapatkan penghargaan
Penghargaan atau hadiah terkadang sulit untuk didapatkan. Sebagai contoh, seseorang yang ingin mendapatkan “pujian” dari atasan, namun dia berbohong bahwa hasil kerjanya merupakan hasil kerja keras dia sendiri padahal ada orang lain yang membantu.
-
Melindungi seseorang agar tidak dihukum
Mungkin kamu akan melindungi temanmu dari hukuman yang akan diberikan dengan cara memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai kenyataan. Hal ini tidak saja terjadi pada lingkungan pertemanan atau orang yang sudah kenal dekat denganmu, bahkan orang juga dapat berbohong demi melindungi orang asing yang tidak dia kenal.
-
Mendapatkan kekaguman dari orang lain
Berbohong untuk meningkatkan popularitas atau kehormatan dari orang lain kerap dilakukan. Berbohong ditujukan agar orang lain merasa bahwa diri (pembohong) adalah sosok orang yang “keren”.
-
Terlepas dari situasi canggung
Mungkin kamu pernah berbohong kepada orang lain yang mengajak kamu bermain namun kamu tidak nyaman dengan mereka. Situasi canggung atau “akward” kerap terjadi pada orang yang baru kita kenal bahkan yang sudah kita kenal. Berbohong menjadi salah satu cara agar seseorang terhindar dari situasi ini.
-
Terhindar dari rasa malu
Seseorang yang terjatuh di depan umum mungkin akan berbohong bahwa terjatuh tidak membuat dia merasa kesakitan agar terhindar dari rasa malu. Atau ketika seorang anak kecil yang mengompol setelah bangun tidur agar dia tidak merasa malu atau takut dihukum.
-
Menjaga privasi
Privasi merupakan hal yang harus dijaga setiap individu dan terkadang ada beberapa hal yang memang tidak sepatutnya dibagikan kepada orang lain. Berbohong menjadi cara agar privasi seseorang dapat terjaga dengan aman.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang dapat berbohong. Seseorang berbohong memiliki motif atau keinginannya masing-masing. Banyak sekali alasan mengapa seseorang dapat berbohong kepada orang lain yang hanya orang tersebut yang mengetahuinya. Berbohong merupakan tindakan yang kurang terpuji. Berbohong sehingga merugikan banyak orang akan membawa dampak negatif pada orang lain dan juga diri sendiri.
References:
- King, L. A. (2016). Psikologi umum – Sebuah pandangan apresiatif. Salemba Humanika.
- Paul Ekman Group. (2021). Why do people lie? 9 Motives for telling lies. Diakses: https://www.paulekman.com/blog/why-do-people-lie-motives/. Diakses pada 4 Oktober 2021.
- American Counseling Association. (2019). Understanding why people lie. Diakses: https://www.counseling.org/news/aca-blogs/aca-counseling-corner/aca-counseling-corner-blog/2019/10/21/understanding-why-people-lie. Diakses pada 4 Oktober 2021.