Salah satu bagian terpenting dalam kehidupan adalah makan. Makan termasuk ke dalam kebutuhan utama atau pokok dari manusia. Makan memberikan manusia energi untuk beraktivitas dan organ-organ tetap berfungsi dengan baik. Budaya makanan di Indonesia sangat beragam. Mulai dari perbedaan bahan makanan seperti masyarakat Indonesia bagian timur yang dominan mengonsumsi Sagu. Masyarakat Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang didominasi oleh rasa manis. Bahkan makanan-makanan yang telah terakulturasi dengan budaya makanan luar misalnya Selat Solo atau Perkedel.
Beragamnya kuliner di Indonesia akibat berlimpahnya bahan pangan yang Indonesia miliki, mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, atau lainnya. Makan makanan yang sehat tentu sangat mudah dilakukan di Indonesia. Banyak pilihan sumber makanan yang sehat, bergizi, dan mudah didapatkan. Makanan selain bermanfaat bagi fisik juga memiliki hubungannya dengan kesehatan mental manusia.
Makanan dan kesehatan mental memiliki hubungan diantaranya [1,2]:
- Pencernaan Sehat
Sistem pencernaan (Usus) kita terhubung dengan otak (melalui Vagus Nerve). Usus dapat memengaruhi emosi di otak. Bakteri pada usus dapat menghasilkan saraf-saraf yang terhubung ke otak yang digunakan untuk mengatur fisiologis dan proses mental manusia, termasuk suasana hati (mood). Serotonin sebagai hormon untuk mengatur suasana hati dihasilkan oleh bakteri di usus. Stres dapat mengurangi manfaat bakteri baik di usus manusia.
- Stres dan Depresi
Makanan yang tinggi gula atau makanan olahan yang dikonsumsi dapat menyebabkan peradangan pada tubuh dan otak, yang dapat berisiko pada gangguan suasana hati (mood disorders) seperti kecemasan dan depresi. Makan makanan secara berlebihan atau terlalu sedikit juga dapat terjadi ketika seseorang mengalami stres atau depresi. Tentu, makan terlalu banyak akan membuat kita berisiko mengalami obesitas dan membuat kita lebih lesu/malas. Makan makanan terlalu sedikit juga membuat kita merasa kurang berenergi. Pada kaitannya dengan kesehatan mental, makan makanan bergizi seimbang dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang.
- Sharing is Caring
Makanan selain dikonsumsi secara individu juga ada beberapa kebiasaan atau budaya yang membuat seseorang makan secara beramai-ramai. Kebudayaan seperti tradisi Apem Keong Mas di Boyolali, Megibung di Bali, atau Tradisi Gelar Pitu pada masyarakat Banyuwangi adalah contoh bahwa makan juga dapat dilakukan secara beramai-ramai [3]. Selain mendapatkan nutrisi dari makanan, makan secara beramai-ramai akan meningkatkan rasa kebersamaan, meningkatkan komunikasi, meningkatkan kepedulian, dan gotong royong.
Makanan selain sebagai sumber energi juga menjadi faktor penting bagi kesehatan mental seseorang. Makanan yang sehat, bergizi, dan cukup akan membuat kesehatan mental seseorang menjadi lebih stabil. Tentu faktor kesehatan mental lainnya juga akan memengaruhi. Namun, makanan sebagai aktivitas wajib setiap orang adalah kegiatan yang terkadang dipandang sebelah mata terkait hubungannya dengan kesehatan mental. Oleh karena itu, jagalah makanan kita setiap hari. Pastikan apa yang kita konsumsi berpengaruh baik terhadap tubuh dan mental kita.
References:
- Sutter Health. Eating well for mental health. Diakses: https://www.sutterhealth.org/health/nutrition/eating-well-for-mental-health. Diakses pada 17 September 2021.
- Mental Health Foundation. (2021). Diet and mental health. Diakses: https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/d/diet-and-mental-health. Diakses pada 17 September 2021.
- MakanAbis. (2019). 5 tradisi makan bersama di Indonesia. Diakses: https://www.makanabis.com/post/article/ini-5-tradisi-makanan-bersama-di-negara-indonesia. Diakses pada 17 September 2021.