Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Long Distance Relationship? Yay or Nay?

Tidak asing bukan dengan istilah LDR? Atau kamu adalah salah satu orang yang sedang menjalaninya juga? Ya! Benar, Long Distance Relationship atau yang sering kita sebut dengan LDR mungkin memang tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Mari kita bahas mengenai hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) ini lebih lanjut.

Long distance relationship adalah hubungan romantis antara dua orang yang tinggal berjauhan sehingga tidak dapat sering bertemu.

Menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) memang bukan hal yang mudah, tapi bukan berarti kamu dan pasangan harus menyerah dengan keadaan. Pasalnya, hubungan LDR juga bisa menjadi langgeng dan bahagia jika kamu dan pasangan tahu cara mensiasatinya.

Apa saja dampak menjalani hubungan LDR?

LDR memang cukup sulit untuk dijalani, dibutuhkan kesabaran, kepercayaan ekstra dalam menjalaninya. Ternyata, ketika menjalani LDR itu terdapat dampak positif dan negatifnya, antara lain:

Dampak Positif

Seseorang akan merasa lebih percaya

Kamu yang menjalani hubungan LDR akan berusaha menjadi pasangan yang lebih jujur dan percaya ke pasangan. Kejujuran dan kepercayaan adalah poin yang sangat penting dalam hubungan jarak jauh ini.

Lebih mandiri

Ketika pasangan berada di kota atau bahkan negara yang berbeda, kamu dapat belajar lebih mandiri dan tidak selalu mengandalkan pasanganmu.

Bertambah sabar

Kalian yang menjalin hubungan LDR umumnya akan menjadi pribadi yang lebih sabar. Kalian juga akan lebih pandai dalam mengelola emosi.

Komunikasi lebih baik

Mengapa demikian? Sebab kamu akan menghargai setiap saat ketika sedang berkomunikasi dengannya, dan hanya membahas topik yang kira-kira perlu dibicarakan.

Dampak Negatif

Timbulnya konflik

Konflik adalah bagian dari setiap hubungan. Saat kalian berpisah, kalian hanya mendapatkan lebih sedikit waktu dan memiliki lebih sedikit waktu untuk berdiskusi yang memberi lebih banyak ruang pada munculnya konflik dalam hubungan kamu.

Kurangnya keintiman

Tidak hanya berbicara tentang keintiman fisik tetapi juga keintiman emosional. Keintiman emosional didasarkan pada pengetahuan mendalam tentang pasangan yang kita miliki. Dalam kasus LDR, mungkin menjadi sangat sulit untuk menyadari apa yang sebenarnya disukai dan tidak disukai pasangan. Demikian pula, keintiman fisik datang dari kenyamanan dan kedekatan yang bisa kamu dapatkan ketika kalian dekat satu sama lain. Baik itu berupa ciuman atau pelukan atau pengalaman seksual.

Masalah psikologis muncul

Perasaan posesif atau tidak aman (insecure) ini memang sulit diatasi. Kamu terkadang mulai panik ketika pasangan tidak membalas pesan dalam beberapa waktu. Jarak membuat kepercayaan menjadi lebih sulit dan mengarah menuju sikap posesif.

Lain halnya dengan posesif, ada beberapa gangguan psikologis yang kerap muncul pada seseorang yang menjalani LDR, seperti gangguan kecemasan, stres berlebihan, kesepian, hingga depresi.

Lalu, apa kunci utama dalam menjalani LDR?

  1. Kepercayaan dapat menjadi syarat keberhasilan serta sebagai kekuatan dalam menjalin LDR.
  2. Keterbukaan diri juga memiliki peran penting dalam menjalin hubungan sebab seseorang akan mengenal diri sendiri, mampu menjalin hubungan dengan orang lain, serta adanya dukungan sehingga lebih mampu menghadapi masalah.

Bagaimana cara menjaga hubungan LDR agar tetap bertahan?

1. Bangun komunikasi yang baik dan lancar

Bagi pasangan LDR, komunikasi merupakan sebuah hal yang sangat berharga untuk menjalin sebuah hubungan.

2. Saling percaya

Tentunya, kepercayaan dari masing-masing pasangan sangat penting agar menjadi kekuatan suatu hubungan.

3. Sempatkan waktu untuk bertemu

Meskipun sekarang teknologi semakin canggih, namun jangan lupa untuk tetap bertemu pasangan. Carilah waktu tertentu untuk bisa bertemu secara fisik.

4. Menjalin komitmen bersama

Ketika mengalami masa-masa sulit, komitmen sangat penting dilakukan.

5. Ceritakan hal-hal “kecil”

Menceritakan hal-hal yang tidak penting menurut sebagian besar pasangan LDR sangat perlu dilakukan agar komunikasi tidak membosankan.

LDR mengajarkan untuk tetap membangun komunikasi yang baik dan lancar dengan cerita harian yang terjadi. Jangan lupa untuk terus aktif dan menyibukkan diri saat jauh dari pasangan dengan kegiatan positif yang membawa manfaat agar perhatianmu dapat teralihkan. Dengan menerapkan hal tersebut, hubungan LDR dapat tetap langgeng dan membahagiakan sebagaimana hubungan jarak dekat.

 

Referensi:

  1. Kauffman, M. H. (2000). Relational Maintance in Long-Distance Relationship: Staying Close. Thesis.
  2. Nisa, S., & Sedjo, P. (2011). Konflik Pacaran Jarak Jauh Pada Individu Dewasa Muda. Jurnal Psikologi, 3(2)
  3. Somani, P. (2019). Long Distance Relationship – Challenges, Effects & Tips to make it work – Complete Guide. Diakses pada 16 September 2021 dari https://www.instituteofclinicalhypnosis.com/self-help/long-distance-relationship-challenges-effects-solutions/
  4. Suryani, A., & Nurwidawati, D. (2016). Self Disclosure dan Trust Pada Pasangan Dewasa Muda yang Menikah dan Menjalani Hubungan Jarak Jauh. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 7(1), 9-15.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *