Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Konsep Diri: Siapakah Aku?

Halo Sobat Psike! Jika kamu ditanya “Siapa kamu?” atau “Seperti apakah dirimu?” apa yang akan kamu jawab? Apakah kamu akan langsung menjawab pertanyaan tersebut atau kamu akan berpikir terlebih dahulu? Jika kamu berpikir terlebih dahulu, apakah itu tandanya kamu belum mengenal dirimu sendiri? Mari kita simak pembahasannya lebih lanjut!

Definisi Konsep Diri

Konsep diri adalah bagaimana seseorang memandang perilaku, kemampuan, dan karakteristiknya. Misalnya, ketika kamu ditanya “seperti apakah dirimu?” kamu akan menjawab “Saya orang yang baik dan menyenangkan.” Maka, itulah yang disebut dengan konsep diri.

Konsep diri umumnya menyatakan keseluruhan sistem yang kompleks, terorganisir, dan dinamis dari pendapat, sikap, dan perasaan yang dipelajari yang masing-masing dianggap benar tentang keberadaan pribadinya. Individu biasanya mempersepsikan dirinya dalam sejumlah penampilan; seperti akademik, peran gender dan seksualitas, identitas ras, dan banyak lainnya.

Hal yang Membentuk Konsep Diri

Konsep diri tidak dapat terbentuk begitu saja. Menurut tokoh Psikologi Carl Rogers, konsep diri dapat terbentuk oleh tiga hal berikut, antara lain:

  • Diri ideal (Ideal Self): Orang yang diinginkan
  • Citra diri (Self image): Bagaimana individu melihat diri sendiri, termasuk karakteristik fisik, ciri kepribadian, dan peran di lingkungan sosial
  • Harga diri (Self Esteem): Seberapa besar individu menyukai, menerima, atau menghargai diri sendiri, yang dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti: bagaimana orang lain melihatnya, bagaimana pemikiran individu ketika membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan peran individu dalam masyarakat.

Enam Dimensi dari Konsep Diri

Seorang tokoh psikologi, Bruce A. Braken menjelaskan bahwa konsep diri bersifat multidimensional, dan terdiri dari 6 dimensi berikut:

1. Social, yaitu keterampilan individu untuk bekerja sama dengan orang lain dan menjadi peran di lingkungan sosial.

2. Competence, yaitu kemampuan individu untuk menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan.

3. Affect, yaitu kesadaran individu tentang kondisi emosinya.

4. Physical, yaitu bagaimana individu mengetahui tentang penampilan, kondisi fisik, serta kesehatannya.

5. Academic, yaitu bagaimana individu mencapai prestasi atau gagal dalam pendidikannya.

6. Family, yaitu bagaimana individu mampu berkembang di dalam keluarganya.

Faktor Konsep Diri

Konsep diri secara positif terkait dengan faktor-faktor yang berbeda, seperti

  1. Kebahagiaan yang dimiliki individu,
  2. Kinerja akademik dari individu,
  3. Perilaku prososial yang dilakukan individu, dan,
  4. Well being atau kesejahteraan dalam diri individu.

Itu lah sekilas mengenai konsep diri. Bagaimana? Apakah kamu sudah mengenal dirimu sendiri?

Referensi:

Cherry, K. (2021). What is self concept? The psychological exploration of “who am i?” Retrieved from https://www.verywellmind.com/what-is-self-concept-2795865.

Herrera, L., Al-Lal, M., & Mohamed, L. (2020). Academic achievement, self-concept, personality and emotional intelligence in primary education. analysis by gender and cultural group. Frontiers in psychology, 10, 3075.  https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.03075

Mehrad, A. (2016). Mini literature review of self-concept. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 5(2), 62-66.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *