Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Komunikasi Kinesik : Berkomunikasi Dengan Tubuh

Kinetik atau ilmu gerak adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang dapat diobservasi, tersembunyi, dan penuh arti bagi komunikasi dengan tujuan untuk mencari arti gerakan tersebut. Komunikasi kinetik atau kinesik merupakan bentuk komunikasi non-verbal yang paling jelas, namun juga komunikasi yang paling membingungkan sebab memberikan berbagai arti melalui gerak badan yang dapat menyebabkan bias atau ada kesalahpahaman.

Komponen Komunikasi Kinesik

1. Facial Signs

Facial signs meliputi mimik wajah, kontak mata, gerak kening dan alis, mulut, dan lainnya.

Menurut para ahli, wajah memiliki fungsi Denotatif yaitu wajah menunjukan satu tipe perasaan apakah kegembiraan atau kemarahan. Bermula dari Woodworth yang menyampaikan 6 tipe perasaan yaitu: gembira, menderita, terkejut, kemantapakn, kebencian, dan jijik; sampai pendapat Dale yang menetapkan 10 tipe perasaan yaitu : gembira, terkejut, khawatir, marah, sedih, benci, jijik, dan tertarik. Fungsi lainnya yaiut fungsi Konotatif yaitu wajah mentransmisikan banyak atau sekelompok arti sebagai suatu kerangka konseptual. Kontak mata adalah saluran penting dari komunikasi, yang membantu mengalirkan komunikasi dan menunjukan minat pada seseorang. Kontak mata antara pemberi dan peneima pesan akan meningkatkan kepercayaan. Pengirim/pemberi peran atau pembicara yang memberikan kontak mata dengan baik dapat membentuk alur komunikasi yang baik dan menunjukan minat, perhatian, serta kehangatan.

 

2. Gesture

Gesture meliputi gerakan tubuh dan tangan saat berkomunikasi.

Tanpa adanya gesture ataupun gesture yag tidak sesuai dapat menimbulkan rasa bosan, kaku, tidak hidup. Sedangkan dengan memberikan gesture yang baik dan tepat maka komunikasi akan berjalan dengan lebih bersemangat, perhatian yang tinggi, komunikasi lebih menarik, bahkan hiburan. Contoh gesture dengan menganggukan kepala, dapat memberikan penguatan positif dan mengisyaratkan bahwa kita mendengar apa yang dibicarakan oleh lawan bicara. Ekman dan Friesen (1969) mengidentifikasi 5 gesture yaitu :

  • Emblems : Gesture yang secara langsung menggantikan kata. Contoh mengangguk dapat mengartikan “iya” atau “saya setuju”.
  • Illustrator : Gesture yang membentuk apa yang ingin dikatakan. Contoh mengepalkan tangan lalu bergantian ke atas-bawah setara mulut dapat mengartikan “saya mau makan” atau “mau makan?”.
  • Affective Displays : Gesture yang menunjukan perasaan. Contoh menekan dada dapat mengartikan “sakit” setelah patah hati.
  • Regulators : Gesture yang berfungsi untuk mengontrol alur pembicaraan.
  • Adapters : Gesture yang mengacu pada pelepasan ketegangan dan bentuk lainnya.

 

3. Body Posture

Body Posture adalah sikap tubuh saat berkomunikasi.

Sikap tubuh yang terbuka menunjukan kenyamanan dan dominansi, sebaliknya sikap tubuh yang tertutup membuat seseorang terlihat ‘kecil’ dan menunjukan rasa rendah diri. Ekman dan Friesen mengidentifikasikan 2 hal yang berkaitan dengan gerak tubuh, yaitu : 1) Aksi tubuh, adalah gerakan yang terobservasi dengan awal dan akhir yang jelas, 2) Posisi tubuh, adalah ketiadaan gerak pada waktu-waktu yang jelas pada semua bagian tubuh. Berbeda dengan Halloway yang mengidentifikasikan 7 arti dari gerak tubuh, yaitu : 1) mendorong/mengikat, 2) keharmonisan/ketidakharmonisan, 3) kepekaan/ketidakpekaan, 4) pengaruh positif/negatif, 5) mempermudah/ tidak menerima, 6) penuh/tidak perhatian, 7) mendukung/tidak menyetujui.

 

 

Referensi :

Herlina. (2011). Mengenali Komunikasi Non-verbal (salah satu upaya memahami perilaku manusia). Bandung : Pustaka Cendekia Utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *