Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kenali Perilaku Kosumtif

Apakah kamu termausk orang yang sering belanja? berapa kali kamu belanja dalam sehari, seminggu, atau sebulan? Apakah perilaku belanjamu berlebihan? hati-hati loh karena bisa jadi perilaku belanja menjadi berlebihan dan kamu termasuk kedalam orang yang konsumtif. “Konsumtif”? apa itu? kita bahas yuk.

Jadi perilaku konsumtif adalah perilaku mengonsumsi barang secara berlebihan tanpa melihat barang tersebut termasuk dalam kebutuhannya atau tidak. Dalam arti luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan serta tidak ada skala prioritas atau dapat diartikan sebagai gaya hidup yang mewah. (Jordan, 2013)

Dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang ditujukan untuk konsumsi atau membeli secara berlebihan terhadap barang atau jasa, tidak rasional, secara ekonomis menimbulkan pemborosan, lebih mengutamakan kesenangan daripada kebutuhan dan secara psikologis menimbulkan kecemasan dan rasa tidak aman. (Cavenett, 2013)

 

Aspek- Aspek Perilaku Konsumtif

Adapun aspek-aspek perilaku konsumtif menurut Lina dan Rasyid (1997) adalah :

  • Pembelian Impulsif (Impulsif buying)

Berperilaku membeli semata-mata karena didasari oleh hasrat keinginan sesaat, dilakukan tanpa mempertimbangkannya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian dan biasanya bersifat emosional.

  • Pemborosan (Wasteful buying)

Menghambur-hamburkan banyak dana tanpa disadari adanya kebutuhan yang jelas.

  • Mencari kesenangan (Non rational buying)

Suatu perilaku dimana konsumen membeli sesuatu yang dilakukan semata mata untuk mencari kesenangan.

Sedangkan menurut Tambunan (2001) ada dua aspek perilaku konsumtif:

  • Adanya suatu keinginan mengkonsumsi secara berlebihan. Hal ini akan menimbulkan pemborosan dan bahkan inefisiensi biaya.
  • Perilaku tersebut dilakukan untuk mencapai kepuasan semata. Kebutuhan yang dipenuhi bukan kebutuhan utama melainkan kebutuhan yang dipenuhi hanya sekedar mengikuti arus mode, ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial tanpa memperdulikan dibutuhkan atau tidak. (Jordan, 2013)

 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif

Menurut Engel dalam Chrisnawati & Abdullah, 2011. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif antara lain:

  • Faktor internal, terdiri atas:

1. Motivasi

Motivasi merupakan suatu konsep yang dipakai untuk menerangkan kekuatan-kekuatan yang ada pada organisme untuk memunculkan dan mengarahkan tingkah lakunya.

2. Proses belajar dan pengalaman

Konsumen mengamati dan mempelajari stimulus yang berupa informasi- informasi yang diperolehnya.

3. Kepribadian

Kepribadian merupakan pola perilaku yang konstan dan menetap pada individu. Individu yang sudah memiliki perilaku membeli secara berlebihan akan terus melakukannya

4. Konsep diri

Konsep diri didefinisikan sebagai cara kita melihat diri sendiri dan dalam waktu tertentu sebagai gambaran tentang apa yang kita pikirkan.

5. Keadaan ekonomi

Orang yang memiliki ekonomi rendah akan menggunakan uangnya secara cermat dibandingkan orang yang berekonomi tinggi.

6. Gaya hidup

Gaya hidup merupakan pola konsumsi yang merefleksikan pilihan seseorang tentang bagaimana individu tersebut menghabiskan waktu dan uang.

 

  • Faktor eksternal :

1. Faktor kebudayaan

Kebudayaan merupakan pola-pola perilaku yang disadari, diakui dan dimiliki bersama serta berlangsung dalam kelompok. Budaya  menentukan bentuk perilaku konsumtif dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

2. Faktor kelas sosial

Kelas sosial merupakan kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat yang tersusun dalam suatu hierarki dan keanggotaannya mempunyai sistem nilai, minat dan perilaku yang serupa.

3. Faktor keluarga

Keluarga yaitu unit sosial terkecil yang memberikan contoh fundamental yang utama bagi perkembangan remaja.

4. Kelompok acuan

Suatu kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen. (Jordan, 2013).

 

 

 

Referensi :

Cavenett. (2013).  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Jordan. (2013).  HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *