Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kenali Ciri Self-Esteem yang Rendah, Yuk!

Self-esteem atau harga diri adalah bagaimana individu menghargai dan memandang dirinya sendiri. Ini berdasarkan pendapat dan keyakinan individu tentang dirinya. Terdapat dua sisi dalam kepribadian, yaitu true self dan ideal self. Ideal self adalah gambaran diri yang sesuai dengan apa yang diinginkan orang tua, masyarakat, dan lingkungan. Sedangkan true self adalah gambaran diri yang sebenarnya, termasuk kekuatan dan kelemahan individu.

Nah, self-esteem berasal dari kemampuan individu untuk memandang dirinya secara realistis dan mengidentifikasi titik kuat dan lemah yang ada pada diri.

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat self-esteem pada individu adalah pengalaman hidup. Pengalaman hidup yang sulit dan penuh tekanan menjadi salah satu penyebab rendahnya self-esteem. Contohnya pernah menjadi koban bullying atau pelecehan, mendapat perlakuan diskriminasi dan stigmatisasi, kehilangan pekerjaan, kesulitan belajar, masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan mental, perpisahan atau perceraian, kekhawatiran tentang penampilan atau citra tubuh, serta masalah finansial.

Self-esteem mencakup berbagai aspek seperti rasa identitas, kepercayaan diri, jiwa kompetensi, dan perasaan memiliki. Hal ini menunjukkan bahwa self-esteem dapat mempengaruhi seseorang untuk menyukai dan menghargai diri sendiri sebagai pribadi, membuat keputusan dan menegaskan diri sendiri, mengenali kekuatan dan hal positif, keinginan mencoba tantangan, menunjukkan kebaikan pada diri sendiri, menerima kesalahan, meluangkan waktu untuk diri sendiri, kepercayaan diri, serta menyayangi diri sendiri.

Apa yang akan terjadi jika individu memiliki self-esteem yang rendah?

Penelitian menunjukkan kalau individu yang memiliki self esteem rendah memiliki kecenderungan mengalami gangguan kesehatan mental, seperti cemas, gangguang makan, tekanan emosional, gangguan panik, perilaku berisiko, gangguan kecemasan sosial, stress, hingga penggunaan obat-obatan. Self-esteem yang rendah juga dapat mempersulit pencapaian tujuan dan membentuk hubungan yang sehat dan mendukung. Memiliki self-esteem yang rendah juga dapat membuat orang menjadi lebih sensitif terhadap kritik atau penolakan dan cenderung menyerah ketika menghadapi tantangan atau hambatan.

Lalu, apa saja ciri self-esteem yang rendah?

Rendahnya tingkat self-esteem pada individu dapat mempengaruhi pikiran, emosi, dan pola perilaku. Terkadang tanda-tandanya bisa terlihat jelas, tetapi bisa juga tidak. Berikut ciri-ciri umum self-esteem yang rendah:

1. Kepercayaan Diri Rendah

Percaya diri artinya individu merasa nyaman dan mampu mengatur banyak hal berbeda dalam hidup yang dapat mempengaruhi kesejahteraan. Individu dengan kepercayaan diri rendah cenderung memiliki self-esteem yang rendah begitu pun sebaliknya. Self-esteem yang rendah dapat berperan dalam menyebabkan kurangnya kepercayaan diri, tetapi kepercayaan diri yang buruk juga dapat berkontribusi pada rendahnya self-esteem.

2. Kurang Kontrol

Individu yang memiliki self-esteem rendah sering merasa tidak memiliki kendali atas hidup mereka atau apa yang terjadi pada mereka. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa mereka merasa hanya memiliki sedikit kemampuan untuk melakukan perubahan baik didalam ataupun diluar diri mereka. Disisi lain adanya locus of control eksternal juga memungkinkan individu merasa bahwa tidak berdaya untuk melakukan apa pun untuk memperbaiki masalah.

3. Membandingkan Diri

Perbandingan sosial terkadang dapat memberikan fungsi positif dan meningkatkan rasa diri seseorang, tetapi membandingkan diri dengan orang lain juga dapat merusak self-esteem. Orang dengan harga diri rendah kemungkinan cenderung melakukan perbandingan sosial ke atas atau membandingkan diri mereka dengan orang-orang yang menurut mereka lebih baik. Meskipun perbandingan sosial ke atas memang bisa menjadi sumber informasi dan inspirasi untuk memperbaiki diri. Namun, ketika individu membiarkan perasaan tidak mampu atau putus asa, hal ini dapat menghambat perkembangan self-esteem.

4. Merasa Rendah Diri

Individu dengan self-esteem mereka rendah cenderung merasa tidak pantas mendapatkan bantuan. Mereka mungkin juga merasa malu atau tidak kompeten untuk mendapat bantuan dan dukungan. Mereka tidak memprioritaskan keinginan mereka sendiri dan memilih untuk berjuang sendiri ketika mereka membutuhkan.

5. Khawatir dan Ragu pada Diri

Orang-orang yang memiliki harga diri rendah seringkali khawatir dengan keputusan yang mereka ambil. Mereka takut telah membuat pilihan yang salah. Mereka meragukan pendapat mereka sendiri dan mungkin sering menuruti pendapat orang lain daripada berpegang teguh pada pilihan mereka. Hal ini sering dapat menyebabkan banyak keraguan diri yang mempersulit membuat keputusan tentang hidup mereka.

6. Sulit Menerima Feedback Positif

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan bahwa self-esteem yang rendah berkorelasi langsung dengan tidak dapat menerima atau memanfaatkan pujian dari orang lain. Karena mereka tidak memiliki pendapat yang positif tentang diri mereka sendiri, orang yang memiliki harga diri rendah akan merasa sulit untuk menerima pujian dari orang lain. Feedback positif sering ditanggapi dengan kecurigaan dan ketidakpercayaan.

7. Self-talk Negatif

Tingkat self-esteem yang rendah menyebabkan orang fokus pada kekurangan daripada kekuatan mereka. Dibanding membangun diri dengan self-talk yang positif, mereka cenderung mengatakan hal-hal negatif tentang diri mereka sendiri. Mereka menyalahkan diri sendiri ketika ada yang salah dan selalu menemukan kesalahan dari diri mereka sendiri, seperti penampilan, kepribadian, atau kemampuan.

8. Takut Gagal

Kurangnya kepercayaan diri pada kemampuan membuat orang yang memiliki self-esteem rendah meragukan kemampuan mereka untuk mencapai kesuksesan. Mereka cenderung menghindari tantangan atau cepat menyerah tanpa benar-benar berusaha.

9. Berpandangan Negatif

Self-esteem yang rendah juga menyebabkan indivdiu merasa bahwa kecil kemungkinan untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Perasaan putus asa ini dapat mempersulit orang untuk berani bertindak dan membawa perubahan positif dalam hidup mereka.

10.Kesulitan Menetapkan Batasan

Individu yang kurang menghargai diri sendiri dapat mengalami kesulitan menetapkan batasan dengan orang lain. Mereka mungkin merasa bersalah atau takut bahwa orang akan berhenti menyukai mereka jika mereka mencoba membangun atau mempertahankan batasan.

11. Mencoba Menyenangkan Orang Lain

Menyenangkan orang juga bisa menjadi gejala umum lain dari self-esteem yang rendah. Untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain, individu yang merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri mungkin berusaha keras untuk memastikan bahwa orang lain merasa nyaman dan bahagia. Ini sering menyebabkan pengabaian terhadap kebutuhan mereka sendiri. Mengatakan “ya” untuk hal-hal yang mungkin tidak ingin mereka lakukan dan merasa bersalah karena mengatakan tidak.

Referensi:

Aussia, G. (2020, August 27). What Are the Signs of Low Self-esteem? Welldoing. https://welldoing.org/article/the-signs-low-self-esteem

Cherry, K. (2021, May 26). Common Signs of Low Self-esteem. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/signs-of-low-self-esteem-5185978

Mind. (2019, January). About self-esteem. Mind, the Mental Health Charity – Help for Mental Health Problems. https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/self-esteem/about-self-esteem/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *