Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Ingin ini-itu di Era Modern Bisa Berpotensi Sakit Mental

 

Era modern sering kali dikaitkan dengan kemajuan teknologi. Perkembangan teknologi dari masa ke masa hingga sampai di era modern adalah salah satu keberhasilan dan keunggulan dari cipta dan karsa manusia. Namun, keberadaan teknologi tidak selamanya bagus bila tidak bisa menggunakan dengan sebaik mungkin.

Salah satu bentuk perkembangan di era modern adalah lahirnya ponsel-ponsel yang cantik dan dilengkapi oleh fitur-fitur yang sangat membantu kegiatan harian seseorang. Beberapa merk ponsel bahkan mengeluarkan jenis terbarunya setiap tahun. Untuk beberapa orang, terutama para remaja, ponsel keluaran terbaru itu menjadi incaran. Namun, seringnya keadaan ekonomi dan keinginan memiliki ponsel keluaran terbaru itu tidak sejalan dengan kenyataan.

Keinginan memiliki ponsel terbaru dengan kondisi keuangan yang tidak baik ini akhirnya membuat individu tersebut berambisi mendapatkannya. Bila individu tersebut tidak bisa menahan ego dan menanggalkan super egonya, maka banyak cara yang bisa mereka lakukan.

Dengan keinginan yang besar dan kenyataan yang tidak sepadan itu, orang itu bisa saja mengambil pinjaman/ kredit. Apalagi sekarang dengan mudah meminjam secara online. Bahkan ada dari kalangan muda atau remaja yang menggunakan kekerasan untuk memenuhi keinginannya. Fenomena untuk memenuhi kebutuhan tersier tersebut cukup banyak terjadi di masyarakat kita.

Seperti halnya di desaku, anak-anak SMP yang diharuskan daring beberapa bulan yang lalu. Beberapa anak memaksa orang tuanya untuk  dibelikan ponsel yang bisa mendukung kegiatan belajarnya. Sayangnya, orang tua yang hanya petani kopi belum bisa memberikan dukungan itu. Akibatnya emosinya meninggi kepada kedua orang tuanya.

Pelaku yang seperti itu sebenarnya berada dalam kategori tidak sehat secara mental. Sebelum membahas lebih jauh lagi, sebenarnya apa sih kesehatan mental itu?

Dikutip dari kemkes.go.id bahwa kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

 

Jadi, jelas bahwa kondisi individu yang penuh ambisi dan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan kebutuhannya itu dikatakan tidak sehat secara mental. Sakit secara mental ini dapat berupa gangguan berpikir, gangguan emosi, perilaku, atau suasana hati. Tentu saja gangguan ini akan berdampak pada individu itu sendiri atau orang lain di sekitarnya.

Gangguan mental adalah kondisi yang umum terjadi pada siapa pun, tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Menurut World Health Organization (WHO), satu dari lima anak-anak dan remaja di dunia memiliki gangguan mental. Sementara pada orang dewasa, kondisi ini memengaruhi satu dari empat orang di dunia. Adapun dari kasus tersebut, sekitar setengahnya dimulai pada remaja di bawah usia 14 tahun. Ini merupakan usia rawan munculnya gangguan mental yang kerap terjadi.

Bila sudah terlihat gangguan mental pada seseorang, yang biasanya terlihat dalam bentuk kecemasan dan stres, cepatlah mencari bantuan para ahli seperti psikolog atau psikiater. Cobalah untuk berkonsultasi kepada mereka. Lalu, ceritakan dengan sejujurnya keadaan yang sebenarnya karena gangguan mental yang tidak ditangani sedini mungkin dapat menyebabkan keburukan bagi individu itu sendiri.

Pada kenyataannya tidak jarang seseorang yang mengalami gangguan mental dan terlambat ditangani akan mengakibatkan sakit fisik. Inilah yang akan membuat proses penyembuhan mental individu menjadi lama. Penanganan yang tepat, oleh orang yang tepat, pada tempat yang tepat akan membuat proses penyembuhan berjalan lancar.

Semua orang berpotensi bisa sakit secara mental atau mentalnya terganggu. Tekanan hidup yang begitu berat di era modern jika tidak disikapi dengan penuh keikhlasan bisa menyebabkan gangguan mental. Yang bisa bertahan mencapai mental yang sehat adalah orang-orang yang menyadari arti hidup yang sebenarnya. Mereka menyadari bahwa kehidupan adalah tempat untuk manusia dicoba dan berusaha menjalani hidup ini dengan relaks.

 

 

Sumber:

Fadila, Ihda. 22 Februari 2021. Mental Illness (Gangguan Mental). Hallosehat.com.

8 Juni 2018. Pengertian Kesehatan Mental. Promkes.kemkes.go.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *