Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Gangguan Kepribadian

   Apakah sobat Psike tau tentang kepribadian? Kepribadian bisa diartikan sebagai pola pikiran, emosi dan perilaku manusia yang unik dan bertahan lama, sehingga menjadi cara seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan [1]. Kepribadian juga bisa diartikan sebagai topeng. Manusia akan menggunakan topeng atau kepribadian yang berbeda tergantung situasi. Banyak teori tentang kepribadian yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh terkenal, salah satunya adalah teori tentang kepribadian Extraversi dan Introversi dari Carl Jung.

   Tapi tahukah sobat bahwa kepribadian manusia juga dapat mengalami masalah atau gangguan? Gangguan kepribadian merupakan salah satu gangguan mental yang membuat penderitanya memiliki pikiran, perilaku, dan fungsi diri yang kurang sehat. Penderita gangguan kepribadian akan mengalami kesulitan untuk dapat berhubungan dan memahami tentang lingkungannya. Sehingga membuatnya mengalami masalah dan keterbatasan untuk dapat bersosialisasi, sekolah, ataupun bekerja.

Gangguan kepribadian dibagi dalam 3 Kluster [2], diantaranya:

  • Kluster A

Gangguan kepribadian yang tergolong dalam kluster A ditandai dengan pemikiran atau perilaku yang aneh dan ganjil (eksentrik). Adapun gangguan kepribadian yang tergolong dalam kluster ini seperti Paranoid Personality Disorder, Schizoid Personality Disorder, dan Schizotypal Personality Disorder.

  • Kluster B

Gangguan kepribadian yang tergolong dalam kluster B ditandai dengan perilaku yang dramatis, terlalu emosional dan pemikiran atau perilaku yang tidak dapat diprediksi. Gangguan kepribadian yang termasuk dalam kluster ini yaitu Antisocial Personality Disorder, Borderline Personality Disorder, Histrionic Personality Disorder, dan Narcissistic Personality Disorder.

  • Kluster C

Gangguan kepribadian yang tergolong dalam kluster B bercirikan adanya kecemasan, perasaan takut, atau perilaku ketakutan. Gangguan yang termasuk dalam kluster C adalah Avoidant Personality Disorder, Dependent Personality Disorder, dan Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCD).

   Gangguan kepribadian yang telah disebutkan di atas dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti [2]:

  1. Genetik; kepribadian dan sifat dapat diwariskan dari orang tua kepada anaknya, salah satu bentuknya berupa tempramen.
  2. Lingkungan; tempat kamu tinggal, pengaruh dari orang lain, ataupun hubungan dengan keluarga dapat menjadi faktor penyebab gangguan kepribadian.

Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan diri kamu atau kamu memiliki keraguan tentang gejala atau gangguan yang kamu rasakan segera hubungi profesional seperti Psikolog ataupun Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

 

References:

  1. King, L. A. (2017). Psikologi umum – Sebuah pandangan apresiatif. Salemba Humanika.
  2. MayoClinic. (2016). Personality disorders. Diakses: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/personality-disorders/symptoms-causes/syc-20354463. Diakses pada 22 September 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *