Halo Sobat Psike! Kamu pernah nggak sih tiba-tiba ngomong dalam hati saat akan melakukan sesuatu yang membuat kamu ragu? Contohnya “Udah jangan pake baju ini! Kamu jelek kalo pake baju ini!” ungkapmu dalam hati. Pasti pernah kan? Suara hati tersebut biasanya membuat kita tdak yakin terhadap sesuatu dan terkadang mengganggu. Monolog-monolog yang berisi omongan negatif ini disebut dengan inner critic. Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai inner critic.
Apa yang Dimaksud dengan Inner Critic?
Inner critic mengacu pada suara hati yang menilai, mengkritik, atau merendahkan seseorang terlepas dari kritik diri itu dibenarkan atau tidak.
Banyak individu yang kesulitan dengan harga diri dan kepercayaan diri mereka, mereka terkadang merasa tidak mampu dengan apa yang mereka lakukan, bahkan merasa ragu setelah melakukannya. Lalu, mereka mulai menghakimi diri sendiri. Itulah proses munculnya inner critic.
Inner critic ini bisa seperti suara cerewet yang mempertanyakan setiap keputusan dan membuat pencapaian menjadi tidak bernilai, serta bisa membuat seseorang mengalami perasaan sulit seperti malu, tidak mampu, atau bersalah.
Seperti apa inner critic yang Biasanya Muncul?
Biasanya, inner critic yang umum sering keluar di kepala kita seperti:
“Kamu jelek.”, “Kamu bodoh.”, “Kamu gendut.”, “Ada yang salah denganmu.”, “Kamu berbeda dari orang lain.”, “Kamu nggak akan bisa kayak gitu.”, “Kamu nggak pantas melakukan itu.” dan lain-lain.
Mungkin Sobat Psike ada yang pernah berbicara dengan diri sendiri dengan kata-kata tersebut kan?
Bagaimana Cara Agar dapat Berdamai dengan Inner Critic?
- Coba identifikasi ketika inner critic itu muncul di kepalamu. Kamu harus meyakini bahwa inner critic bukanlah kenyataan dan hanya sudut pandangmu yang berbeda.
- Gantilah sudut pandang dari berbicara ke diri sendiri menjadi berbicara ke objek lain, misalnya boneka. Jadi, kalimatnya dapat kamu ubah dari “Aku tidak akan bisa melakukan ini” menjadi “Kamu tidak akan bisa melakukan ini.” Kamu juga dapat menuliskannya untuk melatih mengurangi inner critic yang muncul.
- Kamu dapat menanggapi inner critic yang muncul di kepalamu dengan evaluasi positif. Misalnya, “aku tahu aku tidak mampu melakukan ini, tetapi setidaknya aku telah berusaha yang terbaik semampuku.”
- Jangan membuat keputusan berdasarkan inner critic yang muncul. Buatlah keputusan berdasarkan keyakinanmu, dan jangan mempedulikan terhadap kritik-kritik yang muncul di benakmu.
- Lawanlah kritik-kritik yang muncul itu dengan pencapaianmu yang sebenarnya.
- Kamu dapat meminta bantuan kepada psikolog atau konselor dalam menghadapi inner critic yang muncul di kepalamu.
Semoga kita semakin dapat memahami diri sendiri dan lebih dapat mengapresiasi diri!
Referensi:
Firestone, L. (2013). 4 ways to overcome your inner critic. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/compassion-matters/201305/4-ways-overcome-your-inner-critic
Good Therapy. (2015). Inner critic. Retrieved from https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/inner-critic
Schaffner, A. K. (2021). Living with your inner critic. Retrieved from https://positivepsychology.com/inner-critic-worksheets/