Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Gadget Addiction Menyasar Anak Usia Dini

ARTIKEL POPULER

GADGET ADDICTION MENYASAR ANAK USIA DINI

Diajukan untuk mengikuti lomba menulis artikel populer dictio.id 2021
Oleh : Riska Setiawatil Huda

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SILIWANGI

TASIKMALAYA

2021

Gadget Addiction Menyasar Anak Usia Dini

Penggunaan gadget sekarang sudah bisa kita temukan dimana-dimana. Penggunanya pun terdiri dari berbagai rentang usia, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan orang tua sekarang sudah menjadi pengguna gadget sebagai pendukung aktivitasnya. Terlebih kondisi pandemi sekarang yang membuat manusia harus membatasi aktivitasnya. Menjadikan gadget begitu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Baik untuk bekerja, belajar atau hanya sekadar main media sosial.

Penggunaan gadget ini sebenarnya sangat membantu manusia dalam melakukan aktivitas karena kehadirannya membuat kita mudah dalam mengakses apapun yang kita butuhkan. Menghubungkan tali silaturahmi meskipun saling berjauhan. Dan khusus untuk anak-anak sendiri adanya gadget ini seolah menjadi teman bermainnya. Memberikan rasa senang yang membuat mereka tidak ingin lepas dari gadget. Untuk penggunaan yang masih dalam batas wajar tentunya itu tidak akan menimbulkan dampak yang negatif bagi anak-anak. Tetapi ketika penggunaannya mulai berlebihan itu baru akan menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan fisik dan psikologinya.

Gadget addiction adalah kondisi dimana seseorang sudah ketagihan dalam menggunakan gadget. Fenomena gadget addiction ini dikategorikan sebagai behavioral addiction, dimana seseorang yang sudah teradiksi tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri untuk mengontrol penggunaan gadget dan terlalu banyak menggunakannya sehingga menggangu produtivitasnya (Hikmawati, 2020).

Tidak sedikit anak yang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dibandingkan bermain bersama teman-temannya. Mereka jadi malas untuk bergerak dan lebih senang menyendiri. Sehingga mereka kehilangan momen bermain diusia anak-anaknya. Padahal usia mereka merupakan golden age dimana harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengeksplor segala hal baru dalam kehidupannya. Sehingga tumbuh kembangnya berlangsung dengan baik dan otaknya pun berkembang secara optimal. Yang seharusnya mereka merekam semua aktivitas sosial di lingkungannya sebagai rangsangan terhadap dirinya untuk mendapatkan pembelajaran secara nyata di lapangan tetapi mereka malah gunakan hanya untuk duduk bersama gadget di tangannya.

Jika hal tersebut tidak dikendalikan secara tegas oleh orang tuannya, maka akan timbul beberapa dampak negatif seperti motoriknya menjadi kurang, menyebabkan gangguan pada fisiknya seperti obesitas, gangguan penglihatan dan mereka mengalami gangguan tidur. Sikapnya akan lebih agresif karena pengaruh dari konten-konten yang mereka tonton atau games yang mereka mainkan. Terlebih apabila tidak ada peran orang tua yang mengontrol anak tersebut, atau orang tua tidak bersikap tegas kepada anak untuk tidak menggunakan gadget secara berlebihan.

Karena usia mereka yang memang belum bisa mengatur atau mengontrol dirinya, dan belum bisa membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, maka orang tua harus membatasi penggunaan gadget kepada anak. Misalnya dengan dibuatkan jadwal khusus untuk menggunakan gadget hanya dihari minggu.

Kembali lagi kepada peran orang tua dimana harus menjadi contoh pertama agar anak tidak menggunakan gadgetnya secara berlebihan. Cara yang dapat dilakukan oleh orang tua diantaranya yaitu :

  1. Jangan gunakan gadget didepan anak untuk memberikan contoh yang baik
  2. Jangan membelikannya gadget ketika anak masih dibawah usia 16 tahun
  3. Pastikan gadget berada di tangan orang tua dan jauh dari genggaman anak di malam hari
  4. Batasi penggunaan gadget pada anak
  5. Pasang fitur parental control untuk memantau penggunaan gadget pada anak

Tetapi ketika anak sudah kecanduan terhadap penggunaan gadget sebaiknya orang tua langsung membawa anaknya ke psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar hal tersebut tidak berdampak pada anak dalam jangka waktu yang panjang.

 

Referensi :

Hikmawati, E. (2020). Kajian Saintifik Fenomena Adiksi Gadget dan Media Sosial di Indonesia. Jurnal Teknologi Dan Informasi, 10(1), 25–39. https://doi.org/10.34010/jati.v10i1.2589

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *