Seperti yang kita tau bahwa perasaan sedih merupakan bentuk emosi yang berlawan dengan gembira atau bahagia. Kesedihan adalah suatu perasaan yang dapat menyakiti individu, mengakibatkan ketidaknyamanan dalam hati dan pikiran, serta membuat lesu, lemah, bahkan ketidakbahagiaan jangka panjang jika terus berlarut dalam kesedihan.
Kesedihan berasal dari kata “Sedih dan Sedu” yang berarti merasa pilu dalam hati, menimbulkan rasa susah dalam hati, berduka cita, merasa pilu, menyedihkan dan menyusahkan (Dendy Sugiono, 2008). Kesedihan juga merupakan ungkapan perasaan manusia yang terjadi karena ketidaksukaan atau kesakitan yang dialaminya kemudian dirasakan didalam batin seseorang.
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kesedihan
Kesedihan sendiri memiliki berbagai banyak sebab, diantaranya seperti kesedihan karena kehilangan, kesedihan karena tersakiti, kesedihan karena kehilangan kebebasan dalam hak individu, kesedihan karena berpisah dan masih banyak kejadian yang menyebabkan kesedihan pada akhirnya.
Menurut Muhammad Utsam Najati, kesedihan akan timbul jika seseorang mengalami kehilangan. Kehilangan itu dapat berupa orang yang dicintai, kehilangan benda yang memiliki nilai besar berharga ditimpa oleh malapetaka, musibah, ataupun gagal dalam merealisasikan suatu perkara yang penting. (Utsman Najati, 2002). Penyebab utama kesedihan adalah penyesalan atas kepergian orang-orang atau kekayaan duniawi yang kita cintai. (Ibn Miskawaih, 1988). Jadi kesedihan akan terjadi diakibatkan apabila seseorang menyimpan sesuatu dalam hati, yaitu perasaan sedih yang berlarut-larut.
Makna Kesedihan
1. Sebagai Kesadaran Diri
Kesadaran diri menurut Brigham (1991) yaitu individu akan lebih memfokuskan pada isi diri atau diarahkan ke dalam untuk memusatkan perhatian pada aspek diri sendiri. Kesadaran diri terdiri dari dua jenis yaitu: kesadaran diri pribadi (private self awarness) dan kesadaran diri publik (public self awarness). Kesadaran diri pribadi merupakan aspek yang bersifat relatif pada diri seperti mood, persepsi dan perasaan. Kesadaran diri publik merupakan peraturan yang diarahkan pada aspek tentang diri yang tampak atau kelihatan oleh orang lain seperti penampilan dan tindakan sosial. Orang yang memiliki kesadaran diri publik yang tinggi akan cenderung menaruh perhatian pada identitas sosialnya dan reaksi orang lain pada dirinya.
2. Sebagai Pengalaman Negatif
Kesedihan digambarkan dengan perasaan sedih, bingung, kecewa, patah hati, haru biru, kecil hati, putus asa, bersedih hati, tidak berdaya, menyedihkan (Ekman, 2008). Pengalaman negatif lebih kepada emosi negatif yang muncul khususnya hopeless, dirasakan sebagai hal yang menyakitkan, dan hal ini dapat merubah hubungan interpersonal yang dialami. Pengalaman negatif tersebut dapat dimaknai sebagai proses penyadaran diri yang membawa pada penemuan hikmah yang ada maupun hikmah baru karena memiliki arti kehidupan dan dijadikan sebagai pembelajaran hidup yang ada.
Referensi :
Amperawan, D. L., & Fitri, A. R. (2014). Makna Kesedihan Bagi Remaja. 74-79