Dalam hidup, tak selamanya orang-orang yang berada di sekitar kita akan terus bersama kita. Mungkin, sobat Psike ada yang pernah merasa hampa, kosong, kesepian, atau sendiri. Lalu, seperti apa orang-orang yang mengalami kekosongan atau emptiness? Mari kita simak bersama!
Dalam psikologi, kekosongan atau emptiness merupakan gejala yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan mental. seperti depresi, anhedonia, skizofrenia, serta Borderline Personality Disorder (BPD). Namun, tidak semua kekosongan terjadi disebabkan oleh gangguan mental.
Mengalami “kekosongan” ini menciptakan pemikiran yang mengarah pada tindakan yang bertujuan menjauhkan individu dari emosi negatif, yang kemudian digantikan oleh rasa sakit fisik, seperti melukai diri sendiri, penyalahgunaan alkohol atau zat, melalukan perilaku berbahaya, atau pergaulan seksual dan eating disorder. Dengan kata lain, orang-orang yang mengalami kekosongan akan berusaha menghindar dari emosi negatif akibat kekosongan tersebut dan kemudian melakukan perilaku-perilaku diatas untuk mengalihkan perhatian mereka dari kekosongan yang dirasakan.
Lalu, mengapa seseorang bisa merasakan kekosongan?
Faktor Fisik
- Kekurangan waktu tidur. Seseorang bisa merasa kosong/hampa karena tidak cukupnya waktu untuk tidur. Tidur malam yang nyenyak membantu menumbuhkan ketahanan mental dan emosional, sedangkan kurang tidur memicu pemikiran negatif dan kerentanan emosional.
- Kelelahan. Setelah menghabiskan energi yang banyak, seseorang akan merasakan kelelahan dan merasa kosong, terutama pada caregiver atau orang yang membantu orang lain.
Faktor Emosional dan Mental
- Kebosanan atau muak dengan rutinitas yang serupa setiap harinya. Hal ini dikarenakan kurangnya pengalaman lain yang terjadi sehingga seseorang merasa kosong.
- Kesepian setelah putus cinta.
- Ditinggal seseorang untuk selamanya. Hal ini bisa terjadi karena orang tersebut merupakan sosok yang sangat berarti sehingga saat orang tersebut meninggal, ia akan merasakan kekosongan.
- Kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dalam hubungan interpersonal.
Apa Perbedaan Antara Loneliness dengan Emptiness?
Loneliness menyiratkan unsur kerinduan dan perasaan bahwa ada orang yang dibutuhkan, dan yang dibutuhkan tersebut tidak ada pada saat itu. Jika kerinduan ini hadir, individu tidak akan merasa hampa.
Sedangkan emptiness berarti merasa kesepian tanpa merindukan atau memikirkan siapapun untuk menemaninya.
Bagaimana Cara Agar Tidak Merasa Hampa?
Kekosongan yang dirasakan ini tentunya dapat dikurangi dari diri sendiri. Jika kau merasa hampa, kamu dapat mencoba melakukan hal-hal yang dirasa akan menyemangatimu, seperti melakukan hobi, pergi berjalan-jalan, makan enak, atau hal apapun yang dapat mengalihkan perhatianmu pada kekosongan yang kamu rasakan. Kamu juga dapat berkonsultasi kepada psikolog terkait perasaan ini.
Referensi:
Didonna, F., & Gonzalez, Y. R. (2009). Mindfulness and feelings of emptiness. In Clinical handbook of mindfulness (pp. 125-151). Springer, New York, NY.
Field, B. (2021). ‘I Feel Empty:’ What Does It Mean If You Feel This Way? Retrieved from https://www.verywellmind.com/i-feel-empty-5195295
Good Therapy. (2019). Emptiness. Retrieved from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/emptiness