Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Daydreaming: Mengapa Seseorang Melamun?

Daydream atau lamunan merupakan bentuk dari imajinasi. Dalam daydream, individu membentuk gambaran mental dari pengalaman masa lalu atau situasi yang belum pernah dia alami. Daydream dapat dipicu oleh situasi, memori, atau input sensorik (penglihatan, rasa, penciuman, suara, sentuhan). Daydream mungkin digunakan oleh individu untuk melarikan diri dari kenyataan untuk sementara waktu, untuk mengatasi situasi yang membuat frustrasi, atau untuk memuaskan keinginan yang tersembunyi (Daydreaming – Example Of Mean, Mean Example, and Daydreams – JRank Articles, n.d.).

Ketika orang melamun, perhatian mereka terfokus ke dalam dan mengabaikan rangsangan eksternal di lingkungannya. Hampir semua orang melakukan lamunan meskipun frekuensi melamun sangat bervariasi dari individu ke individu. Secara khusus, orang dapat bervariasi pada tiga pola atau gaya melamun yang berbeda. Pertama, Positive constructive daydreaming yang ditandai dengan orientasi masa depan yang optimis dan membayangkan pikiran-pikiran seperti angan-angan yang kreatif dan disengaja. Orang-orang yang tinggi dalam positive constructive daydreaming menikmati lamunan mereka dan mendapati bahwa lamunan tersebut memiliki fungsi yang positif (misalnya, merencanakan tindakan di masa depan). Kedua, guilty/fear-of-failure daydreaming berorientasi pada emosi negatif dan meliputi pikiran-pikiran negatif yang ditandai dengan pemeriksaan diri yang menyakitkan dan ketakutan akan kegagalan. Orang-orang yang sering melakukan guilty/fear-of-failure daydreaming melaporkan bahwa lamunan mereka sering fokus pada peristiwa negatif dan kekhawatiran tentang tidak memenuhi standar yang penting. Ketiga, poor attentional control yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk fokus pada tugas saat ini atau aliran kesadaran internal seseorang. Orang-orang dengan poor attentional control melaporkan bahwa mereka sering berkelana dan perhatiannya mudah teralihkan (Williams & Vess, 2016).

Hasil temuan penelitian menyatakan bahwa lamunan seseorang mungkin lebih memberi individu kebahagiaan jika menyangkut orang-orang dikenal individu di dunia nyata daripada orang-orang imajiner yang ingin individu kenali. Namun, ada kalanya lebih baik untuk tidak melamun. Setiap kali individu terhanyut ke dalam lamunan saat seseorang memberikan ceramah, pidato, atau seminar yang membosankan, individu mungkin tiba-tiba menyadari bahwa mereka tidak tahu apa yang baru saja dikatakan pemateri. Individu juga akan berada dalam masalah jika berada dalam kondisi mengikuti tes atau menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada individu. Dalam situasi sosial, seperti kencan atau jamuan keluarga, konsekuensinya pun bisa memalukan (Psychology Today, 2013).

Bukti lain menunjukkan bahwa isi lamunan dapat mengganggu ingatan individu, bahkan ketika individu telah memperhatikan informasi yang sedang coba dipelajari. Psikolog Universitas North Carolina, Greensboro Peter Delaney dan rekannya menginstruksikan peserta mahasiswa untuk melamun tentang situasi yang sangat mirip atau yang sangat berbeda dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Hasilnya, mereka yang disuruh membayangkan diri mereka dalam keadaan yang sangat berbeda memiliki ingatan yang lebih buruk daripada mereka yang diperintahkan untuk melamun tentang suatu keadaan yang mirip (Psychology Today, 2013).

Di sisi lain, jika individu mulai mengacaukan lamunan dengan kenyataan, lamunan dapat berubah menjadi halusinasi. Melamun umumnya tidak berbahaya, kecuali mengganggu aktivitas hidup sehari-hari. Ketika rutinitas harian si pelamun terganggu—seorang pengemudi terus-menerus melewatkan jalan keluar di jalan bebas hambatan, atau seorang siswa tidak mendengar guru memberikan pekerjaan rumah— cobalah pertimbangkan apakah lamunan tersebut merupakan gejala dari masalah psikologis atau bukan (Daydreaming – Example Of Mean, Mean Example, and Daydreams – JRank Articles, n.d.).

 

Semoga Bermanfaatt!!

Sumber gambar: https://www.israel21c.org/could-daydreaming-be-harmful/

Referensi:

Daydreaming – Example Of Mean, Mean Example, and Daydreams – JRank Articles. (n.d.). Retrieved August 26, 2021, from https://psychology.jrank.org/pages/163/Daydreaming.html

Psychology Today. (2013, January 8). Why and How You Daydream | Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201301/why-and-how-you-daydream

Williams, H., & Vess, M. (2016). Daydreams and the True Self: Daydreaming Styles Are Related to Authenticity. Imagination, Cognition and Personality, 36(2), 128–149. https://doi.org/10.1177/0276236616646065

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *