Apakah kalian pernah mendengar mengenai body positivity dan body neutrality?
Apa perbedaan dari dua istilah tersebut?
Sebelum membahas terlalu jauh, mari kita kenali dan pahami terlebih dahulu mengenai body positivity dan body neutrality.
Body positivity adalah sebuah gerakan social yang digalakkan di seluruh dunia yang memiliki fokus unruk persamaan dan penerimaan terhadap semua jenis bentuk tubuh dan ukuran. Gerakan ini muncul akibat adanya standar dalam masyarakat yang secara tidak langsung menuntut seseorang untuk tampil sesuai dengan standar tersebut (misalnya bertubuh kurus). Bagi individu yang tidak bisa memenuhi standar tersebut biasanya mereka akan rentan mengalami depresi, gangguan makan dan menurunnya kepercayaan diri. Tubuh bermacam-macam bentuk dan ukurannya. Selulit, kerutan adalah sebuah hal yang normal. Olahraga dan program diet yang terlalu keras dapat membuat tubuh malah tidak sehat, maka dari itu akan lebih baik jika memfokuskan diri mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan mencintai tubuh apa adanya karena semua tubuh cantik. Body positivity menjadi tren yang cukup menjamur saat ini. Perkembangannya yang semakin meluas tentu saja juga menimbulkan kritik beberapa diantaranya:
1. Body positivity dan obesitas
Dinilai membuat budaya yang tidak sehat karena memperbolehkan seseorang yang sebenarnya kurang sehat tidak mempedulikan resiko kesehatan dari kebiasaan dan perilakunya saat ini. Misalnya, seorang yang mengalami obesitas akan mengabaikan saran-saran yang bertujuan baik untuk kesehatannya dengan dalih menerapkan body positivity. Obesitas dapat menyebabkan resiko diabetes dan serangan jantung.
2. Terlalu Fokus Pada Penampilan
Pada sisi yang lain, body positivity dapat membuat seseorang terobsesi dengan penampilannya sehingga kadang individu lupa untuk memperhatikan aspek lain yang lebih penting dalam kehidupannya. Misalnya, banyak individu yang melakukan diet dan olahraga yang cukup ekstrim karena mereka merasa tertekan untuk mencintai tubuhnya.
Body Neutrality
Body neutrality memiliki arti yang berbeda dengan body positivity. Body positivity tidak fokus untuk mencintai tubuh apa adanya, tetapi body neutrality lebih menekankan pada filosofi tentang kegunaan tubuh. Body neutrality mengkampanyekan penerimaan pada diri sendiri terhadap tubuh, yang memiliki pandangan netral terhadap tubuh. Individu tidak harus selalu mencintai tubuhnya setiap saat karena kita tidak selalu dapat mencintai tubuh setiap saat. Ada fase atau waktu dimana kita akan merasa kurang puas dengan keadaan tubuh kita saat ini, tetapi kita harus tetap bahagia dan mengapresiasi setiap hal yang tubuh kita bisa lakukan. Sebagai contoh tubuhmu bisa berlari, membawa barang, memberi pelukan terhadap orang yang disayang. Body neutrality lebih mengarahkan kepada perasaan menghargai tubuh, melakukan perawatan, nutrisi dan istirahat kalian akan menyadari bagaimana tubuh dapat bekerja secara baik dan bersama-sama.
Menerapkan Body Positivity dan Body Neutrality
Kalian dapat menerapakan keduanya, kadang kalian bisa mencintai tubuh dengan baik dan kadang pula kalian bisa merasa kurang dalam penampilan tetapi tetap mengapresiasi apa yang tubuhmu bisa lakukan. Berikut adalah perbedaan antara Body Positivity dan Body Neutrality secara general.
Body Positivity
• Mendorong untuk memiliki harga diri yang kuat
• Mendorong individu untuk mencintai tubuhnya apapun yang terjadi
• Mendorong individu untuk merawat tubuhnya.
Body Neutrality
• Menekankan apa yang tubuh kita bisa lakukan
• Mendorong individu untuk memiliki kesadaran terhadap kemampuan tubuhnya.
• Fokus kepada tubuh serta fungsinya dibandingkan pada apa yang tampak di luarnya.
Itu adalah penjelasan singkat mengenai body positivity dan body neutrality. Kalian bisa sama-sama mencintai tubuh dan juga mengapresiasi apa yang tubuhmu juga bisa lakukan. Semoga artikel ini membantu!
Referensi:
https://www.verywellmind.com/body-positivity-vs-body-neutrality-5184565