Apa itu Body Image?
Body image atau citra tubuh adalah persepsi yang dimiliki seseorang tentang fisiknya, terutama pikiran dan perasaan yang dialami individu sebagai hasil dari persepsi tersebut. Citra tubuh mengacu pada bagaimana seorang individu melihat tubuh mereka sendiri dan seberapa menarik mereka merasa diri mereka. Menurut National Eating Disorder Association (NEDA), citra tubuh tidak hanya berasal dari apa yang kita lihat di cermin, tetapi aspek keyakinan, pengalaman, dan generalisasi juga berkontribusi.
Sepanjang sejarah, lingkungan sosial telah memberikan arti penting pada keindahan tubuh manusia. Masyarakat, media, media sosial, dan budaya populer sering membentuk pandangan tentang standar keindahan tubuh manusia yang dapat memengaruhi cara seseorang melihat tubuhnya sendiri. Namun, standar ini tidak selalu membantu karena banyak orang yang khawatir tentang citra tubuh mereka. Kekhawatiran ini sering berfokus pada berat badan, kulit, rambut, atau bentuk atau ukuran bagian tubuh tertentu. Serangan terus-menerus oleh media dapat menyebabkan orang merasa tidak nyaman dengan tubuh mereka, yang menyebabkan kesusahan dan kesehatan yang buruk. Hal ini juga dapat mempengaruhi pekerjaan, kehidupan sosial, dan aspek kehidupan lainnya.
Citra tubuh berhubungan dengan:
- Apa yang seseorang percaya tentang penampilan mereka?
- Bagaimana perasaan mereka tentang tubuh, tinggi, berat, dan bentuk mereka?
- Bagaimana mereka merasakan dan mengendalikan tubuh mereka saat mereka bergerak
Citra tubuh seseorang akan berkisar dari positif atau kepuasan dengan tubuhnya, hingga negatif atau ketidakpuasan dengan tubuhnya. Individu yang memiliki citra tubuh berisiko terkena gangguan dismorfik tubuh (BDD), gangguan makan, dan kondisi lainnya.
Empat Aspek Body Image
1. Cara individu melihat diri sendiri (Perseptual)
Cara kita melihat tubuh tidak selalu merupakan representasi yang benar dari penampilan kita yang sebenarnya. Misalnya, ada seseorang mungkin menganggap dirinya gemuk padahal sebenarnya berat badannya kurang. Bagaimana seseorang melihat diri mereka sendiri adalah citra tubuh persepsi mereka.
2. Cara individu merasakan penampilannya (Afektif)
Ada hal-hal yang mungkin disukai atau tidak disukai seseorang tentang penampilannya. Perasaan kita tentang tubuh, terutama jumlah kepuasan atau ketidakpuasan yang kita rasakan yang berhubungan dengan penampilan, berat badan, bentuk dan bagian tubuh adalah citra tubuh afekti.
3. Pikiran dan keyakinan yang individu rasakan tentang tubuh (Kognitif)
Beberapa orang percaya kalau mereka akan merasa lebih baik jika mereka lebih kurus, yang lain percaya bahwa mereka akan terlihat lebih baik jika mereka mengembangkan lebih banyak otot. Cara kita berpikir tentang tubuh kita adalah citra tubuh kognitif.
4. Hal-hal yang individu lakukan terkait dengan penampilan (Perilaku)
Ketika seseorang tidak puas dengan penampilan mereka, mereka mungkin beperilaku destruktif seperti berolahraga berlebihan atau makan yang tidak teratur sebagai sarana untuk mengubah penampilan. Beberapa orang mungkin mengasingkan diri karena merasa tidak enak dengan penampilan mereka. Perilaku saat kita terlibat dalam suatu perialu yang bertujuan untuk mengubah citra tubuh adalah citra tubuh perilaku.
Apa itu Citra Tubuh Positif?
Citra tubuh positif adalah individu yang mampu memahami kalau harga diri mereka tidak ditentukan oleh penampilan fisik. Individu dengan citra tubuh yang positif umumnya akan memiliki tingkat kesehatan fisik dan psikologis yang lebih tinggi, serta perkembangan pribadi yang lebih baik. Citra tubuh yang positif akan mempengaruhi:
Tingkat harga diri. Harga diri menentukan bagaimana perasaan seseorang tentang diri mereka sendiri dan ini dapat menyusup ke setiap aspek kehidupan orang itu. Semakin tinggi harga diri individu, semakin mudah untuk mengoptimalkan kehidupan sehari-hari, semakin mudah bersosialisasi yang mengarah ke tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan yang lebih tinggi.
Penerimaan diri. Semakin positif citra tubuh seseorang, semakin besar kemungkinan orang tersebut merasa nyaman dan bahagia dengan penampilannya. Seseorang dengan citra tubuh yang positif cenderung tidak terpengaruh oleh citra yang tidak realistis di media dan tekanan masyarakat untuk berpenampilan tertentu.
Pandangan dan perilaku yang sehat. Ketika kita bisa menyelaraskan kebutuhan tubuh, maka kesejahteraan fisik dan psikologis akan meningkat. Citra tubuh yang positif akan mengarah pada gaya hidup yang seimbang dengan sikap dan praktik yang lebih sehat dengan makanan dan olahraga.
Apa itu Citra Tubuh Negatif?
Individu yang memiliki citra tubuh negatif cenderung merasa tidak puas dengan tubuh dan penampilannya. individu tersebut kemungkinan akan membandingkan diri mereka dengan orang lain dan merasa tidak mampu ketika melakukannya, merasa malu, kurang percaya diri, merasa tidak nyaman atau canggung dengan tubuh sendiri, melihat bagian tubuh sebagai sesuatu yang tidak disukai.
Dalam beberapa kasus, memiliki citra tubuh yang negatif dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan mental, seperti depresi. Beberapa orang juga mengalami body dismorphic disorder (BDD) yang melihat sebagian atau seluruh tubuhnya secara negatif. Mereka bisa melakukan operasi plastik untuk “memperbaiki” bagian tubuh yang tidak mereka sukai, seperti ukuran hidung. Seseorang juga dapat melakukan operasi yang tidak perlu, melakukan penurunan berat badan yang tidak aman, seperti diet ketat atau penggunaan hormon yang tidak tepat untuk membangun otot. Menurut National Eating Disorder Association (NEDA), ada hubungan kuat antara gangguan makan dan citra tubuh negatif.
Apa yang Menyebabkan Individu Tidak Puas dengan Tubuhnya Sendiri?
Ketika seseorang memiliki pikiran dan perasaan negatif tentang tubuhnya sendiri dapat menyebabkan timbulnya ketidakpuasan tubuh. Pengaruh lingkungan juga berperan besar dalam mempengaruhi orang memandang dan merasakan tentang tubuh mereka. Keluarga, teman, kenalan, guru, dan media seseorang semuanya berdampak pada bagaimana kita melihat dan merasakan tentang diri dan penampilan kita. Secara khusus, ketika seorang individu berada dalam lingkungan yang berorientasi pada penampilan atau menerima umpan balik negatif tentang penampilan mereka, misalnya dengan diejek mereka memiliki risiko ketidakpuasan tubuh yang lebih tinggi.
Orang-orang dari segala usia dibombardir dengan gambar melalui media seperti TV, majalah, internet dan iklan. Gambar-gambar ini seringkali tidak realistis, tidak dapat diperoleh dan sangat bergaya, mempromosikan kecantikan dan penampilan ideal untuk pria dan wanita di masyarakat kita. Mereka mengirim pesan kuat yang menegaskan kembali bahwa dalam budaya kita kurus itu indah untuk wanita dan tubuh berotot adalah bentuk tubuh yang ideal untuk pria dan bahwa ketika bentuk tubuh ini tercapai, kebahagiaan, kesuksesan, dan cinta akan terwujud. Cita-cita yang ditunjukkan dalam gambar-gambar ini telah dibuat oleh penata gaya, tim seni, dan manipulasi digital dan tidak dapat dibuat atau dicapai dalam kehidupan nyata. Jika seseorang merasa bahwa mereka tidak sesuai dengan gambar-gambar ini, perasaan ketidakpuasan tubuh dapat meningkat dan berdampak merusak pada kesejahteraan psikologis dan fisik orang tersebut.
Bagaimana Cara Meningkatkan Citra Tubuh?
Hal penting yang perlu kita ingat adalah ada beberapa aspek tubuh yang tidak bisa kita ubah, seperti tinggi badan, komposisi otot, dan struktur tulang karena itu semua bersifat genetik. Kita mungkin dapat mengubah beberapa aspek dalam tubu, tetapi penting untuk memahami dan percaya bahwa tidak ada yang benar atau salah dalam hal bentuk atau penampilan tubuh. Kita perlu belajar menerima bentuk tubuh agar bisa menuju perasaan positif tentang berat badan, bentuk, ukuran, dan penampilan. Sekalipun kita tidak bisa mengubah bagian-bagian tubuh, kita masih bisa mengubah cara kita melihat, merasakan, dan berpikir tentang tubuh kita. Berikut ini beberapa tips untuk meningkatkan citra tubuh:
- Fokus pada kualitas, keterampilan, dan bakat positif. Ini dapat membantu kita belajar menerima dan menghargai seluruh diri karena kita lebih dari sekedar makhluk fisik.
- Katakan hal-hal positif kepada diri sendiri setiap hari. Ketika kita mengatakan sering mengatakan hal positif tentang diri, seiring berjalannya waktu kita mulai mempercayainya.
- Hindari self talk yang mencaci maki atau negatif.
- Fokus pada apa yang tubuh kita dapat lakukan dan telah lakukan. Tubuh yang kita miliki adalah hal yang luar biasa, menghargai dan menghormati semua hal yang dapat dilakukannya akan membantu kita merasa lebih positif tentangnya.
- Tetapkan tujuan positif yang terkait dengan kesehatan daripada yang terkait dengan penurunan berat badan. Usahakan untuk terlibat dalam praktik dengan makanan dan olahraga yang meningkatkan kesehatan daripada penurunan berat badan yang drastis. Ingat kurusnya seseorang tidak selalu menjamin kesehatan.
- Hindari membuat perbandingan tubuh dengan orang lain. Setiap orang itu unik dan perbedaan itulah yang membuat seseorang istimewa. Mengagumi kecantikan orang lain bisa menjadi hal positif untuk kepercayaan diri sendiri, tetapi penting juga untuk menghargai kecantikan dan menerima diri secara keseluruhan agar kita bisa merasa lebih nyaman dengan tubuh sendiri.
- Mempertimbangkan apa yang kita lihat dan baca. Ingat bahwa sebagian besar gambar yang disajikan di media tidak realistis dan mewakili minoritas populasi. Banyak gambar di majalah telah diubah secara digital dan tidak mewakili seperti apa rupa orang sebenarnya.
Referensi:
Brazier, Y. (2020, October 12). What is body image? Medical News Today. Retrieved November 4, 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/249190#negative-body-image
National Eating Disorder Collaboration. (n.d.). Body Image. Retrieved November 4, 2021, from https://www.confidentbody.net/uploads/1/7/0/2/17022536/nedc_body_image_fact_sheet.pdf