Work burnout adalah jenis khusus dari stres terkait pekerjaan yang melibatkan keadaan kelelahan fisik atau emosional, rasa pencapaian yang berkurang dan hilangnya identitas pribadi. Burnout bukan termasuk diagnosis medis. Beberapa ahli berpendapat bahwa kondisi lain, seperti depresi adalah alasan di balik burnout. Para peneliti menunjukkan bahwa faktor individu, seperti ciri kepribadian dan kehidupan keluarga juga dapat mempengaruhi siapa saja yang bisa mengalami work burnout.
Gejala Work Burnout
- Menjadi sinis atau kritis di tempat kerja;
- Merasa berat dan kesulitan saat bekerja;
- Mudah tersinggung dengan rekan kerja, pelanggan, atau klien;
- Kurang energi untuk menjadi produktif;
- Merasa sulit untuk berkonsentrasi;
- Merasa kurang puas dengan pencapaian;
- Merasa kecewa dengan pekerjaan;
- Mulai mengonsumsi makanan, obat-oabtan atau alkohol untuk merasa lebih baik;
- Kebiasaan tidur berubah;
- Merasakan sakit kepala yang tidak dapat dijelaskan, sakit perut, atau keluhan fisik lainnya tanpa sebab.
Gejala-gejala work burnout ini jika tidak ditangani depat cepat dan tepat, maka dapat menyebabkan stres berlebih, letih, insomnia, sedih, mudah marah, konsumsi alkohol dan obat-obatan, risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan menurunnya imunitas tubuh.
Penyebab Work Burnout
Work burnout dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
- Tidak mampu membuat keputusan yang memengaruhi pekerjaan, seperti jadwal, tugas, atau beban kerja.
- Tidak memiliki jobdesc dan tujuan yang jelas.
- Dinamika tempat kerja yang disfungsional, seperti diganggu oleh rekan kerja atau memiliki atasan yang otoriter.
- Proyek atau rencana yang tidak sesuai ekspektasi.
- Kurang dukungan sosial.
- Ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.
Bagaimana Cara Mengatasi Work Burnout?
Berikut ini 8 tips yang bisa membantumu mengatasi work burnout:
Mengutamakan diri sendiri. Abraham Maslow berpendapat bahwa seseorang hanya akan menjadi bahagia jika mereka mengekspresikan diri dan mencapai potensi penuh mereka. Artinya jika kamu mengutamakan kepentingan orang lain dengan terus-menerus mengiyakan permintaan mereka, maka dapat meningkatkan risiko work burnout. Terkadang kamu perlu menolak permintaan rekan kerjamu jika memang itu bukan bagian dari pekerjaanmu dan kamu sedang tidak punya waktu dan sedang kelelahan.
Membandingkan tugas yang diterima dengan yang seharusnya. Seringkali tugas yang kamu diterima tidak sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang seharusnya. Kamu bisa membandingkan keduanya, lalu memberi tahu atasanmu supaya kamu tidak perlu mengerjakan tugas yang bukan bagianmu.
Membangun hubungan yang baik di tempat kerja. Mendapat dukungan dari rekan kerja ataupun atasan dapat membuatmu lebih bersemangat. Daripada menghadapi kelelahan sendirian cobalah untuk curhat dengan rekan kerja yang kamu percaya. Dengan begitu kamu bisa mengekspresikan diri dan mendapat solusi.
Beristirahat sejenak. Ketika kamu mulai merasa lelah secara emosional, mental, dan fisik, itu artinya kamu perlu mengambil cuti. Kamu bisa mengambil cuti selama beberapa hari atau memanfaatkan waktu akhir pekan. Namun, jika tidak memungkinkan kamu bisa mengistirahatkan diri dengan tidak membuka handphone atau benda-benda yang berhubungan dengan pekerjaan.
Meditasi. Meditasi dapat mengurangi gejala pada sejumlah gangguan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Meditasi melibatkan pengembangan kesadaran atas pengalaman saat ini dengan sikap welas asih, tidak menghakimi. Meditasi bisa dilakukan selama sepuluh menit setiap harinya.
Lakukan sesuatu yang berarti dan menarik. Cari tahu bagian apa yang paling memuaskan dari pekerjaanmu dan cobalah untuk mendedikasikan lebih banyak waktu untuk tugas-tugas itu. Diluar pekerjaan kamu bisa mencari aktivitas lain yang bisa membuatmu senang, seperti memulai bisnis sampingan, menulis buku, atau membereskan rumah.
Membuat daftar tugas yang harus dilakukan. Membuat daftar tugas dapat sangat berguna, tetapi perlu diingat kalau daftar tugas harus dibuat seefisien mungkin. Tekankan tugas-tugas yang paling prioritas dan kurangi yang bukan. Buatlah daftar tugas yang singkat dan mudah diatur sehingga kamu tidak kewalahan.
Mengubah suasana. Saat kamu sedang merasa stres kamu bisa mencoba untuk melakukan perubahan kecil pada lingkungan di sekitarmu, seperti mengubah posisi meja kerja atau lemari. Hal ini dilakukan agar kamu bisa merasakan suasana baru yang lebih baik.
Referensi:
Mayo Clinic. (2021, June 5). Job burnout: How to spot it and take action. Retrieved October 18, 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/burnout/art-20046642
Rampton, J. (2020, March 31). 8 Ways to Get Over Job Burnout (Without Quitting). Inc.Com. Retrieved October 18, 2021, from https://www.inc.com/john-rampton/8-ways-to-get-over-job-burnout-without-leaving.html