Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Atasi Ansos, Pulihkan mental.

           Atasi Ansos, Pulihkan mental.

(Penulis : Syanne Octavia Mabuka)

Setiap hari teknologi yang ada disekitar kita semakin memanjakan setiap generasi dengan berbagai layanan dan kenikmatan yang disuguhkan tanpa mengenal adanya batasan. Tapi sadarkah kamu setiap kecanggihan teknologi tentunya memiliki dampak terhadap diri kita sebagai pengguna?.  Dengan kecanggihan teknologi saat ini, manusia dapat dengan mudahnya saling berkomunikasi walaupun dengan jarak yang jauh, namun interaksi nyata manusia sebagai makhluk sosial itu sendiri semakin terkikis oleh kenikmatan teknologi. Istilah antisosial (Ansos) mulai muncul pada era saat ini, antisosial sendiri adalah pola perilaku di mana seseorang terus menerus mengabaikan dan bersikap acuh terhadap orang-orang di sekitarnya.

Di sekitar kita terdapat orang-orang yang seakan menghindar atau menolak bersosialisasi dengan orang lain dan justru lebih nyaman ketika sendirian, kerap kali kita menyebutnya sebagai “ansos”. Antisosial sendiri merupakan kondisi gangguan kepribadian seseorang yang menunjukkan perilaku yang acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Kepribadian ansos ini mulai menjangkit generasi muda yang sibuk dengan interaksi di dunia mayanya sendiri dan cenderung mengisolasi diri dari interaksi sosial yang sebenarnya. Hal ini tentunya merupakan dampak nyata dari pengaruh negatif perkembangan teknologi di era modern saat ini.

Pada dasarnya perilaku ansos ini dapat disebabkan oleh berbagai hal secara internal maupun eksternal yang mempengaruhi kondisi mental seseorang, mulai dari permasalahan di dalam keluarga, lingkungan yang tidak sehat, adanya trauma di masa lalu,dan sebagainya.

Kondisi nyata maraknya perilaku ansos pada era modern ini ialah setiap orang yang kita temui sibuk dengan smartphone masing-masing. Orang-orang di era ini lebih memilih berkomunikasi secara virtual melalui layanan chating, hal ini tentu akan berdampak buruk terhadap psikis dan mental seseorang. Penggunaan teknologi sendiri akan menyerang keadaan mental seseorang. Kondisi mental yang buruk sama halnya dengan penyakit fisik yang tentunya membahayakan bagi diri sendiri. Seseorang yang ansos tentunya membutuhkan dukungan dari lingkungannya untuk dapat bangkit melawan rasa ketidaknyamanan akan interaksi sosial di lingkungannya. Lingkungan positif tentu sangat mempengaruhi kondisi mental setiap orang, rasa nyaman dari lingkungan akan membangun interaksi sosial yang baik tentunya.

Bagaimana menjaga kesehatan mental untuk menghindari kepribadian ansos?.

Kondisi mental setiap orang tentunya berbeda-beda tergantung kondisi batin kita, ada yang dalam keadaan buruk atau keadaan baik. Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menjaga keadaan mental kamu:

  • Melakukan aktivitas positif, dengan aktivitas yang positif akan membangun kondisi mood yang baik dan menghindari
  • Positif thingking, pemikiran positif akan menghindari kita dari hal-hal yang tidak perlu dipikirkan sehingga tidak akan membebani diri sendiri
  • Me-time, luangkan waktu untuk diri sendiri melepas kepenatan dari berbagai aktifitas yang menguras pikiran dan tenaga. Lakukan hal yang kamu sukai.
  • Motivasi , bangun motivasi untuk diri sendiri dalam melakukan atau mencapai suatu hal sehingga kamu tidak akan mudah merasa cemas,khawatir, atau menyerah dengan mudah. Hal ini akan sangat berguna bagi kamu dalam membangun mental yang kuat.
  • Curhat . Walau hal yang sederhana, dengan curhat terhadap orang yang kamu percaya akan mengurangi beban pikiran, sehingga kamu mendapatkan solusi terhadap persoalan sulit yang kamu alami.
  • Berinteraksi dengan lingkungan yang membangun kepribadian positif bagi kamu
  • Kurangi kecendrungan komunikasi secara virtual. Jika kamu ingin berkomunikasi dengan orang lain upayakan untuk berinteraksi secara langsung, sehingga kamu dapat dengan mudah bergaul dengan orang lain.
  • Jangan lupa selalu bersyukur, kunci utama dari mental yang sehat adalah rasa syukur. Secara tidak sadar saat kamu mengeluh akan persoalan yang kamu alami justru akan memicu rasa stres bagi pikiranmu. Orang yang penuh dengan rasa syukur akan hidupnya cenderung merasa bahagia walau persoalan terjadi dalam hidupnya.

Dalam membangun kesehatan mental setiap orang punya cara yang berbeda, lakukan lah hal-hal yang menurut kamu efektif terhadap kesehatan mentalmu, namun jika kamu merasa kesulitan lebih baik berkonsultasi dengan yang pihak yang professional.

 

sumber referensi :

https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental

https://psikologi.uma.ac.id/gangguan-kepribadian-antisosial/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *