Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Yang Terjadi Jika Attachment Penggemar Terlalu Kuat Dengan Idolnya?

Menjadi seorang penggemar rasanya belum lengkap jika belum menyukai karya-karya idol hingga tumbuh rasa penasaran, perasaan kagum, dan ketertarikan kepada idol sehingga menyebabkan munculnya rasa keterikatan yang kuat dengan idol, membuat penggemar rela untuk menghabiskan waktu dan uang untuk mendukung kegiatan idol. Keterikatan yang terlalu kuat dengan idol ternyata dapat membuat penggemar terobsesi dengan idol hingga memunculkan perilaku ekstrem yang dapat membahayakan idol seperti menguntit aktivitas dan privasi idol. Lantas, mengapa ketertarikan yang kuat dapat mendorong penggemar melakukan hal-hal tersebut?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat penggemar merasakan keterikatan dengan selebriti, semakin besar kemungkinan penggemar akan mengadopsi dan menyebarkan pesan-pesan kesehatan atau politik yang dipromosikan oleh selebriti (Brooks, 2021). Keterikatan pada selebriti dapat menyebabkan adanya perilaku identifikasi dimana penggemar meniru perilaku selebriti agar seolah-olah terlihat bahwa penggemar memiliki banyak kesamaan dengan selebriti (Chia & Ling, 2009). Keterikatan penggemar dengan selebriti juga dapat membuat penggemar rela menghabiskan waktu dan uang untuk dapat berpartisipasi atau mendukung kegiatan selebriti yang mereka sukai. Bahkan tidak jarang penggemar mengorbankan kebutuhan pribadi nya untuk membeli sesuatu yang berhubungan dengan selebriti yang mereka sukai (Mihardja & Paramita, 2019). Namun, keterikatan penggemar pada selebriti dapat berubah menjadi ekstrem bahkan hingga muncul obsesi yang membuat penggemar mengidolakan selebriti hingga sampai titik menganggap bahwa selebriti adalah sinar dalam hidup penggemar (Cheung & Yue, 2019). Keterikatan yang dialami penggemar tersebut merupakan salah satu indikator dari perilaku celebrity worship.

Apa sih celebrity worship itu? Celebrity worship digambarkan sebagai bentuk keterikatan psikologi yang intens sehingga melibatkan hubungan antara individu dengan selebriti favoritnya sebagai fokus utama hidup mereka, adanya identifikasi dan perasaan obsesi yang kuat sehingga membuat orang tersebut setia dan mau untuk menginvestasikan uang dan waktu untuk selebriti tersebut (Brown, 2015).

Celebrity worship terdiri dari tiga tahapan. Tahapan paling rendah yaitu entertainment-social dimana penggemar memiliki ketertarikan kepada selebriti karena kemampuan mereka yang menghibur dan menjadi sumber interaksi sosial dengan orang lain. Tahapan ini terdiri dari perilaku berbicara dengan orang lain tentang selebritas favorit dan mengikuti kehidupan mereka melalui media sosial. Lalu tahapan tingkat menengah dinamakan personal-intense yaitu ketika rasa tertarik penggemar berubah menjadi perasaan yang intensif dan kompulsif tentang selebriti. Tingkatan ini memiliki karakteristik seperti memikirkan idol tersebut berulang kali setiap hari, munculnya perasaan khusus yang dimiliki penggemar sehingga ia merasa memiliki kedekatan khusus dengan idolnya. Sedangkan tahapan terakhir bernama borderline-pathological yaitu ketika penggemar menunjukkan sikap yang ekstrim seperti sikap identifikasi yang berlebihan kepada idolnya, kesediaan untuk melakukan segala hal yang disukai idol, serta adanya perilaku fantasi khayalan yang tidak terkendali terkait idol yang disukainya (Maltby & Day, 2015).

Menyukai idola memang hal yang wajar. Namun, kegiatan tersebut dapat menjadi merugikan penggemar jika terlalu bertindak berlebihan kepada idol hingga melupakan kewajiban yang harus dilakukan di real-life. Oleh karena itu, bertindaklah sewajarnya dan secukupnya dalam menyukai idol!

Semoga Bermanfaatt!!

Sumber Gambar:

 

Referensi:

Brooks, S. K. (2021). FANatics: Systematic literature review of factors associated with celebrity worship, and suggested directions for future research. Current Psychology, 40(2), 864–886. https://doi.org/10.1007/s12144-018-9978-4

Brown, W. J. (2015). Examining Four Processes of Audience Involvement With Media Personae: Transportation, Parasocial Interaction, Identification, and Worship. Communication Theory, 25(3), 259–283. https://doi.org/10.1111/comt.12053

Cheung, C. K., & Yue, X. D. (2019). Idols as Sunshine or Road Signs: Comparing Absorption-Addiction Idolatry With Identification-Emulation Idolatry. Psychological Reports, 122(2), 411–432. https://doi.org/10.1177/0033294118758903

Chia, S. C., & Ling, Y. (2009). Media, Celebrities, And Fans: An Examination Of Adolescents’ Medla Usage And Involvement With Entertainment Celebrities. Journalism & Mass Communication Quarterly.

Maltby, J., & Day, L. (2015). Psychology of Popular Media Culture Regulatory Motivations in Celebrity Interest: Self-Suppression and Self-Expansion. https://doi.org/10.1037/ppm0000087

Mihardja, J., & Paramita, S. (2019). Makna Idola Dalam Pandangan Penggemar (Studi Komparasi Interaksi Parasosial Fanboy dan Fangirl ARMY Terhadap BTS). Koneksi, 2(2), 393. https://doi.org/10.24912/kn.v2i2.3915

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *