Antisosial dan Intovert, beda atau sama?
Antisosial dan Intovert kerap kali dianggap sama oleh sebagian orang, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Introvert merupakan jenis kepribadian sedangkan Antisosial merupakan salah satu jenis gangguan kepribadian.
Gangguan kepribadian antisosial menggambarkan pola perilaku di mana individu secara konsisten mengabaikan dan melanggar hak orang lain di sekitar mereka. Individu dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin akan tampak menawan di luar, tetapi mereka cenderung mudah tersinggung dan agresif serta tidak bertanggung jawab, mereka juga cukup manipulatif dan karena kecenderungan manipulatif mereka, sulit untuk mengetahui apakah mereka berbohong atau mengatakan yang sebenarnya.
Menurut DSM-5, ciri-ciri gangguan kepribadian antisosial meliputi:
•Pelanggaran hak fisik atau emosional orang lain
•Kurangnya stabilitas dalam pekerjaan dan kehidupan rumah
•Kemarahan dan agresi
•Kurangnya memiliki rasa penyesalan
•Konsisten dan tidak bertanggung jawab
•Cenderung ceroboh dan impulsif
•Memiliki kecenderungan untuk berbuat curang
•Diagnosis masa kanak-kanak konsisten dengan gangguan perilaku.
Ketika kalian mendengar kalimat tentang “ Introvert” kalian mungkin akan berpikir tentang seorang individu yang pemalu, pendiam, dan lebih menyukai kesendirian. Mungkin hal itu benar bagi sebagian Introvert, namun ada banyak hal mengenai jenis kepribadian Introvert maupun Ekstrovert. Semuanya tergantung bagaimana kalian memproses dunia di sekitar kalian.
Jika membahas mengenai kepribadian introvert, tentu memiliki definisinya sendiri. Kepribadian Introvert biasa dikenal sebagai kepribadian intraversion, yang artinya mereka yang lebih nyaman berfokus pada pemikiran dan ide di dalam diri mereka daripada apa yang terjadi di luar diri mereka. Seorang Introvert akan lebih merasa santai jika bisa menghabiskan waktu hanya bersama dengan satu atau dua orang daripada dengan grup besar penuh orang.
Menurut seorang psikolog ternama dari Swiss, Carl Jung. Introvert maupun Ekstrovert merupakan dua tipe kepribadian yang didasari oleh bagaimana cara mereka mendapatkan energi dan mengisi ulang tenaga mereka. Introvert mengisi energi mereka dengan memberikan refleksi pada diri sendiri, karena Introvert lebih fokus pada pemikiran pribadi. Pada Ekstrovert mereka mengisi tenaga dengan berkumpul dan berinteraksi bersama orang lain.
Dr. Arnie Kozak, seorang psikoterapis dan asisten professor klinis di University Of Vermont College Of Medicine menjelaskan perbedaan antara Antisosial dan Introvert untuk meluruskan stereotip negatif yang selama ini diberikan kepada kepribadian introvert. Berikut adalah penjelasannya:
1.Menjadi Antisosial merupakan kondisi klinis sedangkan menjadi Introvert adalah sebuah karakteristik yang mendeskripsikan perilaku seorang individu.
” Seseorang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial pada dasarnya adalah seorang psikopat. Ini adalah kondisi klinis yang memiliki komposisi genetik” penjabaran dari Dr. Kozak.
Hal ini dibandingan dengan introvert yang memiliki kemampuan baik dalam menjalani hubungan dengan orang lain. Menjadi introvert adalah sebuah karakteristik kepribadian bukan kondisi klinis, yang setiap komponen penyusunnya membuat orang dengan kepribadian introvert terlihat unik.
2.Introvert memiliki kemampuan dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain serta membangun hubungan, sedangkan pada antisosial memiliki kendala dalam membangun atau berinteraksi dengan orang lain secara sehat.
“An antisocial person is technically someone who is against society, who lacks empathy for others,most introverts are very social people. They have friends, they enjoy spending time with people and they have the capacity for empathy.” ucap Dr. Kozak.
Individu Introvert cukup selektif dalam memilih seseorang untuk masuk ke dalam kehidupan sosial mereka seperti pertemanan, terutama jika ingin menjadi teman dekat. Seringkali ketika berada dalam lingkup yang lebih besar dan dipenuhi oleh orang-orang yang cukup banyak dapat menjadi situasi yang cukup banyak menghabiskan energi bagi seorang introvert, sehingga mereka harus me-recharge diri mereka dengan menghabiskan waktu bersama diri sendiri selama beberapa saat. Pada individu antisosial mereka memiliki ketidakmampuan untuk terhubung dengan orang lain dan mereka juga tidak memiliki empati, kadangkala juga malah bisa melakukan tindakan diluar norma-norma sosial dan masyarakat.
3.Introvert menikmati koneksi mendalam dengan orang yang memiliki kedekatan dengan mereka, sementara antisosial tidak memiliki rasa empati kepada lingkungan sekitar mereka.
Seorang introvert dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang di sekelillingnya. Pada individu Antisosial mereka memiliki ketidakmampuan untuk terhubung dengan orang lain dan, yang kadangkala juga bisa melakukan tindakan diluar norma-norma sosial dan masyarakat. Sebagian besar introvert adalah orang-orang yang memiliki hubungan sosial baik. Mereka memiliki teman, menikmati waktu bersama dengan orang-orang terdekat dan juga memiliki empati.
4.Introvert bukan suatu hal yang mengganggu dan tidak perlu disembuhkan
Dalam sebuah buku berjudul The Power Of Introverts in a World That Can’t Stop Talking karya Susan Cain, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada yang benar-benar memiliki kepribadian introvert sepenuhnya begitu pula dengan ekstrovert. Masing-masing memiliki presentase keduanya baik introvert juga memiliki sisi ekstrovert dan juga sebaliknya ekstrovert pun memiliki sisi introvert. Penting untuk dipahami bahwa menjadi seorang introvert bukanlah suatu masalah dan tidak perlu juga kemudian seorang introvert harus berubah menjadi sama dengan ekstrovert. Karena setiap kepribadian memiliki keunikan masing-masing selama hal itu tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, tidak perlu ada yang diperbaiki.
Bagaimana? Sekarang sudah tahu kan perbedaanya?
Jangan sampai salah membedakan lagi ya!
Referensi:
https://www.sheknows.com/living/articles/1113071/introvert-vs-antisocial/
https://www.webmd.com/balance/introvert-personality-overview#1
https://www.psychologytoday.com/us/conditions/antisocial-personality-disorder
American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition