Hampir semua orang tahu bagaimana rasanya bahagia. Kita bisa merasa bahaga jika ada sesuatu yang berhasil kita capai atau bisa saja merasa bahagia dengan hal-hal sederhana, seperti makan maakanan favorit, menonton film, atau mendengarkan musik. Namun, tahukah kamu kalau ada sebagian orang yang tidak bisa merasa bahagia?
Kondisi ini disebut anhedonia. Anhedonia menggambarkan ketidakmampuan atau berkurangnya kemampuan untuk merasakan kesenangan. Ketika seseorang menderita anhedonia, mereka kehilangan minat pada aktivitas, hobi, atau pengalaman yang dulu mereka sukai. Anhedonia adalah gejala umu dari beberapa gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan penggunaan zat. Individu yang memiliki penyakit fisik seperti nyeri kronis dan penyakit Parkinson juga dapat mengalami anhedonia. Namun, tidak semua orang yang mengalami anhedonia memiliki gangguan kesehatan mental.
Ada dua jenis anhedonia, yaitu:
- Anhedonia sosial, tidak ingin bersosialisasi atau menghabiskan waktu dengan orang lain.
- Anhedonia fisik, menggambarkan ketidakmampuan seseorang untuk merasakan kesenangan dari hal-hal fisik yang biasanya menyenangkan, seperti makan, berpelukan dengan orang yang dicintai, atau interaksi seksual.
Anhedonia dapat menghambat hubungan dengan teman dan anggota keluarga karena menurunnya minat untuk bertemu dan menghabiskan waktu dengan orang lain. Seseorang mungkin akan menolak ajakan untuk menonton film bersama teman atau makan malam dengan keluarga karena merasa aktivitas tersebut tidak lagi bisa memberi rasa bahagia. Anhedonia juga bisa menimbulkan kecemasan sosial karena merasa tidak cocok bertemu dengan orang, terutama orang yang baru kenal.
Sebuah hubungan bisa bertahan dan berkembang jika ada umpan balik yang positif. Pada orang-orang yang memiliki anhedonia, mereka cenderung tidak bisa mengungkapkan cinta dan kasih sayang karena memang tidak merasakan itu. Namun, beberapa peneliti percaya kalau anhedonia selalu hitam putih. Ada kalanya alasan seseorang yang tidak merasa bahagia atau yang merasa emosi positifnya lemah adalah karena alasan yang tidak dapat dijelaskan.
Gejala anhedonia tergantung dari jenisnya. Misalnya gejala anhedonia sosial meliputi sangat sedikit menjalin hubungan, penarikan sosial, kurangnya kapasitas mengekspresikan emosi, menampilkan emosi palsu dalam situasi sosial, dan memilih menyendiri. Sedangkan gejala pada ahnedonia fisik meliputi hilangnya minat dalam interaksi seksual dan sering merasa sakit atau masalah kesehatan lainnya.
Sejauh ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan anhedonia, tetapi seperti dijelaskan sebelumnya kalau anhedonia terkait dengan beberapa gangguan kesehatan mental dan penyakit fisik. Para peneliti memperkirakan anhedonia terkait dengan perubahan aktivitas otak. Mungkin ada masalah dengan cara otak memproduksi atau merespons dopamin hormon yang bisa membuat suasana hati menjadi senang. Beberapa penelitian awal pada tikus menunjukkan bahwa neuron dopamin di area otak yang disebut korteks prefrontal mungkin terlalu aktif pada orang dengan anhedonia.
Untuk bisa mendiagnosis anhedonia, praktisi seerti dokter atau psikolog akan menanyakan gejala dan suasana hati orang secara umum, lalu riwayat penggunaan obat-obatan. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan fisik seperti pengambilan darah untuk menguji kekurangan vitamin (seperti vitamin D) atau masalah tiroid yang berkaitan dengan gejala depresi.
Pengobatan untuk anhedonia sendiri belum ada metode yang jelas. Langkah pertama yang biasa dilakukan adalah menemukan penyebab yang tidak diketahui, fokus pada penyelesaian masalah dengan harapan gejala anhedonia dapat berkurang. Langkah ini adalah tindakanyang tepat, terutama pada orang yang menderita depresi. Orang yang menggunakan obat antidepresan (selective serotonin reuptake inhibitor atau SSRI) mungkin akan merasakan gejala anhedonianya membaik seiring dengan penurunan gejala depresi lainnya. Namun, tidak selalu begitu, terkadang obat-obatan antidepresan justru menumpulkan emosi dan memperburuk gejala anhedonia.
Saat ini para ilmuwan sedang mengembangkan pengobatan baru untuk penderita anhedonia yang tidak membaik dengan pengobatan seperti SSRI dan terapi bicara. Salah satunya adalah menggunakan ketamin, obat yang terkenal sebagai obat pesta yang juga memiliki efek antidepresan. Masih diperlukan penelitian lanjutan, tetapi setidaknya satu penelitian menemukan bahwa penderita depresi bipolar yang juga mengalami anhedonia merasa lebih baik dalam waktu 40 menit setelah suntikan ketamin.
Ketidakmampuan untuk mengalami kesenangan atau berkurangnya minat pada hal-hal yang dulunya membuat bahagia dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Kalau kamu mulai merasa tidak nyaman dengan kondisimu saat ini, kamu bisa menghubungi dokter, psikiater, atau psikolog. Melalui perawatan dari profesional, gejala anhedonia yang kamu rasakan bisa berkurang dan akan menghilang jika penyebabnya telah diatasi dengan tepat.
Referensi:
Bottaro, A. (2021, August 3). What Is Anhedonia and How Does It Affect You? Verywell Health. Retrieved October 25, 2021, from https://www.verywellhealth.com/anhedonia-definition-5189496
Brody, B. (2020, October 20). What Is Anhedonia? WebMD. Retrieved October 25, 2021, from https://www.webmd.com/depression/what-is-anhedonia
Purdie, J. (2021, October 29). What Is Anhedonia? Healthline. Retrieved October 25, 2021, from https://www.healthline.com/health/depression/anhedonia#outlook