Adiksi atau kecanduan terhadap game online adalah permasalahan yang tengah mengalami peningkatan, terutama selama pandemi Covid-19. Ketika aktivitas di luar ruangan dibatasi dan berbagai kegiatan harus dilakukan secara daring otomatis durasi penggunaan gawai akan meningkat. Tidak adanya kegiatan di luar rumah tentu membuat orang mencari kegiatan alternatif, salah satunya adalah bermain game online. Saat ini pengguna game online begitu luas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Saat ini, game online seperti Mobile Legend (ML), Arena of Valor (AoV), Clash of Clans (CoC), Fortnite, Dota 2 dan Player Unknown’s Battle Ground (PUBG) merupakan salah satu kegiatan hiburan yang paling banyak dilakukan terlepas dari budaya, usia, dan jenis kelamin (Novrialdy, 2019). Bermain game online dapat memberikan dampak positif, seperti dapat melepas penat dan mengurangi stress. Namun, tidak dapat dipungkiri kalau ada berbagai masalah yang ditimbulkan dari bermain game online, salah satunya adalah kecanduan.
Faktor Penyebab
Masya dan Chandar (2016) mengemukakan bahwa faktor penyebab kecanduan game online dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
- Faktor Internal
- Dorongan yang kuat dari dalam diri untuk memperoleh skor tinggi dalam game online, karena game online dirancang sedemikian rupa agar pengguna penasaran dan semakin ingin memperoleh nilai yang lebih tinggi.
- Rasa bosan ketika berada di rumah atau di sekolah
- Ketidak mampuan mengatur prioritas untuk mengerjakan aktivis penting lainya
- Kurangnya self control
- Faktor Eksternal
- Lingkungan yang kurang terkontrol
- Hubungan sosial yang kurang baik, sehingga remaja mememilih alternatif
- Menganggap bermain game sebagai aktivitas yang menyenangkan
- Harapan orang tua yang tinggi terhadap anak untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti kursus atau les sehingga kebutuhan primer anak, seperti kebersaman bermain dengan keluarga menjadi terlupakan sehingga anak lebih memilih bermain game online
Gejala
Kecanduan game online memiliki gejala-gejala yang terlihat. Kita harus peka mengenali gejala-gejalanya agar bisa melakukan tindakan penanganan yang tepat. Menurut Illinois Institute for Addiction Recovery, gejala-gejala kecanduan game online bisa bersifat emosional maupun fisik.
- Gejala Emosional
- Perasaan gelisah dan mudah marah ketika tidak bisa bermain
- Pikiran yang hanya terfokus pada aktivitas bermain game online
- Berbohong kepada teman atau anggota keluarga tentang jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game online
- Menjauh dari lingkungan sosial demi menghabiskan lebih banyak waktu bermain game online
- Gejala Fisik
- Kelelahan
- Migrain karena konsentrasi yang intens atau ketegangan mata menatap layar gadget
- Carpal tunnel syndrome yang disebabkan oleh penggunaan mouse komputer yang berlebihan
- Kurangnya kebersihan diri.
Dampak
Penggunaan waktu yang berlebihan untuk bermain game online telah memberikan dampak pada kehidupan sehari-hari. Dampak yang akan muncul akibat kecanduan game online meliputi lima aspek, yaitu aspek kesehatan, aspek psikologis, aspek akademik, aspek sosial, dan aspek keuangan (Novrialdy, 2019).
- Aspek kesehatan: daya tahan tubuh lemah karena kurang olahraga, kurang tidur, dan telat makan.
- Aspek psikologis: mengalami gangguan mental, seperti mudah marah, emosional, dan gemar berkata kotor atau kasar.
- Aspek akademik: sulit konsentrasi dan sulit mengerti pelajaran.
- Aspek sosial: sulit berinteraksi sosial secara nyata, bersikap anti sosial, tidak memiliki keinginan untuk berbaur dengan masyarakat, keluarga dan juga teman-teman
- Aspek keuangan: berpotensi melakukan kejahatan, seperti pencurian karena membutuhkan uang untuk bermain game online.
Cara Mengatasi
Berikut beberapa tips untuk mengatasi kecanduan game online (Masya dan Candra, 2016):
- Langkah pertama agar bisa berhenti kecanduan harus ada niat dalam diri sendiri yaitu harus bersungguh-sungguh atau berjanji dengan diri anda sendiri tidak akanmain game online Meskipun awalnya terasa sulit untuk melakukanya nanti lambat laun pasti akan bisa.
- Dengan menghitung banyaknya uang yang dikeluarkan untuk bermain game online akan membuat seseorang lebih berpikir untuk tidak menghabiskan uangnya demi game online.
- Mencari aktivitas lain yang positif dan lebih bermanfaat terutama kebiasaan yang disukai, seperti berolahraga, membaca buku atau bereaksi sehingga tidak ada waktu kosong untuk bermain game online.
- Mengurangi waktu bermain dengan mulai menentukan jam bermain dan diusahakan mematuhi jadwal tersebut. Untuk tahap awal sehari bermain 3 jam dan untuk hari-hari berikutnya dikurangi sedikit demi sedikit.
- Kurangi intensitas bergaul dengan pemain game online karena ajakan dan pengaruh teman akan gampang mempengaruhi untuk bermain game online
- Meminta bantuan orang terdekat untuk senantiasa mengingatkan dan mendukung tindakan kita berhenti bermain game online.
Referensi:
Masya, H., & Candra, D. A. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku gangguan kecanduan game online pada peserta didik kelas x di madrasah aliyah al furqon prabumulih tahun pelajaran 2015/2016. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 3(2), 103-118.
Novrialdy, E. (2019). Kecanduan game online pada remaja: Dampak dan pencegahannya. Buletin Psikologi, 27(2), 148-158.
PsychGuides. (n.d.). Video Game Addiction Symptoms, Causes and Effects. PsychGuides.Com. Retrieved October 19, 2021, from https://www.psychguides.com/behavioral-disorders/video-game-addiction/