Di era pandemi seperti ini sepertinya isu kesehatan mental lebih ramai diperbincangkan dari tahun-tahun sebelumnya. Karena memang keadaan pandemi ini membuat banyak orang rentan terkena stres atau bisa sampai depresi. Dengan keadaan yang harus membuat kita untuk diam di rumah dalam rentan waktu yang cukup lama tentu jenuh dan bosan yang kita rasakan, apalagi jika ditambah dengan beban-beban yang lain yang akan menyebabkan masalah bagi mental kita.
Tapi, apakah kalian tahu jika seni bisa menjadi obat untuk stres dan luka batin yang kalian rasakan?
Apa yang pertama kali kalian pikirkan jika mendengar kata ‘seni’?
Yang terlintas langsung dalam pikiran kalian pasti sebuah lukisan, tarian, musik atau hal-hal lainnya yang mengandung estetika atau keindahan, bukan?
Nah, apakah kalian pernah melihat sebuah lukisan tetapi saat kalian melihat lukisan tersebut emosi atau perasaan kalian seperti terhanyut kedalam lukisan itu, atau ketika kalian mendengar iringan musik yang sedih, perasaan kalian pun akan terbawa menjadi sedih?
Ya, pada dasarnya karya seni memang karya yang dapat mempengaruhi perasaan siapa pun yang melihatnya. Karena sebuah karya seni pasti memiliki makna tertentu yang ingin disampaikan oleh penciptanya.
Lantas apa itu terapi seni? Bagaimana sebuah seni bisa berperan untuk mengatasi kesehatan mental seseorang?
Terapi Seni atau Art Therapy merupakan kombinasi disiplin ilmu antara psikologi dan seni yang dapat menjadi media untuk menyelesaikan masalah-masalah psikologi, karena sebuah karya seni dapat menjadi wadah yang aman untuk mengeksplorasi emosi, pikiran, persepsi, dan keyakinan seseorang. Terapi seni bukanlah hal yang baru, terapi ini sebenarnya sudah digunakan dalam terapi profesional. Namun, kini terapi seni menjadi semakin populer. Terapi seni tidak menyoroti analisis emosi tetapi lebih untuk meluangkan waktu sendiri dan melakukan hal-hal kreatif serta menenangkan. Tidak ada yang menghakimimu, semuanya mengalir begitu saja sejalan dengan imajinasimu. Aktivitas yang dilakukan pada sesi art therapy misalnya: menggambar, melukis, membuat karya seni dari lilin mainan atau tanah lihat, kolase (tempel potongan kertas) serta mewarnai sebuah obyek. Tujuan dari terapi seni atau art therapy itu sendiri adalah untuk membantu mengkomunikasikan masalah yang sulit diutarakan dengan kata-kata, mengurangi stres dan merekonsiliasi perasaan.
Studi menunjukkan bahwa terapi seni dapat membantu mengatasi stres kronis, depresi dan kecemasan dengan membantunya untuk memproses dan mengekspresikan perasaan atau luka batin yang mereka sembunyikan atau abaikan. Terapi seni juga mengembangkan ide kreatif juga dapat meningkatkan harga diri, rasa kendali terhadap diri mereka sendiri, pencapaian diri dan membantu untuk dapat mengambil perspektif positif tentang pengalaman hidup yang pernah mereka alami. Terapi seni dapat membantu orang mengatasi stres adalah dengan cara meningkatkan suasana hati mereka berkat peningkatan pelepasan dopamin di otak, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati sehingga orang akan merasa lebih senang dan bahagia. Terapi seni dengan media lukis atau gambar merupakan alternatif terapi yang dapat dilakukan dengan mudah yang dapat memberikan treatment psikologi bagi orang yang mengalami cemas, stres atau orang yang mengalami trauma akibat bencana alam, kekerasan, perundungan, dan hal-hal yang menyebabkan traumatis lainnya.
Terapi seni bukanlah untuk menciptakan karya seni yang indah ataupun untuk mengasah seseorang menjadi seorang seniman, akan tetapi terapi seni lebih bertujuan untuk membantu seseorang agar merasa lebih nyaman terhadap diri mereka sendiri dengan mencurahkan emosi yang orang rasakan melalui terapi seni tersebut. Dalam melakukan proses terapi seni menggunakan media lukis, kita hanya menggambar hal-hal yang kita sukai yang membuat kita senang dan tenang, kita memilih warna-warna yang menurut kita cocok dan pas, dan kita melakukannya dengan perasaan yang bahagia. Dalam proses menggambar tersebut, kita melahirkan sebuah imajinasi yang tersembunyi dalam diri, dan tanpa kita sadari warna-warna yang kita pilih pun dapat menggambarkan bagaimana perasaan kita sebenarnya. Dan pada akhirnya, lukisan yang kita buat dan diri kita yang membuatnya adalah hal yang sangat istimewa, karena ada makna dan imajinasi yang sangat berharga dibalik itu semua.
Referensi:
Case, C. & Dalley, T. (1992). The handbook of art therapy. USA &Canada: Routledge. M. Nur Ghufron & Rini Risnawita, S. (2014).
Teori-teori psikologi. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.
Malchiodi, Cathy (1998) The art therapy sourcebook. New York, Lowell House Book, hal.3-4.