Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Insecure Lebih Dalam

MENGENAL INSECURE LEBIH DALAM
Belakangan ini kata insecure menjadi kata yang ramai diperbincangkan. Apalagi di media sosial, tak jarang komentar netizen yang menyatakan dirinya pernah mengalami insecure atau sedang berada di fase itu sendiri ketika melihat suatu postingan. Memang nya apa sih insecure itu? Seberapa bahaya?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, insecure berarti merasa tidak kuat atau gelisah. Menurut Abraham Malow, seorang pakar psikologi, bahwasannya insecure merupakan keadan dimana seseorang merasa  dirinya tidak aman, menganggap dunia adalah sebuah momok yang menakutkan, penuh ancaman dan  menganggap kebanyakan manuia berisikan orang-orang yang berbahaya dan egois. Orang yang berada di fase ini akan biasanya cenderung merasa tidak diterima, dijauhi, cemas berlebih, pesimis, tidak bahagia, kerap merasa bersalah, tidak percaya dengan diri seendiri, egois, dan mereka akan berusaha bagaimana pun caranya untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman).

Singkatnya, insecure merupakan suatu istilah untuk setiap perilaku yang memikirkan segala sesuatu secara berlebihan kemudian memikirkan apakah dirinya bisa meniru seperti yang dilihat atau dibaca nya dari orang-orang sekitarnya. Insecure tidak seharusnya dianggap remeh karena dampaknya yang beragam, yang tentunya membuat hidup korban bertambah berat. Namun sayangnya pemahaman akan kesehatan mental di Indonesia cenderung rendah. Mengutip dari artikel mahasiswa yang ditulis oleh Alfina Ayu Rachmawati dalam portal online Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, bahwa hal ini dibuktikan dengan tingkat pemasungan orang dengan gangguan jiwa sebesar 14% pernah pasung seumur hidup dan 31,5% dipasung 3 bulan terakhir. Selain itu sebesar 91% masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan jiwa tidak tertangani dengan baik dan hanya 9% sisanya yang dapat tertangani.

Seorang Psikolog Klinis, Melanie Greenberg, Ph.D., setidaknya ada tiga penyebab umum seseorang merasa insecure, yaitu

  1. Insecure yang disebabkan kegagalan atau penolakan yang baru saja terjadi. Sebuah penelitian tentang kebahagian menyatakan bahwa peristiwa yang baru terjadi ternyata snagat mempengaruhi suasana hati dan perasaan tentang diri kita sendiri. Karena ketidakbahagiaan yang berdampak pada harga diri, dan kegagalan serta penolakan yang berimbas pada ketidakpercayaan diri.
  2. Insecure karena mengalami kecemasan sosial. Rasa takut yang akan dikritik orang lain bisa menyebabkan rasa cemas yang berlebih yang kemudian membuat mereka menghindari banyak orang (situasi sosial) karena merasa tidak nyaman. Insecure model ini biasanya didasari kurangnya rasa percya diri. Sehingga ketika dia berada dalam sebuah situasi sosial, dia cenderung merasa “ Duh sepertinya aku tidak secantik dia. Duh aku terlihat memalukan dengan penampilan seperti ini”.
  3. Insecure yang didorong oleh perfeksionisme. Sejumlah orang memiliki standar yang sangat tinggi dalam segala hal atas apa yang mereka lakukan dalam hidup.Namun sayangnya, hidup tak selalu berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Jika terus menerus kecewa dan menyalahkan diri sendiri dan menganggap diri tak berharga. Misalnya seorang mahasiswa yang menetapkan IPK 4,0 tiap semester,namun tiba-tiba dia mendapat IPK 3,8, lantas membuatnya kecewa terhadap diri sendiri, dan merasa dirinya tidak berharga padahal dirinya sudadh berkerja keras untuk meraih nilai yang sempurna.

Kemudian pertanyaan sekitar,bagaimana masa depan, pencapaian apa yang sudah diraih di umur sekian, masalah asmara dengan doi yang suka nya ghosting, masalah pendidikan, dan masih banyak lagi. Semua pertanyaan hanya berputar sekitar “bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu”. Hingga akhirnya pertanyaan ini mengikis kepercayaan diri kita, merasa gagal, tidak berguna, dan tidak dibutuhkan oleh orang sekitar.

Beberapa teman saya kerap kali bercerita tentang malam yang ia lalui tanpa air mata. Menangis karena memikirkan dengan keras mengapa dirinya tidak seperti orang lain? Dan berbagai pikiran kusut yang muncul karena hilangnya kepercayaan diri miliknya.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa insecure lebih sering dirasakan kaum hawa. Biasanya kaum hawa merasa insecure ketika melihat orang lain lebih cantik, langsing, (good looking). Padahal tidak ada yang salah memiliki perbedaan. Dan ini akhirnya membawa dampak buruk bagi tubuh dan kesehatan mental. Seperti stress, susah tidur, khawatir berlebihan, takut akan masa depan yang berlebih, tidak percaya diri, yang berujung overthinking, dan lainnya.

Dilansir dari situs Halodoc, bahwasannya jika perasaan insecure ini tidak lekas diatasi, maka bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, paranoid, gangguan makan, dan masalah pada body image. Karenanya, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi perasaan insecure. Pertama, selalu pupuk rasa percaya diri. Kedua, pilih suasana dan lingkungan yang tenang dan positif. Ketiga, menggunakan self-compassion dengan cara berbicara hal-hal yang baik dan berharga pada diri sendiri. Keempat, habiskan waktu dengan orang-orang terdekat atau kesayanganmu, karena hal ini bisa membantumu untuk menghargai kualitas dan perepktif tentang seberaapa berharganya dirimu. Kelima, tarik napas perlahan,hembuskan serah berpikir ini adalah beban-bebas dan pikiran tidak penting yang harus kamu keluarkan.

Kemudian jika kamu merasa sudah tidak kuat dengan yang kamu alami dan rasakan,dan ingin menangis,maka menangislah tanpa harus ditahan. Tak ada yang salah dengan ini. Jauhkan dirimu dari hal yang nantinya hanya akan memperburuk keadaan,cukup matikan handphone mu,dan tidurlah tanpa air mata. Mari ucapkan selamat malam insecure!

REFERENSI

https://dosenpsikologi.com/insecure-dalam-psikologi

Greenberg, M. (2015). The 3 Most Common Causes of Insecurity and How to Beat Them. Diakses pada 1 Juli 2020, dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-mindful-self-express/201512/the-3-most-common-causes-insecurity-and-how-beat-them

Madarina, A. (2020). Memahami Apa Itu Insecure Beserta Penyebabnya. Diakses pada 1 Juli 2020, dari https://www.sehatq.com/artikel/memahami-apa-itu-insecure-beserta-gejalanya

http://fp.untar.ac.id/fakultas/beritadetail/2679

https://www.kamuskbbi.id/inggris/indonesia.php?mod=view&insecure&id=16971-kamus-inggris-indonesia.html

https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/11/27/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *