Orang tua yang memiliki lebih dari satu anak tentu mengharapkan kerukunan antar anak-anaknya, seperti bisa berbagai mainan dan makanan ataupun bermain satu sama lain. Namun, pada kenyataannya akan sering ada pertengkaran, persaingan, dan kecemburuan antar anak. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari karena pada dasarnya kepribadian dan temperamen setiap anak berbeda.
Apa itu Siblings Rivalry?
Sibilngs rivalry adalah konflik yang terjadi antara anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang sama. Siblings rivalry dapat terjadi antara saudara kandung yang berhubungan darah, saudara tiri, dan bahkan saudara angkat atau asuh. Siblings rivalry mencakup perkelahian fisik, saling mengejek, adu mulut, bersaing terus-menerus untuk mendapatkan perhatian orang tua, dan merasa iri.
Apa Penyebab Siblings Rivalry?
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan siblings rivalry, antara lain:
- Setiap anak berlomba-lomba untuk mendefinisikan siapa mereka sebagai individu. Anak akan mencoba menemukan bakat, aktivitas, dan minat mereka sendiri sehingga nantinya mereka dapat menunjukkan bahwa mereka istimewa.
- Anak-anak merasa kalau perhatian, disiplin, dan ketanggapan yang diberikan orang tua tidak seimbang.
- Anak-anak akan merasa hubungan dengan orang tua mereka terancam karena kelahiran atau kedatangan saudara baru.
- Tahap perkembangan anak-anak akan mempengaruhi tingkat kedewasaan dan bagaimana mereka menyikapi sikap orang tua terhadap saudara-saudara mereka yang lain.
- Saat anak-anak merasa lapar, bosan atau lelah mereka akan cenderung menjadi frustrasi dan mulai berkelahi dengan saudaranya.
- Anak-anak mungkin tidak tahu bagaimana cara mengajak sauadaranya bermain sehingga mereka malah berkelahi.
- Dinamika keluarga yang buruk
- Jika orang tua menganggap bertengkar dan perilaku agresi lain adalah hal yang normal, maka anak-anak akan menjadi sering bertengkar.
- Terbatasnya waktu untuk berinteraksi dengan keluarga, seperti makan malam atau menonton TV bersama dapat risiko konflik antar anak.
- Orang tua yang mengalami stres dapat mempengaruhi banyaknya waktu dan perhatian yang diberikan untuk anak. Ini dapat berpengaruh pada tingkat persaingan antar anak.
- Anak-anak yang mengalami stres memiliki kecenderungan menciptakan konfilk.
- Bagaimana orang tua memperlakukan anak-anak dan reaksi yang ditunjukkan terhadap konflik dapat mempengaruhi pergaulan antar anak.
Bagaimana Cara Orang Tua Menangani Siblings Rivalry?
Saat terjadi pertengkaran antar anak, orang tua harus berusaha untuk tidak ikut campur. Anak-anak tidak akan belajar bagaimana menyelesaikan konflik sendiri jika orang tua selalu ikut campur dan berperan sebagai pembawa perdamaian. Namun, perlu diingat bahwa anak-anak hanya akan belajar penyelesaian konflik dengan tepat jika orang tua memberikan contoh yang baik. Hal penting yang harus diingat untuk menyelesaikan konflik antar anak adalah orang tua berperan sebagai penasihat sampingan, bukan wasit yang menghakimi.
Berikut cara-cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menangani siblings rivalry:
- Jangan memihak, kecuali jika satu anak menyakiti anak lainnya tanpa sebab. Jika situasinya seperti ini, maka orang tua perlu mengambil tindakan.
- Mencari solusi yang memiliki dampak positif bagi semua pihak.
- Menetapkan batasan, seperti larangan menggunakan panggilan yang tidak sopan atau larangan melakukan kekerasan fisik..
- Mengajarkan empati, dorong anak-anak untuk membayangkan bagaimana jika mereka ada diposisi suadara mereka.
- Hindari perilaku memfavoritkan anak, seperti selalu mengasuh dan bermain dengan anak A atau selalu membacakan cerita untuk anak B.
- Tidak membandingkan anak-anak satu sama lain, jangan berkata “Adikmu mendapat nilai A dalam pelajaran matematika, kok kamu tidak?”
- Biarkan setiap anak menjadi dirinya sendiri
- Hargai dan apresiasi setiap bakat dan kesuksesan anak
- Arahkan anak-anak untuk bekerja sama daripada bersaing.
- Memperhatikan waktu dan pola konflik yang terjadi pada anak agar orang tua bisa mencegah konflik yang sama terjadi dikemudian hari.
- Ajarkan anak cara-cara positif untuk mendapatkan perhatian satu sama lain, bagaimana cara mendekati anak lain dan meminta mereka bermain, serta berbagi barang-barang dan mainan mereka.
- Menjadi orang tua yang bersikap adil, bukan setara. Antara kakak dan adik tentu memiliki kebutuhan ynag berbeda karena perbedaan usia mereka. Saat Si Kakak merasa seolah-olah tidak mendapat perhatian dan kasih sayang, maka orang tua harus menjelaskan dan meyakinkannya kalau tidak ada pilih kasih dan perilaku membeda-bedakan.
- Membuat rencana kegiatan keluarga.
- Pastikan setiap anak memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk mereka sendiri. Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk melakukan hal mereka sendiri dan bermain dengan teman-teman mereka tanpa saudara.
- Bantu anak belajar mengelola konflik dengan saudaranya, baik kakak ataupun adik.
Perkelahian ataupun konfilk yang terjadi antar anak tidak selalu disebabkan oleh kesalahan orang tua, tetapi jika sudah berlebihan dan mengganggu keharmonisan keluarga maka saatnya orang tua untuk mencari tahu penyebab dan cara penyelesaiannya. Ada beberapa cara sederhana yang dapat digunakan untuk mengatasi siblings rivalry. Namun, jika orang tua membutuhkan bantuan maka dapat menghubungi dokter anak atau terapis keluarga guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Referensi:
Bradley, S. (2020, May 19). Give Peace a Chance: Sibling Rivalry Causes and Solutions. Healthline. Retrieved October 13, 2021, from https://www.healthline.com/health/parenting/sibling-rivalry#takeaway
Laule, S. (2017, March). Sibling Rivalry | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine. CS Mott Children’s Hospital – University of Michigan Health. Retrieved October 13, 2021, from https://www.mottchildren.org/posts/your-child/sibling-rivalry