Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Doorway Effect: Fenomena Lupa Saat Berpindah Ruangan

Pernakah kamu masuk ke dalam suatu ruangan, lalu lupa untuk apa kamu masuk ke sana?

Atau bayangkan kamu sedang duduk menonton TV, lalu saat ada jeda iklan komersial kamu ingin mengganti saluran tetapi kamu tidak menemukan remote TV. Kamu lalu bertanya pada ibumu, ibumu mengatakan kalau remote TV ada di atas kulkas di dapur. Setelah itu, kamu berjalan ke dapur tetapi ada suara telelpon. Kamu berhenti sejenak lalu mengangkat telepon  berbicara sebentar. Selesai berbicara ditelepon kamu berjalan lagi ke dapur, sampai di dapur kamu tidak tahu untuk apa kamu ke sana. Kamu bertanya dalam hati “aku mau ngapain ke sini?”, kamu coba mengingat-ngingat tetapi tidak ingat juga. Akhirnya kamu menyerah dan memilih kembali ke ruang TV.

Kalau kamu pernah mengalami kejadian seperti ilustrasi di atas berarti kamu sedang mengalami doorway effect. Doorway effect adalah keadaan saat pikiran mendadak kosong saat kita berpindah ruangan, padahal sebelumnya kita sudah tahu akan melakukan apa. Para ilmuwan mengemukakan bahwa doorway effect terjadi saat otak kita sedang sibuk. Penelitian yang dilakukan oleh Gabriel Radvansky dan rekan-rekannya di Universitas Notre Dame menemukan bahwa kinerja memori partisipan lebih buruk ketika mereka berjalan melalui pintu yang terbuka daripada ketika mereka berjalan tanpa melewati pintu padahal denganjarak yang sama.

Mengapa Doorway Effect Bisa Terjadi?

Sejauh ini tidak ada penjelasanpasti mengapa doorway effect bisa terjadi, tetapi para ahli psikologi percaya bahwa berjalan melalui pintu dan memasuki ruangan baru dapat menciptakan “penghalangan mental” di otak yang berarti bahwa berjalan melalui pintu yang terbuka mengakibatkan memori diatur ulang untuk memberi ruang bagi episode baru untuk muncul. Hipotesis ini didukung oleh penelitian tentang memori yang menunjukkan bahwa orang yang melewati pintu mengalami ‘pembagian’ dalam ingatan mereka. Namun, beberapa peneliti berpendapat bahwa bukan pintu yang menyebabkan orang menjadi lupa, tetapi perubahan pemandangan yang tiba-tiba yang membuat pikiran kita siap untuk menerima sesuatu yang baru dan lupa dengan yang lama.

Penelitian Terkait Doorway Effect

Pada tahun 2006, Radvansky dan Copeland melakukan penelitian tentang doorway effect. Dalam penelitian ini, para partisipan memainkan permainan navigasi lingkungan 3D yang ada dalam komputer. Lingkungan terdiri dari serangkaian ruangan yang masing-masing berisi meja dan ada objek di atasnya. Partisipan ditugaskan untuk memindahkan setiap objek dari satu meja ke meja berikutnya, baik yang berada di ruang sebelah yang dihubungkan oleh pintu atau ruangan tanpa pintu. Di tengah lintasan, memori pengenalan partisipan diperiksa dengan mendeskripsikan objek yang mereka bawa. Deskripsi mencakup warna dan bentuk dari objek yang mereka bawa, seperti kubus merah. Apakah deskripsi partisipan cocok objek yang telah mereka letakkan di atas meja sebelumnya atau tidak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa setelah melewati sebuah pintu, partisipan akan lebih sering gagal untuk mengenali benda yang mereka bawa daripada jika mereka tidak melewati pintu.

Para peneliti di Bond University juga melakukan penelitian tentang doorway effect dan menemukan bahwa pengaruh pintu pada kelupaan tidak sepenting yang ditunjukkan penelitian sebelumnya. Para peneliti menemukan bahwa bukan hanya pintu itu sendiri atau tindakan berjalan melewatinya, melainkan perubahan konteks yang menyebabkan otak membuang informasi yang dianggap tidak relevan sehingga individu bisa lupa.

Kesimpulannya doorway effect terjadi karena adanya perubahan lingkungan fisik dan mental saat kita pindah ke ruangan yang berbeda dan memikirkan hal yang berbeda. Satu hal yang perlu diingat, mengalami doorway effect tidak berdampak pada ingatan, kecerdasan, atau kemampuan kognitif individu. Jadi kalau kamu memasuki sebuah ruangan dan tiba-tiba lupa mengapa kamu ada di sana, jangan berpikir kalau kamu menderita penyakit Alzheimer ya!

 

Referensi:

Ashish. (2021, October 12). The Doorway Effect: Why Do We Forget What We Were Supposed To Do After We Enter a Room? Science ABC. Retrieved October 15, 2021, from https://www.scienceabc.com/humans/doorway-effect-why-we-forget-what-we-were-supposed-do-after-we-enter-room.htmlupposed-do-after-we-enter-room.html

Nield, D. (2021, March 12). What Did I Come in Here For? New Study Explains The Weird “Doorway Effect.” ScienceAlert. Retrieved October 15, 2021, from https://www.sciencealert.com/scientists-find-the-doorway-effect-could-be-real-but-only-in-overloaded-brains

Radvansky GA, Krawietz SA, Tamplin AK. Walking through doorways causes forgetting: further explorations. Q J Exp Psychol (Hove). 2011;64(8):1632–45. https://doi.org/10.1080/17470218.2011.571267.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *