Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kekerasan Pada Anak dan Dampaknya

Halo Sobat Psike! Kita sering mendengar di berita tentang anak yang menjadi korban kekerasan, yang membuat kita merasa miris dan kasihan terhadap anak tersebut. Mungkin kita juga akan berpikir bagaimana bisa anak yang tidak merasa bersalah menjadi korban kebiadaban orang dewasa. Kali ini psike akan membahas tentang kekerasan pada anak.

Definisi Kekerasan Pada Anak

Kekerasan pada anak atau child violence merupakan perbuatan yang disengaja yang bersifat merugikan dan berbahaya terhadap anak-anak, baik secara fisik maupun psikologis. Kekerasan terhadap anak mencakup segala bentuk kekerasan terhadap orang di bawah usia 18 tahun. Untuk bayi dan anak kecil, kekerasan terutama melibatkan penganiayaan anak (yaitu pelecehan dan penelantaran fisik, seksual dan emosional) di tangan orang tua dan figur otoritas lainnya.

Bentuk-bentuk Kekerasan Pada Anak

World Report on Violence and Health menyebutkan bahwa terdapat empat bentuk kekerasan, yaitu: kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, dan penelantaran.

1. Kekerasan fisik, yaitu tindakan yang menyebabkan kerugian pada fisik, bentuknya dapat berupa memukul, menendang, menjambak, mencubit, dan lain-lain.

2. Kekerasan seksual, yaitu tindakan yang berhubungan dengan aktivitas seksual yang hanya disetujui oleh satu pihak dan tidak diinginkan oleh pihak lain. Tindakan yang dilakukan dapat berupa memegang atau meraba alat vital atau bagian tubuh yang mengarah ke bagian vital, memperlihatkan alat vital, memaksa untuk berbuat asusila, hingga tindakan pemerkosaan.

3. Kekerasan psikologis, yaitu tindakan yang dapat menyebabkan kerugian dan trauma secara mental, karena dampaknya yang tidak terlihat secara fisik, orang tua sering mengabaikan dampak psikologis yang terjadi pada anak akibat kekerasan psikologis yang diberikan. Bentuknya dapat berupa merendahkan, menghina, mengancam, penolakan, menyalahkan perbuatan anak, mendiskriminasi, dan lain-lain.

4. Penelantaran, yaitu kegagalan orang tua dalam bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan terkait tumbuh kembang anak pada kesehatan, pendidikan, nutrisi, perkembangan emosi, dan keselamatan anak.

Dampak Kekerasan Pada Anak

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua tentunya menjadi dampak buruk bagi perkembangan anak karena trauma yang dialami oleh anak. Seorang anak yang telah mengalami kekerasan biasanya bersikap diantara tiga sikap berikut:

1. Sikap persimif, yaitu anak merasa tidak berguna, merasa menjadi beban bagi orang tuanya, yang akhirnya menyebabkan anak tidak mampu untuk membangun hubungan interpersonal dengan teman-temannya dan berusaha untuk menarik diri dari lingkungan.

2. Sikap defensif, yaitu anak menjadi murung, lalu mudah ketakutan terhadap sesuatu, mudah menangis meski dalam situasi yang tidak tertekan, serta dapat menyebabkan anak kesulitan belajar memecahkan masalah.

3. Sikap agresif, yaitu sikap berontak yang ditunjukkan oleh anak, mudah marah dan menyerang orang lain yang dirasa dapat mengancam dirinya, serta dapat menyebabkan anak berperilaku buruk seperti merokok, minum minuman keras, dan perilaku buruk lainnya.

Tanda Seorang Anak Mengalami Kekerasan

Anak terkadang tidak terbuka jika dirinya telah mengalami kekerasan. Namun, kita perlu mewaspadai jika terdapat tanda-tanda berikut pada anak:

  • Terus-menerus lapar atau kelelahan
  • Menunjukkan tanda-tanda kesehatan atau kesehatan mental yang memburuk
  • Berulang kali bolos sekolah
    Mengenakan pakaian kotor atau tidak sesuai dengan cuaca
  • Mengalami perubahan suasana hati dan perilaku yang parah

Kekerasan pada anak tentunya perlu mendapat perhatian terutama dari pemerintah. Psikolog juga dapat memberikan penanganam dengan memberi pemulihan trauma kepada anak yang menjadi korban kekerasan.

Referensi:

Kusumowardhani, R. (2015). Perspektif Psikoviktimologi dalam Pendampingan Dan Perlindungan Anak Korban Kekerasan Seksual. EGALITA, 10(2). https://doi.org/10.18860/egalita.v10i2.4544

Noviana, I. (2015). Kekerasan seksual terhadap anak: dampak dan penanganannya. Sosio Informa, 1(1). https://doi.org/10.33007/inf.v1i1.87

Sheppard, S. (2021). What are the most common types of child abuse? Retrieved from https://www.verywellmind.com/the-most-common-types-of-child-abuse-5206304

World Health Organization. Violence against children. Retrieved from https://www.who.int/health-topics/violence-against-children#tab=tab_1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *