Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Fenomena Psikologi dan Kesehatan Mental di Era Modern

Sebelum masuk ke pembahasan alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa itu psikologi.

Apa sih Psikologi itu?

Psikologi adalah ilmu tentang mental manusia. Atau lebih jelasnya psikologi adalah ilmu yang mempelajari lebih mendalam tentang mental, pikiran dan perilaku manusia. Ilmu psikologi ini akan meneliti alur pemikiran manusia serta alasan di balik tindakan yang dilakukan manusia

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi-situasi yang kelihatannya biasa saja, tetapi sebenarnya mengandung makna psikologis tertentu. Hal-hal tersebut dikenal sebagai sebuah fenomena psikologi yang tidak kita sadari apalagi kita tahu sebutannya.

Apa saja Fenomena Psikologi?

Fenomena-fenenoma tersebut didefinisikan sebagai “trik otak” yang menentang penjelasan ilmiah dan tetap menjadi misteri bagi semua orang.  Berikut ini akan dijabarkan fenomena psikologi dalam kehidupan sehari-hari.

1. Halo Effect

Efek Halo terjadi ketika seseorang membuat penilaian tentang orang lain hanya berdasarkan salah satu sifat atau karakter yang biasanya ditunjukkan pada kesan pertama. Fenomena ini cukup sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa disadari.

Misalnya ketika berkenalan dengan pegawai baru di kantor yang berpenampilan menarik dan rapi, otak kita akan langsung berpikir bahwa dia adalah orang yang baik hati dan kompeten.  Inilah alasan mengapa membuat kesan pertama yang baik pada setiap orang itu penting.

2. Barnum Effect (Efek Barnum)

Efek Barnum merupakan istilah psikologi untuk menyebut kondisi di mana orang memercayai deskripsi tentang diri mereka sendiri yang bersumber dari pengetahuan non-ilmiah (seperti astrologi, tarot, ramalan, dsb) yang dianggap terkhusus untuk diri mereka padahal deksripsi tersebut sifatnya umum dan berlaku untuk semua orang.

Misalnya saat kamu membaca karakteristik zodiak, lalu terdapat deskripsi seperti ini, Capricorn: Seorang pasangan yang setia dan paling tidak suka dibohongi.  Kamu yang berzodiak Capricorn pun setuju dengan hal tersebut dan merasa bahwa gambaran tentang Capricorn itu sangat tepat. Padahal tidak peduli apapun zodiakmu, tentu saja setiap orang dalam menjalin hubungan pasti berusaha setia dan gak suka dibohongin kan?

3. Bystander Effect (Efek Pengamat)

Pernahkah kalian secara tidak sengaja menyaksikan seseorang sedang mengalami kekerasan secara fisik yang dilakukan pasangannya di muka umum, tetapi tidak ada satu orang pun yang menolong? Jika jawabannya iya, berarti saat itu baik kamu maupun orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut sedang mengalami apa yang disebut sebagai bystander effect. Melansir dari Psychology Today, fenomena bystander effect terjadi ketika kehadiran orang lain menghalangi seseorang untuk ikut campur tangan menolong dalam situasi darurat.Semakin besar jumlah orang yang menyaksikan, semakin kecil pula kemungkinan salah satu dari mereka untuk memberikan bantuan kepada orang yang sedang membutuhkan pertolongan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya perasaan bahwa tanggung jawab untuk menolong tersebut telah dibagi kepada orang-orang disekitar yang juga ikut menyaksikan. Sehingga yang terjadi adalah tiap orang saling mengandalkan.

4. Ben Franklin Effect (Efek Ben Franklin)

Efek Ben Franklin adalah fenomena dimana seseorang yang memberikan bantuan kepada orang lain menjadi lebih menyukai orang yang dibantu tersebut. Hal ini terjadi karena ketika membantu seseorang, kita melakukan pembenaran bahwa bantuan yang kita berikan adalah karena menyukai orang tersebut.

Istilah ini tercipta setelah Ben Franklin, seorang tokoh revolusi Amerika Serikat yang juga seorang penulis meminjam buku kepada orang-orang yang membencinya. Dia pun mengembalikan buku tersebut sembari menuliskan pesan terima kasih kepada mereka. Tidak disangka, orang-orang yang tadinya membenci Ben Franklin justru berbalik menyukai dan malah berteman baik dengan Ben setelah meminjamkan buku kepadanya.Oleh karena itu, dari Efek Ben Franklin ini, kita mendapat salah satu tips agar disukai oleh orang lain yaitu cobalah meminta bantuan.

4. Mandela Effect (Efek Mandela)

Efek Mandela adalah sebuah fenomena psikologis, di mana sekelompok orang memiliki memori yang sama akan suatu hal. Namun, pada kenyataannya hal tersebut tidak pernah terjadi atau memori tersebut sebenarnya salah.

Kata Efek Mandela sendiri berasal dari nama seorang pemimpin Afrika Selatan yang dianggap oleh sebagian orang telah meninggal di penjara pada 1980an, sementara pada realitanya Nelson Mandela meninggal dunia pada 2013 saat berusia 95 tahun.

Kejanggalan dari ingatan kolektif inilah yang akhirnya membuat mereka percaya bahwa fenomena ini adalah sebuah bukti adanya dunia paralel. Para peneliti beranggapan bahwa efek Mandela ini sesungguhnya hanyalah produk dari false memory, yakni memori tentang sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi atau terekam secara berbeda di memori.

Setelah kita membahas apa itu psikologi beserta fenomenanya,yuk lanjut ke pembahasan selanjutnya mengenai apa itu kesehatan mental di era modern, apakah penting untuk generasi muda saat ini?

Apa itu kesehatan mental?

Kesehatan mental bisa diartikan  sebagai suatu keadaan sesorang yang sejahtera secara psiko-sosial dimana tiap individu menyadari potensi dirinya sendiri, dapat menghadapi tekanan secara normal dalam kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan baik, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi komunitasnya. Bicara mengenai masa muda merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai perubahan dan dinamika. Mulai dari perubahan secara fisik-biologis dari seorang anak menuju orang dewasa, yang secara natural membawa perubahan atau bahkan gejolak secara psikologis. Perubahan-perubahan yang dialami oleh para generasi muda ini secara natural sudah membawa dinamika gejolak psikis yang bakal bertambah pada era modern saat ini.

“Pencegahan terjadinya gangguan kejiwaan pada remaja dan anak muda perlu diawali dengan pemahaman yang benar dan langkah yang tepat. Apalagi tantangan dan pengaruh kemajuan teknologi yang bisa menimbulkan efek negatif apabila salah dalam menyikapi Bicara kemajuan teknologi informasi, hingga sosial media. Tidak dapat dipungkiri banyak memberikan kemudahan dan keuntungan, namun ternyata juga membawa dampak-dampak negatif apabila tidak disikapi secara arif,” beber Psikolog Inez Kristianti.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental di Era Modern ini sangat penting dimana hal ini mencakup tentang kesejahteraan emosional,psikologis,dan social. Hal ini juga akan mempengaruhi bagaimana seseorang itu berfikir,bertindak,dan merasa. Alangkah baiknya juga jika orang tua ikut serta dalam memperhatikan kesehatan mental dan juga psikologis anaknya karena di Era Modern saat ini yang dimana teknologi sudah semakin maju selain dapat memudahkan tidak dapat dipungkiri dapat memberikan efek negatif pula untuk generasi muda saat ini.

Referensi

https://www.suara.com/health/2018/10/23/143435/zaman-sekarang-kesehatan-mental-remaja-akan-hadapi-situasi-sulit

https://www.kompas.tv/article/97269/5-fenomena-psikologi-dalam-kehidupan-yang-tidak-kita-disadari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *