Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

5 Hal Yang Perlu Dihindari Jika Ingin Mengembangkan Diri

Otak anda bekerja bagaikan editor. Salah satu tugasnya adalah memilih bagaimana menceritakan kisah  yang terjadi pada anda setiap hari. Ketika anda merasa cemas dan stres, otak anda tergoda untuk mengambil jalan pintas untuk mempertahankan diri. Salah satu jalan pintas tersebut adalah filter “harus”. “harus” adalah keyakinan yang kita miliki tentang bagaimana dunia harus bekerja dan bagaimana kita harus berperilaku di dalamnya. Mereka adalah kotak kecil di mana otak anda mencoba menyisipkan setiap peristiwa, tetapi kenyataannya adalah bahwa “keharusan” ini cenderung tidak akurat atau rasional. Mereka mengabaikan pengalaman manusia untuk kebenaran hitam dan putih. Berikut adalah beberapa “keharusan” umum yang sering terjadi.

1. Saya harus dicintai oleh semua orang setiap saat.

Siapa yang tidak menyukai pujian dan cinta dari orang lain? tentunya kita akan senang ketika orang lain mencintai, menyukai, mengagumi dan memberi pujian terhadap diri kita. Hal ini membuat sebagian besar orang memilih untuk melakukan hal-hal yang bisa berdampak disukai oleh orang lain, meskipun kadang mereka tidak menyukai hal tersebut. Ketika anda terus-menerus menyesuaikan tindakan dan reaksi Anda untuk mencapai keinginan ini, anda mulai kehilangan jati diri. Anda menjadi bunglon, dengan cepat berubah agar sesuai dengan persepsi dan standar yang ditetapkan secara sosial. Anda tidak dapat mengingat apa yang penting bagi anda karena fokus anda adalah agar bisa memperoleh pengakuan dan pujian daripada orang lain. Kenyataannya adalah bahwa anda tidak pernah bisa membuat semua orang bahagia sepanjang waktu. “Keharusan.” Sebaliknya, cobalah fokus pada nilai-nilai diri sendiri. Tindakan apa yang menciptakan harga diri? Bagaimana anda bisa bersikap baik kepada orang lain daripada sekadar mencari pengakuan dan pujian dari mereka? lakukanlah hal-hal yang menurut anda tepat bukan untuk memperoleh pengakuan ataupun pujian dari orang lain.

2. Saya harus sukses dalam segala hal.

Tidak salah jika semua orang ingin meraih kesempurnaan, namun perlu diingat bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Seringkali orang yang paling sukses juga pernah gagal berkali-kali dan menerima kekurangan mereka. Daripada dibutakan  oleh perfeksionisme, pertimbangkan bagaimana hidup anda bisa tetap berjalan dengan semestinya meskipun anda hidup dengan semua keterbatasan anda.

Untuk melawan “keharusan” ini, berhati-hatilah untuk tidak membuat generalisasi ketika anda gagal.ketika anda gagal memperoleh beasiswa atau gagal dalam wawancara kerja, jangan pernah berpikir bahwa anda tidak kompeten dalam hal tersebut. Daripada memikirkan kegagalan tersebut, jadikanlah kegagalan sebagai pembelajaran sekaligus pengalaman agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.

3. Saya pasti kecewa dengan hal-hal yang saya takuti yang mungkin terjadi.

Media sosial mungkin menjadi salah satu faktor pendukung kecemasan anda terhadap sesuatu. Anda terjebak dalam lingkaran, dengan asumsi bahwa begitu Anda lengah atau memfokuskan pikiran pada hal lain, anda menempatkan diri Anda dalam bahaya. Namun, terobsesi tidak sama dengan memeriksa. Penerimaan merupakan kunci utama agar anda bisa hidup dengan tenang. Menyiapkan diri untuk segala sesuatu yang mungkin tidak anda sukai adalah hal yang penting. Kemungkinan buruk bukan selalu tidak ada, tetapi jika pun anda itu tidak akan membuat anda kecewa, tetapi lebih ke menerima dengan lapang dada.

4. Saya harus menghindari semua konflik.

Menjauhi atau mengurangi interaksi dengan orang-orang yang dinilai bermasalah atau mempersulit situasi anda dapat membuat kecemasan turun, dan kita bisa menghindari emosi yang tidak menyenangkan dan berantakan itu. Tapi tindakan melarikan diri ini hanya sebagai pengalihan sementara. anda akan mengalami lebih banyak menghadapi hal-hal yang serupa ketika anda dihadapkan pada kondisi yang sulit dan memilih untuk pergi dalam waktu yang cepat. Dalam hidup, kita semua akan bertemu dengan orang-orang yang berkonflik dengan kita. Akan ada ketidaksepakatan, dan kesalahpahaman, serta stres yang siap menyapa. Menghadapi konflik secara langsung dengan berusaha memahami mungkin tampak mustahil pada awalnya. Tetapi komunikasi adalah salah satu cara yang harus dilakukan agar bisa mencapai hidup yang tenang dan bahagia. Semakin anda menjadi bijaksana dan pandai berkomunikasi di saat-saat sulit dan stres, semakin sedikit drama yang akan mengganggu dalam jangka panjang, selain itu anda akan menjadi lebih adaptif dalam menghadapi permasalahan serupa.

5. Saya harus memiliki kendali atas segala hal yang terjadi.

Merasakan kontrol yang kuat atas apa yang terjadi pada anda merupakan hal yang umum dimiliki oleh semua manusia. Faktanya, orang yang memiliki lebih banyak rasa kontrol internal cenderung lebih tangguh selama tantangan hidup. Namun, ketika harapan ini meluas ke semua peristiwa dan situasi, itu menjadi “keharusan” yang berbahaya. Kita tidak dapat memprediksi secara tepat 100% akurat.  Alih-alih mencoba untuk mengontrol semua hal yang terjadi disekitar anda, cobalah untuk “ take it easy” pikirkan setiap hal dengan tenang dan kendalikan saja apa yang memang bisa kendalikan, dan lepaskan sisanya yang bukan merupakan tanggung jawab kita untuk mengontrolnya.

Itu adalah beberapa hal yang bisa ditanamkan dalam pikiran kita, agar “sugesti” yang diberikan oleh otak kepada diri akan bersifat lebih membangun ketimbang menghambat pengembangan diri kita.  Lakukanlah afirmasi positif pada diri secara rutin, agar motivasi dalam diri bisa terbangun.

Semoga artikel ini membantu!

Referensi:

https://www.psycom.net/5-things-to-stop-telling-yourself

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *