Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Burnout Tandanya kamu Perlu untuk Istirahat Sejenak Nih

Burnout Tandanya kamu Perlu untuk Istirahat Sejenak Nih

  1. Apa sih Burnout itu?

 Burnout adalah salah satu bentuk gejala dari kelelahan fisik dan mental sehingga dapat memberikan dampak sulitnya berkonsentrasi, penurunan konsep diri, dan berkurangnya performa kerja seseorang. Burnout ini biasanya terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara jumlah tuntutan dengan cara apa yang harus mereka lakukan untuk memenuhi semua tuntutan yang seseorang miliki itu.

 

  1. Apa saja sih gejala-gejala yang dirasakan saat burnout mulai menyerang?
  1. Gejala-gejala psikosomatis seperti kepala pusing, mual, sakit perut, atau nyeri pada tubuh tanpa alasan medis yang jelas
  2. Kondisi emosi tiba-tiba memburuk seperti mudah marah, sedih tanpa alasan, atau merasa hampa
  3. Merasa ingin keluar dari kenyataan
  4. Mual ketika melihat panggilan tugas

 

  1. Apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya burnout?

Secara umum, burnout ini dapat dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor individu, organisasi, dan pekerjaan. Lalu secara spesifik, burnout dapat disebabkan oleh beberapa faktor penyebab, seperti :

  1. Beban kerja

Nah beban kerja yang dimaksud ini biasanya bisa jadi karena kualitas tugas yang diharapkan sangat tinggi standarnya, atau juga bisa karena jumlah tugas atau beban kerja yang diberikan terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan batas kemampuan individu.

    1. Pengaturan (konflik peran, ambiguitas peran, dan otonomi)
  • Reward (institusi, keuangan atau sosial)
  1. Komunitas (dukungan sosial)
  2. Keadilan (keadilan dan kesesuaian lingkungan kerja)
  3. Nilai (bagaimana hubungan nilai individu dan organisasi)

 

  1. Apa saja dampak yang dihasilkan dari burnout?

Burnout ini dapat menyebabkan beberapa hal, yaitu

  1. Penurunan martabat, nilai-nilai pribadi, dan jiwa pada seseorang
  2. Timbulnya distres psikologi seperti stres, cemas, maupun depresi, atau hal yang lebih parah lagi
  3. Penurunan performa kerja
  4. Sulitnya berkonsentrasi dan mudah lupa
  5. Moodswing
  6. Kehilangan energi dan semangat untuk beraktivitas
  7. Kondisi mood yang tidak stabil
  8. Penurunan self-control seperti mudah marah, agresif, atau yang lainnya
  9. Tingkat kesehatan tubuh menurun
  10. Penurunan pencapaian diri
  1. Bagaimana sih cara menangani burnout?
  1. Dari individu
  1. Berfikir positif

Dengan berfikir positif akan dapat membantu menyusun ulang pemikiran menjadi pemikiran yang lebih bermakna. Hal ini dapat membuat otak menjadi mendorong kita agar dapat melihat suatu permasalahan dari beberapa sudut pandang sehingga kita dapat lebih mudah untuk menemukan solusi saat menghadapi masalah.

  1. Creative behavior

Melakukan hal-hal yang kreatif, hal-hal yang belum pernah kamu lakukan, atau hal-hal yang menyenangkan. Hal ini akan dapat mendorong tubuhmu untuk lebih sering mengeluarkan hormon kebahagiaan yang dapat memicu energi dan semangatmu. Hormon kebahagiaan juga dapat mengurangi hormon kortisol yang menyebabkan stres padamu.

  1. Determination and Compliance (Tekad dan kepatuhan)

Dengan memiliki tekad dan kepatuhan terhadap suatu peraturan maka kamu akan terhindar dari segala masalah yang ada.

  1. Istirahat sejenak dari rutinitas

Otak dan tubuh manusia sama halnya seperti mobil yang digunakan terus-menerus selama berhari-hari tanpa diberi jeda untuk istirahat lama-kelamaan akan panas mesinnya, habis bensinnya, diharuskan menggangti oli, dan jika sering dipakai mesinnya akan aus. Seperti tubuh dan otak kita, jika tidak beristirahat maka akan lapar, pusing, dan kelelahan. Untuk itu kamu perlu istirahat sejenak ketika kamu benar-benar sudah merasa lelah. Meskipun waktu istirahatmu sebentar, yang terpenting ada jeda waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan menyegarkan otakmu itu sudah penting lho…

 

  1. Organizational effort
  1. Support of Workmates (Mendukung rekan kerja)
  2. Managerial Support (Dukungan atasan)
  3. Organizational Atmosphere
  1. Lingkungan kerja

Secara fisik, lingkungan kerja dapat diubah menjadi tempat kerja yang lingkungannya nyaman, aman, dan kondusif, dan juga melengkapi fasilitas lingkungan kerja sehingga para karyawan atau orang-orang yang berada di kantor tersebut akan merasa nyaman dan betah bekerja disana

Secara non fisik, suasana kerja dapat diperbaiki dengan memperbaiki hubungan kerja sesama rekan, atasan, ataupun hubungan antara atasan dan bawahan. Hal ini dapat membangkitkan suasana baik dan rasa kekeluargaan sehingga dapat mempermudah untuk mencapai kesepakatan bersama.

 

 

Istirahatlah ketika kamu sudah lelah, sekedar mencari hiburan dan me time saja itu sudah menjadi langkah untuk mengatasi burn out kok.. semangat ^^

Referensi

Andarini, E. 2018. Tesis Analisis Faktor Penyebab Burnout Syndrome dan Job Satisfaction Perawat di Rumah Sakit Ptrokimia Gresik. Surabaya : Universitas Airlangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *