Menurut Rowe dan Boulgarides (1992) cara individu mengambil keputusan digambarkan melalui gaya pengambilan keputusannya. Beberapa faktor yang menentukan adalah : 1) Cara seseorang menerima dan memahami tanda isyarat tertentu, 2) Suatu yang penting menurut penilaian seseorang, dan 3) Faktor konteks atau situasi saat mengambil keputusan.
Terdapat dua dimensi dalam gaya pengambilan keputusan, yaitu : 1) Orientasi Nilai, berfokus pada tugas dan masalah teknis atau fokus terhadap orang lain dan masalah sosial, 2) Orientasi Toleransi terhadap Ambiguitas, mengindisikan tingkat kebutuhan yang tinggi terhadap kendali dalam hidupnya. Dari dua dimensi ini dikombinasikan menjadi 4 gaya pengambilan keputusan, yaitu :
- Direktif
Individu dengan gaya direktif adalah orang yang memiliki hasrat tinggi terhadap kekuasaan dan cenderung bersifat kritik terhadap diri sendiri (untuk perbaikan). Individu direktif, pengambilan keputusannya lebih kepada keyakinan pribadi dan fokus pada hal yang teknis, serta cepat dalam penyelesaian masalah. Toleransi terhadap ambiguitasnya sangat rendah, sehingga individu direktif menyukai hal yang terstruktur dan informasi secara verbal. Individu direktif sering kali agresif, pengendaliannya ketat, dan cenderung mendominasi.
- Analitis
Individu dengan gaya pengambilan keputusan analitis memiliki fokus terhadap keputusan yang bersifat teknis dan kebutuhan akan kendali. Individu analitis suka dengan pemecahan masalah dan berusaha untuk mencapai hasil maksimal dalam situasi yang dihadapi. Posisi puncak dan ego merupakan karakteristik penting dalam organisasi atau usahanya sendiri. Tidak cepat dalam mengambil keputusan namun menikmati keberagaman dan laporan tertulis, menyukai tantangan, serta memperhatikan detail setiap situasi.
- Konseptual
Individu dengan gaya pengambilan keputusan konseptual memiliki tingkat kompleksitas kognitif dan orientasi pada manusia yang tinggi; maka umumnya merupakan seorang pemikir bukan pelaksana. Individu konseptual cenderung menggunakan data dari berbagai sumber dan mempertimbangkan banyak alternatif. Terdapat kepercayaan dan kebutuhan dalam hubungan serta tujuan bersama dengan orang lain. Individu ini cenderung idealis dan menekan pada etika serta nilai, kreatif, cepat memahami hubungan yang kompleks. Fokus individu ini menuju ke masa depan atau jangka panjang serta komitmen yang tinggi. Memiliki orientasi pada pada prestasi, penghargaan, pengakuan, dan kemandirian.
- Behavioral
Individu dengan gaya pengambilan keputusan behavioral memiliki tingkat kompleksitas kognitif yang rendah, namun memiliki perhatian yang mendalam terhadap orang lain. Individu ini cenderung suportif dan memerhatikan kesejahteraan orang lain; seperti memberikan konseling, terbuka untuk saran, mudah berkomunikasi, hangat, empati, persuasif, dan berkompromi. Gaya ini cenderung fokus pada jangka pendek dan menggunakan pertemuan dalam berkomunikasi (kurang dalam penggunaan data). Individu ini menghindari konflik, mencari penerimaan, berorientasi pada manusia.
Referensi : Putra, Idhamsyah Eka. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta : Salemba Humanika.