Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Penyebab Bad Mood? (3 Penyebab Utama)

Ketika kita sedang dalam suasana hati yang buruk, selalu ada penyebab di baliknya. Terkadang penyebabnya mungkin jelas seperti, misalnya, mendengar kabar buruk tetapi di lain waktu mungkin sama sekali tidak menyadari penyebabnya karena mungkin hanya memengaruhi tingkat bawah sadar.

“Anda tidak akan mendapatkan suasana hati yang buruk kecuali Anda menerima semacam informasi eksternal yang membuat Anda berpikir dengan pola berpikir tertentu, yang pada gilirannya, mengingatkan Anda tentang masalah yang belum terselesaikan atau luka emosional.”

Informasi eksternal ini dapat berupa apa saja- tempat yang Anda kunjungi, orang yang Anda lihat, kata yang Anda dengar, atau Anda temukan hal dalam media sosial Anda.

Potongan informasi ini dapat bertindak sebagai pemicu yang mengaktifkan pola berpikir tertentu dalam pikiran Anda yang mengarah pada masalah yang belum terselesaikan atau luka emosional. Menghindari suasana hati yang buruk adalah tentang menghindari pola pikir yang akhirnya membuat Anda merasa buruk.

Anda dapat melakukan ini dengan dua cara – baik dengan menghindari pemicu eksternal yang berpotensi memberi Anda suasana hati yang buruk atau dengan mengubah situasi hidup Anda sehingga pola pikir Anda berubah secara otomatis dan tidak membawa Anda mengalami suasana hati yang buruk.

1) Masalah yang belum terselesaikan

Masalah yang belum terselesaikan yang saat ini mengganggu seseorang adalah penyebab utama di balik sebagian besar suasana hati yang buruk. Seseorang biasanya tidak merasa buruk ketika memiliki masalah yang belum terselesaikan di latar belakang pikirannya, tetapi hanya ketika sesuatu terjadi yang memaksa masalah tersebut dari alam bawah sadar ke dalam aliran kesadaran seseorang itu.

Karena terus – menerus menerima info dari lingkungan, semakin banyak masalah yang belum terselesaikan, semakin besar kemungkinan bahwa sesuatu akan mengingatkan pada salah satunya dan pada akhirnya tidak dalam suasana hati yang baik.

Perhatikan contoh ini:

Seorang pria yang mengalami perpisahan besar tanpa pulih mungkin merasa tidak enak ketika dia melihat mantannya atau ketika sesuatu terjadi yang memaksanya untuk mengingat kembali kenangannya dengannya. Dengan pulih dari putus cinta atau menemukan pasangan baru, dia bisa mengakhiri emosi buruknya.

Ingatlah bahwa pikiran seseorang mengirimkan suasana hati yang buruk untuk memotivasinya menyelesaikan masalah dalam hidupnya. Segera setelah seseorang mulai mengambil tindakan yang dapat menempatkannha di jalan untuk menyelesaikan masalah hidupnya, suasana hati yang buruk akan hilang.

2) Luka emosional

Luka emosional adalah luka pada jiwa yang ditimbulkan pada sepanjang pengalaman kehidupan masa lalu, terutama pengalaman masa kanak-kanak. Jika seseorang memikirkan pengalaman buruk dalam masa kanak -kanaknya dan hal tersebut itu merupakan masalah yang belum terselesaikan, makan hal tersebut sebagai masalah yang dalam bagi hidupnya.

Luka – luka ini dapat terus mengganggu seseorang sepanjang hidupnya jika seseorang itu tidak mengenali dirinya dan mengambil langkah untuk menyembuhkannya.

Semakin banyak luka emosional yang seseorang miliki, semakin besar kemungkinan bahwa beberapa peristiwa eksternal dapat menyentuh sebagai penyebab salah satu luka dan memberi serangan suasana hati yang buruk.

Sebagai contoh….

Seorang pria yang memiliki harga diri rendah karena dia dilecehkan sebagai seorang anak mungkin terus merasa buruk sebagai orang dewasa ketika sesuatu mengingatkan dia akan harga dirinya yang rendah kecuali jika dia bekerja untuk meningkatkan harga dirinya.

Seorang gadis yang menganggap dirinya tidak menarik akan merasa tidak enak ketika menerima komentar kritis tentang penampilannya atau ketika dia menemukan gadis yang lebih menarik. Hanya dengan memperbaiki citranya atau memperbaiki persepsi yang salah tentang citranya, dia dapat menghilangkan perasaan buruknya.

3) Penipuan diri sendiri dan suasana hati yang buruk

Suasana hati yang buruk juga dapat dihindari dengan menggunakan penipuan diri, mekanisme pertahanan ego manusia. Ketika kita tidak dapat memecahkan masalah atau mencapai tujuan, kita cenderung untuk mengalih kepada hal lain. Sebagai contoh:

Jika seseorang memiliki masalah keuangan maka alih -alih mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini, ia mungkin meninggalkannya sepenuhnya masalah tersebut dan berfokus menjadi ‘spiritual’. Dengan beralih ke spiritualitas, dia menciptakan ketenangan di sekitar dirinya di mana dia tidak perlu peduli dengan masalahnya.

Masalah yang belum terselesaikan tidak bisa dikubur lama di alam bawah sadar. Cepat atau lambat mereka memasukkan masalah tersebut ke kepala atau dalam kesadaran dalam diri dan mekanisme pertahanan yang dibangun dengan cermat sering kali berantakan.

Demikian pula, banyak orang gemuk yang tidak dapat menurunkan berat badan menyerah dan mengklaim bahwa mereka akhirnya mencintai dan menerima diri mereka apa adanya.

Ini dapat membantu mereka melupakan masalah mereka yang belum terselesaikan untuk sementara waktu, tetapi begitu mereka menemukan orang yang langsing dan menarik, mekanisme pertahanan mereka akan runtuh.

Masalah yang belum terselesaikan dan luka emosional yang belum sembuh adalah penyebab utama dari suasana hati yang tidak baik. Oleh karena itu untuk mencegah suasana hati yang buruk, seseorang memiliki dua pilihan: menghindari pemicu yang mengingatkan tentang masalah atau mulai melakukan hal untuk menyelesaikannya.

Menipu diri sendiri (mekanisme pertahanan diri) mungkin berhasil untuk sementara waktu, tetapi dalam jangka panjang, itu hanya akan membuat merasa lebih buruk.

 

References:

Parves, Hanan. (2014). Whats Causes Bad Moods? (3 Major Causes)

Gambar: https://www.google.co.id/amp/s/www.self.com/story/in-a-bad-mood/amp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *