Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Dopamin dan Fungsinya Bagi Tubuh

Dopamin adalah salah satu jenis neurotransmitter, atau bahan kimia, yang memiliki peran penting dalam mengirimkan sinyal dari otak ke tubuh. Dopamin diproduksi secara alami oleh otak memiliki fungsi penting untuk keterampilan motorik, kemampuan kognitif, dan reproduksi.
Neurotransmitter ini meningkat untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat penting yang akan terjadi, memainkan peran penting dalam sistem penghargaan dan motivasi tubuh, juga dalam hal mempengaruhi memori.
Keseimbangan Dopamin merupakan hal yang penting untuk selalu dijaga. Apabila Dopamin mengalami penurunan dan melampaui titik yang ditentukan, hal itu juga dapat memberikan konsekuensi yang tidak baik untuk tubuh. Kekurangan dopamin dapat memberikan beberapa efek untuk tubuh, sebelum itu kita akan mengenal dulu beberapa gejala kekurangan dopamin.
Defisiensi dopamin dapat menimbulkan beberapa hal seperti di bawah ini:
– Sakit punggung kronis
– Konstipasi terus-menerus
– Fluktuasi berat badan
– Disfagia atau kesulitan menelan
– Gangguan tidur
– Kelelahan
– Kesulitan perhatian
– Penurunan gairah seks
– Halusinasi dan delusi
– Pneumonia
– Suasana hati yang tidak menentu.

Penyebab Dopamin Rendah
Sejumlah faktor dapat bertanggung jawab untuk mengurangi dopamin dalam tubuh. Berikut adalah beberapa faktor penyebab yang bisa menurunkan dopamin dalam tubuh:
1. Kurang Tidur
Ketika bangun di pagi hari dan anda merasa segar itu adalah salah satu peran besar Dopamin di pagi hari. Namun, kurang tidur dapat mengurangi jumlah reseptor Dopamin dalam otak. Sehingga transmisi dan produksi dopamin akan terpengaruh.
2. Obesitas
Obesitas telah dikaitkan dengan sejumlah kondisi kesehatan, tetapi satu efek yang kurang diketahui adalah perannya dalam menurunkan regulasi atau mengurangi jumlah dopamin di otak.
Seperti akibat kurang tidur, obesitas dapat menyebabkan berkurangnya kadar Dopamin dalam otak.
3. Penyalahgunaan Narkoba
Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan peningkatan dopamin. Kokain adalah salah satu obat yang telah diketahui menghasilkan euforia dan peningkatan kadar dopamin setelah penggunaan.
Namun, penggunaan jangka panjang obat-obatan ini pasti juga akan menyebabkan dampak lain yang malah menyebabkan semakin berkurangnya dopamin.
Karena peningkatan produksi dopamin yang berkelanjutan setelah penggunaan narkoba, otak melakukan intervensi untuk mengurangi jumlah reseptor dopamin yang tersedia.
4. Lemak Jenuh
Bila anda makan ayam goreng, roti mentega, cokelat, dan makanan lain yang tinggi lemak jenuh, otak anda akan menerima sinyal untuk meningkatkan dopamin.
Namun, makanan ini hanya akan menghasilkan kenikmatan jangka pendek. Seiring waktu, terus-menerus hal ini justru akan mengganggu fungsi sistem saraf pusat, di mana dopamin diproduksi. Ketika terganggu, ini dapat menyebabkan penurunan kadar dopamin.
5. Stres
Ketika Anda terus-menerus terpapar stresor seperti dalam masalah keluarga, pertemanan, keuangan dan pekerjaan hal ini dapat memengaruhi produksi dopamin dalam tubuh Anda. Seiring berjalannya waktu, dapat juga menyebabkan kekurangan neurotransmitter lain dalam tubuh.
Gangguan Tubuh Yang Bisa Terjadi Akibat Defisiensi Dopamin
1. Gangguan Depresi Mayor
Depresi mayor adalah salah satu gangguan mental dan perilaku. Ditandai dengan suasana hati tidak menentu secara berkepanjangan, atau kurangnya minat pada aktivitas yang biasanya dijalani. Kehilangan minat ini biasa disebut sebagai anhedonia. Namun, di luar hilangnya minat, perubahan ini telah dikaitkan dengan disfungsi dalam sistem dopamin.Penurunan kadar dopamin telah diketahui menjadi dasar dari gejala yang terkait dengan gangguan depresi mayor.
2. Skizofrenia
Skizofrenia adalah kondisi kesehatan mental yang parah dan dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, bertindak, atau mengekspresikan diri.
Biasanya di diagnosa dengan gejala seperti halusinasi, delusi, hal-hal ini biasanya dikaitkan dengan ketidakseimbangan dopamin dalam tubuh.
Tingkat dopamin yang lebih rendah telah dikaitkan dengan tanda-tanda lain seperti anhedonia, ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas, dan demotivasi untuk terlibat dalam interaksi sosial.
3. Penyakit Parkinson
Adalah gangguan pada sistem saraf. Hal ini dapat diidentifikasi dengan tremor yang mungkin mulai hampir tidak terlihat, sebelum akhirnya berkembang menjadi getaran yang dapat dilihat dengan jelas, kekakuan otot, atau gerakan yang tertunda. Gangguan ini juga dapat menyebabkan masalah keseimbangan saat bergerak. Penyakit parkinson dapat diakibatkan oleh beberapa faktor namun salah satunya, adalah penurunan produksi dopamin di otak. Ketika ada defisit dopamin, ini dapat menyebabkan kesulitan bergerak pada bagian-bagian tertentu.
Cara Mengatasi
Dopamin yang rendah dapat menghasilkan reaksi negatif pada tubuh. Untuk mencegah dan memperbaiki kekurangan ini, metode berikut terbukti bermanfaat:
1. Olahraga
Mengeluarkan keringat dengan berlari, berenang, menari, atau bentuk gerakan lainnya, dapat membantu meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh. Studi yang dilakukan pada hewan telah menunjukkan bahwa bagian-bagian tertentu dari otak disiram dengan dopamin selama aktivitas fisik. Itu sebabnya berolahraga kadang-kadang dapat menghasilkan dopamin yang cukup tinggi.
2. Mengkonsumsi makanan bergizi
Suplai dopamin tubuh Anda mungkin didukung oleh sumber eksternal. Misalnya, buah-buahan dan sayuran seperti pisang, dan alpukat telah ditemukan mengandung dopamin tingkat tinggi. Apel, terong, bayam, dan tomat juga telah diakui sebagai sumber dopamin. Protein juga merupakan komponen penting dalam proses produksi dopamin.
3. Probiotik
Probiotik berperan penting untuk meningkatkan kesehatan usus, tetapi tidak hanya merupakan bagian penting dari tubuh, tetapi juga berguna untuk produksi dopamin dan neurotransmiter lainnya.
4. Musik
Tidak 100% pasti bagaimana musik mempengaruhi otak, tetapi ada alasan mengapa lagu-lagu tertentu membuat anda sedih, senang dan terutama, kadang memiliki kekuatan untuk menyegarkan pikiran anda saat mendengarkannya.
Potensi terakhir mungkin karena kemampuan musik untuk merangsang produksi dopamin dalam otak. Hal ini yang membuat anda merasa senang dan gembira saat mendengarkan musik, dan dapat membantu meningkatkan kadar dopamin yang semakin berkurang.
Dalam jumlah yang tepat, dopamin dapat memberikan perasaan senang, dan motivasi saat melakukan aktivitas. Ketika tubuh kekurangan neurotransmitter ini, dapat menyebabkan terjadinya, obesitas, stres, dan yang lainnya. Maka dari itu, penting untuk tetap menjaga hidup anda tetap sehat baik secara fisik maupun mental.

Referensi:
https://www.verywellmind.com/common-symptoms-of-low-dopamine-5120239

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *