Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kebosanan (Boredom)

Kebosanan menunjukkan bahwa aktivitas atau situasi saat ini tidak memberikan keterlibatan atau makna, sehingga seseorang dapat dengan mudah untuk mengalihkan perhatiannya ke sesuatu yang lebih memuaskan bagi dirinya. Terdapat beberapa pandangan tentang kebosanan, yang pertama yaitu kebosanan yang mengacu kepada perasaan karena situasi tertentu. Sedangkan, yang kedua yaitu kebosanan yang mengacu kepada sifat yang berhubungan dengan pengendalian diri (self – control), kecemasan (Anxiety) dan depresi.

Apasih yang menyebabkan terjadinya kebosanan pada seseorang?

Kebosanan dapat terjadi ketika energi didalam diri tidak disalurkan ke hal yang memberikan makna atau pemenuhan bagi diri. Hal tersebut dapat disebabkan karena beberapa hal, yang pertama adalah mental arousal (gairah mental) yang memiliki energi yang ingin difokuskan pada sesuatu yang menarik. Yang kedua adalah kesulitan berkonsentrasi pada satu tugas. Dan yang ketiga adalah kurangnya kontrol atas lingkungan, seperti di ruang tunggu atau kuliah, di mana seseorang tidak dapat mengalihkan perhatiannya ke aktivitas yang berbeda.

Mengapa kebosanan dapat dengan mudah terjadi pada seseorang?

Kebosanan adalah katalisator atau sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan dan sebuah kesempatan untuk refleksi. Oleh karena itu, perasaan bosan mungkin timbul selama tugas yang dikerjakan yang tidak menantang atau berulang. Hal ini dapat muncul karena kurangnya kesadaran diri (self – awareness) tentang apa yang kita temukan memuaskan. Ciri-ciri kepribadian juga dapat menjadikan faktor kebosanan dapat terjadi. Dimana seseorang yang memiliki pribadian yang rentan terhadap pencarian sensasi dan kebaruan mungkin lebih mungkin mengalami kebosanan.

Kebosanan yang di tinjau dari perspektif profesional (terapis)

Beberapa terapis yang merawat pasien untuk mengatasi kebosanan, bahwa kemungkinan kebosanan dapat terjadi karena seseorang menutupi rasa sakit emosional, seperti trauma masa kecil, yang membuat seseorang tersebut tidak menyadari keinginan dan kebutuhan mereka yang sebenarnya.

Terdapat sebuah penelitian terhadap 7.500 orang dewasa di Inggris yang hasilnya adalah orang yang sering bosan di tempat kerja lebih mungkin meninggal lebih awal dan 2,5 kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung daripada mereka yang tidak bosan. Mereka juga melaporkan lebih sedikit aktivitas fisik dan kesehatan yang lebih buruk, yang bisa menjadi hubungan antara kebosanan dan kematian.

Bagaimana cara menghilangkan kebosanan?

Kebosanan adalah keadaan gagal menemukan makna, yang merupakan perasaan yang sangat tidak nyaman. Kebosanan dapat diatasi dengan melihat beberapa situasi yaitu situasi yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Jika kebosanan terjadi disituasi yang dapat dikendalikan, maka mungkin cara terbaik untuk mengatasi kebosanan adalah mengeksplorasi dan mengidentifikasi mengapa merasa bosan. Jika menyadari bahwa suatu kegiatan tidak dapat memuaskan bagi diri sendiri, mungkin dapat mengeksplor kegiatan yang dapat memuaskan diri. Lalu, jika kebosanan terjadi disituasi yang tidak dapat dikendalikan, maka dapat dibantu dengan mediasi. Mediasi yang dilakukan dengan latihan pernafasan dan meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan aspek yang dapat mengalihkan kebosanan atau hal membuat merasa bersyukur. Dan dalam kasus tugas kerja yang membosankan, menyelesaikan tugas tersebut dengan cepat mungkin dapat menjadi pilihan yang terbaik.

Manfaat Kebosanan

Kebosanan memiliki kapasitas untuk memicu ide – ide kreatif dan meluncurkan hal baru. Bagi anak – anak, kebosanan dapat mendorong rute permainan dan hiburan diri baru, yang dapat membantu mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan keterampilan hubungan.

Apakah kebosanan bermanfaat bagi perkembangan anak?

Kebosanan dapat memberikan kesempatan tak terduga bagi anak – anak untuk belajar dan tumbuh. Ketika anak – anak bosan, dan bertanggung jawab untuk menghibur diri mereka sendiri, mereka mengembangkan cara – cara baru untuk melakukan itu. Mereka belajar untuk mentolerir ketidakpastian, melatih kreativitas, berkomunikasi dengan orang lain, dan menegosiasikan konflik.

Peran apa yang dimainkan kebosanan di masa remaja?

Dalam menumbuhkan identitas mereka sendiri dan bersiap untuk meninggalkan rumah, remaja dapat mengingkari semua yang sebelumnya mereka sukai untuk memberi ruang bagi minat, hobi, dan hubungan baru. Frustrasi dan kebingungan selama proses ini dapat bermanifestasi dalam kebosanan. Hal ini dapat menyebabkan beberapa remaja bertindak untuk menghilangkan kebosanan atau berjuang secara internal dengan perasaan putus asa.

Efek kebosanan

Kebosanan dapat memberikan efek kepada seseorang yang mengalami kebosanan khusus aspek afektif (perasaan) yang dapat dilihat bahwa orang yang mengalami kebosanan akan merasa lelah dan lesu yang dapat menyebabkan perasaan gelisah dan mudah marah.

 

References:

Elpidorou, A. (2018). The good of boredom. Philosophical Psychology, 31(3), 323-351.

Today, Psychology. Boredom. https://www.psychologytoday.com/intl/basics/boredom

Pictures: https://www.forbes.com/sites/bryanrobinson/2020/09/02/why-neuroscientists-say boredom-is-good-for-your-brains-health/?sh=34a1b2721842

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *