Team Work atau kerja tim merupakan kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Team work sangat penting dan hampir di semua bidang khususnya di tempat kerja. Meskipun ada beberapa situasi di mana bekerja secara individual juga diperlukan, kerja tim dapat melatih seseorang bekerja sama untuk mengatasi konflik yang dapat terjadi di dalam kelompok. Hal tersebut dapat menjadikan sebuah keterampilan penting seseorang untuk membantu mencapai kesuksesan yang lebih besar. Team work memiliki beberapa benefit yang lain yaitu dapat memberikan efisiensi dalam bekerja karena terdapat pembagian tugas dalam satu kelompok untuk mencapai tujuan yang sama.
Team Work memang memiliki beberapa benefit yang dapat diberikan, namun team work tidak mudah untuk diterapkan bagi beberapa orang. Hal ini dikarenakan terdapat kepribadian individu yang berbeda – beda dalam satu kelompok. Kepribadian yang berbeda – beda itulah yang membuat kerja tim tidak selalu terlaksana dengan mudah. Terdapat seseorang yang merasa bahwa tidak perlu bekerja keras karena terdapat anggota lain yang berkontribusi, sehingga beban kerja yang dimiliki menjadi ringan yang memungkinkan adanya sikap malas dalam suatu kelompok.
Komunikasi dapat menjadi peran yang besar dalam sebuah team work. Tak jarang, bekerja kelompok memerlukan sebuah problem solving yang diperlukannya komunikasi antara anggota satu dengan yang lainnya. Apakah maksud komunikasi itu? Komunikasi berfokus pada bagaimana orang menggunakan pesan untuk menghasilkan makna di dalam dan di berbagai konteks. Dan bagaimana komunikasi mempengaruhi team work?
Komunikasi sangat penting untuk memastikan bahwa tim berjalan optimal. Namun, ketika aspek lain (lingkungan eksternal) dari kelompok berfungsi dengan lancar, komunikasi yang tidak efektif dapat menggagalkan seluruh proyek. Beberapa keterampilan yang meningkatkan komunikasi, seperti kecerdasan emosional, datang lebih alami untuk beberapa orang. Namun, jika seseorang yang tidak memiliki keterampilan meningkat komunikasi, dapat belajar untuk menjadi komunikator yang lebih baik dengan latihan.
Pada kelompok yang ideal, setiap anggota akan didorong untuk berbagi ide dan pembaruan mereka tentang kemajuan (bahkan jika berita itu buruk) dan anggota lain akan melakukan yang terbaik untuk mendengarkan, mengevaluasi dan menawarkan tanggapan yang bijaksana. Di sisi lain, komunikasi yang buruk mengganggu kohesi/hubungan umum dan dapat membuang kelompok yang produktif dari proyek atau pekerjaan mereka.
Bagaimana kelompok dapat berkomunikasi lebih efektif?
Anggota kelompok harus segera berbagi informasi yang relevan ketika mereka mengetahuinya kepada anggota kelompok lainnya. Setiap anggota harus didorong untuk mengajukan pertanyaan klarifikasi bila diperlukan. Menunjuk satu anggota tim sebagai seseorang yang “netral (tidak memihak)” yang dapat membantu kelompok mempertimbangkan masalah potensial dan mencapai solusi yang lebih baik.
Mengapa komunikasi nonverbal penting untuk kerja kelompok?
Komunikasi nonverbal (gerakan, ekspresi wajah, dan nada suara) dapat membantu atau menghambat produktivitas tim. Misalnya, seseorang yang memutar matanya pada ide – ide atau pendapat anggota lain, dapat menjadi masalah bagi moral tim. Sebaliknya, anggota tim yang mampu dalam membaca isyarat nonverbal dari anggotanya dapat mengarahkan dinamika kelompok dengan lebih baik dan membantu mengidentifikasi masalah yang tak terucapkan.
Apakah kecerdasan emosional mempengaruhi kerja kelompok?
Ya, mempengaruhi. Kecerdasan emosional adalah keterampilan yang memungkinkan orang untuk lebih memahami emosi mereka sendiri serta emosi orang – orang di sekitar mereka. Penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan kecerdasan emosional rata-rata yang lebih besar menghasilkan lebih efektif daripada tim yang kurang cerdas secara emosional. Keterampilan ini dapat membantu kelompok mengatasi konflik, membagi pekerjaan secara merata, dan mengembangkan kepercayaan jangka panjang.
Apakah “emotional contagion” dapat berpengaruhi terhadap kelompok?
Emotional contangion (penularan emosional) adalah fenomena di mana emosi, positif atau negatif, “menyebar” dari orang ke orang. Dengan demikian, pada kelompok, ketidakpuasan dan negativitas yang berasal dari satu anggota dapat segera “mempengaruhi” orang lain. Mendukung kebutuhan emosional semua anggota, serta mencegah konflik dan perselisihan yaitu melalui komunikasi terbuka. Komunikasi terbuka adalah kunci untuk mengelola penularan emosional pada kelompok.
References:
Luhmann, N. (1992). What is communication?. Communication theory, 2(3), 251-259.
Today, Psychology. Teamwork. https://www.psychologytoday.com/intl/basics/teamwork
Association, National Communication. What is Communication?. https://www.natcom.org/about-nca/what-communication