Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Psikologi Kogntif dalam Kehidupan

Di dalam dunia psikologi terbagi dalam beberapa bidang yang lebih spesifik, salah satunya adalah psikologi kognitif. Bidang tersebut memfokuskan proses yang terjadi di otak, seperti mengingat, berpikir, menyusun bahasa, belajar, dan lain lain. Hal tersebut sama halnya seperti yang disebutkan oleh Robert L. Solso, dkk didalam bukunya berjudul Psikologi Kognitif, bahwa psikologi kognitif mencakup keseluruhan proses psikologis (sensasi ke persepsi, atensi, imajinasi, kecerdasan, emosi, memori, belajar, formasi konsep, berpikir) dan keseluruhan hal tersebut akan berubah sepanjang masa kehidupan seseorang dimana terkait dengan perkembangan manusia.

Banyak hal yang dilakukan dalam kehidupan dan semua menggambarkan pembahasan yang berada di psikologi kognitif. Salah satu yang sangat sering dilakukan adalah terbangun dari tidur karena mendengar suara alarm atau jam beker. Hal tersebut terjadi karena adanya proses kognisi yang dimana terjadinya sebuah pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang dimaksud adalah seseorang telah memutuskan untuk mengatur jam berapa akan terbangun dan akan meneruskan kegiatan yang ingin dilakukannya atau tidak. Dan tentu hal tersebut melalui proses berpikir terlebih dahulu, lalu dapat mengambil keputusan yang diinginkan.

Dalam proses berpikir akan menciptakan sebuah pengambilan keputusan telah dijelaskan juga oleh Robert L. Solso, dkk didalam bukunya berjudul Psikologi Kognitif, bahwa pengambilan keputusan terjadinya “penalaran induksi”. Dimana penalaran induksi adalah logika. Dan terjadi juga logika argumentasi yang disebut sebagai deduksi. Logika dan argumentasi logika merupakan dua hal yang digunakan dalam waktu yang bersama. Lebih jelasnya di Ensiklopedi Columbia Ringkas dalam buku Psikologi Kognitif yang ditulis oleh Robert L. Solso, menjelaskan induksi adalah pengamatan yang dilihat dari peristiwa – peristiwa tertentu dan dari sebuah hal – hal atau prinsip yang sudah didapat atau diketahui yaitu deduksi. Lalu, terdapat prinsip hipotesis baru yang kemudian akan dirumuskan dan hukum dimunculkan.

Dari hal yang didapat dari referensi tersebut jika dihubungkan pada kejadian seseorang terbangun dari tidur karena mendengar suara atau jam beker, seseorang itu mungkin saja dihadapi dua pilihan akan melanjutkan tidur tetapi pekerjaan tidak akan terselesaikan atau tidak melanjutkan tidur dan mengerjakan pekerjaannya. Dan bagaimana seseorang itu akan memutuskan dua pilihan tersebut? Yaitu dengan mengevaluasi dari setiap pengambilan keputusan yang dilihat dari resikonya (jika melanjutkan tidur maka tugasnya tidak terselesaikan dan sebaliknya). Dan hal tersebut melibatkan sebuah penalaran induksi dan deduksi. Lalu, dengan adanya induksi dan deduksi memunculkan keputusan pada seseorang tersebut untuk terbangun atau tertidur atau dalam penjelasan referensi tadi dijelaskan sebagai prinsip hipotesis baru yang kemudian akan dirumuskan dan hukum dimunculkan.

Selain hal tersebut ada hal lain yang menggambar psikologi kognitif di kehidupan sehari – hari yaitu saat sedang membuat janji dengan teman di sebuah tempat yang ramai. Dimana saat sudah sampai di tempat tersebut pusat perhatian tertuju pada teman walaupun di tempat tersebut banyak orang selain teman. Dan hal tersebut di dalam psikologi kognitf disebut sebagai atensi. Menurut James yang dikuitip oleh Robert L. Solso dalam bukunya Psikologi kognitif, atensi merupakan pusat pemikiran, dalam bentuk yang jernih dan gamblang yang tujukan pada sejumlah objek simultan atau sekolompok pikiran. Atensi ini pengambaikan objek – objek lain agar dapat menangani objek – objek tertentu secara efektif.

Hal yang terakhir yang paling sering terjadi di dalam kehidupan adalah saat kita sedang mengingat atau melupakan sesuatu. Sebagai contoh adalah si A akan melakukan ujian secara essay. Namun, saat ujian berlangsung ia melupakan salah satu materi pada saat ujian tersebut padahal sebelum ujian dimulai ia sudah mempelajarinya. Hal tersebut juga dibahas pada psikologi kognitif dimana hal tersebut bisa terjadi karena adanya memori. Menurut Magda Bhinnety pada jurnalnya yang berjudul Struktur dan Proses Memori, dijelaskan bahwa memori sensori berfungsi untuk mencatat informasi. Bila informasi tidak diperhatikan akan langsung dilupakan, namun bila diperhatkan maka informasi ditransfer ke sistem ingatan jangka pendek. Setelah itu, ditransfer lagi dengan proses pengulangan menuju sistem ingatan jangka panjang untuk disimpan, dan informasi tersebut bisa saja hilang/terlupakan karena tergantikan oleh tambahan informasi baru yang disebut dengan displacement. Hal tersebut sejalan dengan pengalaman si A, bisa saja ia terlalu banyak materi yang dipelajari dan menyebabkan ia melupakan salah satu materi saat ujian.

 

References

Bhinnety, M. (n.d.). Struktur dan Proses Memori. Buletin Psikologi Vol 16 No 2, 74-88.

Solso, Robert L., Maclin, Otto H., dan Maclin, M. Kimberly. (2007). Psikologi Kognitif Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.

Sumber Picture: https://santikoaji.blogspot.com/2018/10/psikologi-kognitif-pengertian-aspek-dan-contoh-perkembangannya.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *