Kita semua pasti memiliki teman maupun keluarga yang merupakan seorang people pleaser atau bahkan kalian yang sedang membaca artikel ini juga seorang people pleaser? selamat! kamu membaca artikel yang tepat. Apa sih people pleaser itu? people pleaser adalah seseorang yang tidak bisa mengatakan tidak setiap kali seseorang meminta bantuan maupun pendapatnya. Seorang people pleaser tidak memperdulikan perasaan dirinya dan lebi mementingkan kesenangan orang lain.
Lalu, mengapa menjadi seseorang harus berhenti menjadi people pleaser? karena terlepas dari seberapa sering mereka mengatakan ‘iya’, mereka tetap jarang dihargai. People pleaser biasanya adalah orang yang menyenangkan tetapi membutuhkan validasi kelompok. Harga diri mereka terikat dengan upaya ini agar dianggap layak untuk memenuhi harapan orang lain. Jenis perilaku ini bisa lepas kendali dan sebelum itu terjadi, penting untuk kamu mengetahui bagaimana cara menghentikan nya.
1. Self-aware (kesadaran diri)
Hal yang terpenting adalah disaat kamu menyadari situasi ketika dirimu tidak dihargai sebagai people pleaser. Perubahan terbesar dimulai ketika kita melihat diri kita sendiri dengan sadar dan hormat. Ketika kita menyatukan pikiran dan perasaan ke dalam kesadaran, berkesempatan untuk belajar dari situasi tersebut, bukan memberi reaksi tetapi meningkatkan kesadaran diri atas kenyataan dengan menghadapi kebenaran pribadi kita.
2. Memberanikan diri untuk berkata ‘tidak’ !
Bagi seorang people pleaser yang sering dimintai bantuan oleh orang-orang disekitarnya, sulit untuk mengatakan ‘tidak’ walaupun, pekerjaan nya pun sudah banyak, ditambah lagi harus mengurus masalah orang lain. Sangat sedikit dari people pleaser yang mengatakan ‘tidak’ secara langsung. Nah berikut ini ada beberapa kalimat halus untuk menolak permintaan orang lain:
- ” Maaf, tapi saya sedang sibuk saat ini.. nanti saya kabarin ya.. “
- ” Sepertinya bisa dicoba tetapi, memerlukan waktu yang lama “
- ” Hari lain aja gimana? “
3. Menjadi diri sendiri
Pahami pentingnya menjadi otentik. Kita semua adalah individu yang unik. Kita harus dapat bertindak secara otentik dan terhubung dengan siapa kita dan apa yang kita hargai, daripada selalu melakukan apa yang orang lain inginkan.
4. Let your ‘people-pleaser’ self go.
Kita harus belajar untuk melepaskan semua anggapan dan pemikiran negatif orang lain terhadap saya yang membuat saya hidup dalam ketakutan akan ketidaksetujuan orang lain. Kita tidak ingin terus diingat sebagai people-pleaser. Pentingnya menjadi jujur dan mengatakan hal yang dirasakan dan katakan. Tunjukkan dirimu yang sebenarnya.
Selamat mencoba, tetap semangat! 🙂
Referensi:
https://www.psychologytoday.com/us/blog/your-emotional-meter/201803/how-i-learned-stop-being-people-pleaser
https://www.scienceofpeople.com/people-pleaser/
Clancy, Annette. (2018). How to stop being a people-pleaser. 50. 67. Diakses melalui https://www.researchgate.net/publication/326998074_How_to_stop_being_a_people-pleaser