Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Yuk Kenali Nomophobia, Ketakutan saat Tidak Memegang Handphone

Teknologi telepon seluler atau handphone memang sangat memudahkan penggunanya pada saat ini. Bermain game, bersosial media, menonton film, membaca buku, mendengarkan musik dapat dilakukan sekaligus dalam handphone. Saat ini hampir semua orang selalu membawa handphone kemana pun. Namun terlalu sering menggunakan handphone juga dapat mengakibatkan dampak buruk, salah satunya ialah nomophobia. 

 

Apa itu Nomophobia?

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada Indian Journal of Psychiatry, nomophobia atau no mobile phone phobia (NMP) adalah jenis gangguan kecemasan karena tidak memegang ponsel. Seorang penderita biasanya tidak dapat melepas ponsel dimanapun dan kapan pun. Penderita akan merasakan kecemasan luar biasa ketika ponselnya tidak ada di genggaman dia. Hal tersebut menyebabkan terganggunya aktivitas penderita sehari-hari.

 

Kecemasan tidak memegang ponsel memang tidak tercantum dalam panduan DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Namun, ahli kesehatan menyebutkan bahwa kondisi ini termasuk dalam penyakit mental, khususnya kecanduan terhadap smarthphone.

 

Gejala Nomophobia

Berikut merupakan beberapa gejala nomophobia yang mungkin akan ditimbulkan diantaranya:

 

 Gejala Emosional

  • Cemas, takut, panik dan Khawatir ketika ponsel tidak berada dalam genggaman
  • Khawatir dan cemas ketika penderita tidak dapat menggunakan ponsel karena situasi yang tidak memungkinkan.

 

Gejala fisik

  • terasa sesak di dada.
  • Kesulitan untuk bernapas secara normal.
  • Tubuh gemetar dan berkeringat.
  • Kepala terasa pusing dan muncul perasaan ingin pingsan.
  • Detak jantung menjadi lebih cepat.

 

Penyebab Nomophobia

kemungkinan besar penyebab dari nomophobia ini adalah akibat kecanduan ponsel yang  semakin canggih.  Ponsel sekarang ini memiliki fungsi serbaguna dan bisa mengakses informasi apa pun yang dibutuhkan seseorang. Kecemasan ketika ponsel tidak dalam genggaman atau tidak bisa diakses juga timbul karena rasa takut terisolasi, ketinggalan berita, atau ketakutan karena tidak bisa menghubungi orang-orang yang dicintai. Terkadang pengalaman traumatis dapat mengakibatkan seseorang menjadi nomophobia.

 

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *