(image source: misfitnarrator.wordpress.com)
Kamu masih mendengar orang lain, tetapi kamu tidak sepenuhnya mendengarkan apa yang mereka katakan ketika pikiran kamu kemana-mana. Namun, jika orang lain percaya kamu jarang mendengarkan mereka, ini akan berdampak buruk pada pembicaraan atau hubungan kamu.
Menurut Kelly Worksman, PsyD. Hearing (pendengaran) adalah asupan suara secara pasif, sedangkan Listening (mendengarkan) adalah tindakan bekerja dengan sengaja untuk memahami suara yang kamu dengar.
Hearing (Pendengaran): Pasif, tidak disengaja, tidak memerlukan usaha, persepsi fisiologis suara. Contoh, suara gonggongan peliharaan tetangga ketika kamu sedang asik menonton televisi.
Listening (Mendengarkan): Aktif, sukarela, membutuhkan usaha, interpreasi suara yang disengaja. Contoh, mengengarkan kolega kerja kamu tentang hari sulit yang mereka alami di tempat kerja. Kemudian, kamu akan memusatkan perhatian kamu kepada mereka dan mulai memahami seperti apa pengalaman mereka dan dampaknya terhadap mereka. Lalu kamu akan membuat komentar dan mengajukan pertanyaan yang relevan untuk lebih memahami situasi yang mereka hadapi tersebut.
Peran Hearing dan Listening dalam kesehatan mental.
Hearing (pendengaran) adalah indera penting bagi manusia. Jika kehilangan indera ini, dapat menyebabkan efek mendalam pada kesehatan mental seperti menyebabkan kemarahan, penarikan sosial, perubahan harga diri, dan persepsi.
Penting untuk diingat bagi sebagai orang yang menderita gangguan pendengaran, menggunakan bahasa isyarat dan memperhatikan tubuh adalah cara mendera untuk mendengar tanpa indera pendengaran.
Listening (mendengarkan) adalah apa yang memungkinkan kita untuk mengembangkan rasa ingin tahu yang meningkat tentang pengalaman orang lain, meningkatkan kasih sayang dan empati, dan meningkatkan koneksi. Jika kamu tidak mengengarkan atau didengarkan oleh orang lain, hal ini akan berdampak negatif pada rasa terhubung dan memiliki. Kamu mungkin memikirkan saat kamu tidak didengarkan, hal tersebut menyebabkan rasa tidak dihargai, tidak diperhatikan, dan kesepian, yang mana perasaan-perasaan tersebut dalam menyebabkan perasaan malu, cemas, hingga depresi.
Hearing but not listen?
Worksman mengatakan “Orang sering mendengarkan dengan maksud untuk menanggapi daripada untuk memahami. Ini berarti bahwa mereka lebih mengandalkan pendengaran daripada mendengarkan.”
Worksman kemudian menjelaskan mengapa kamu mungkin mendengar tetapi tidak mendengarkan:
- Salah satu alasan paling umum adalah bahwa kamu belum menguasai keterampilan mendengarkan.
- Mungkin saja kamu sibuk, terganggu, atau melamun.
- Kamu mungkin memiliki kecemasan sosial sehingga membuat kamu sulit mendengarkan karena kamu siuk dengan apa yang akan kamu katakan selanjutnya atau cemas tentang apa yang orang lain pikirkan tentang kamu.
Sumber
- Gupta, S. (2021, August 18). Hearing vs listening: Learn the difference and how each impact mental health. verywellmind. https://www.verywellmind.com/hearing-vs-listening-what-s-the-difference-5196734