Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

4 Fakta Mengenai Kemampuan Otak

Otak merupakan bagian terpenting pada tubuh manusia. Otak merupakan pengatur dan koordinator segala aktivitas dalam tubuh. Otak juga memiliki kemampuan untuk berubah dan beradaptasi dengan kebutuhan, atau yang lebih dikenal dengan salah satu sifat otak, plastisitas. 

Berikut merupakan  fakta lain mengenai kemampuan otak Anda yang mungkin tidak diketahui.

  • Otak manusia memiliki kemampuan menyembuhkan luka

Penelitian yang dilakukan oleh Ohio University dengan memberikan luka kecil pada kulit beberapa pasangan suami istri. Mereka lalu diminta untuk mendiskusikan atau memperdebatkan banyak hal. Para peneliti ini kemudian melakukan pengukuran beberapa minggu setelah pemberian luka. Hasil pengukuran yang mereka dapatkan kemudian adalah, luka kecil tersebut sembuh 40 persen lebih lambat pada kulit pasangan yang memiliki pendapat negatif, dibandingkan pada pasangan yang memiliki pendapat positif.

Hal ini terjadi karena saat seseorang memberikan pendapat negatif dengan emosi yang negatif, tubuh seseorang melepaskan hormon-hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang justru menghambat sinyal protein yang dilepaskan oleh tubuh untuk menyembuhkan luka tersebut. Sehingga proses penyembuhan berjalan lebih lambat.

  • Otak akan menua ketika stres

Kemampuan otak ini didukung oleh suatu penelitian yang dilakukan oleh University of California yang mengungkapkan bahwa, pelepasan kortisol oleh tubuh seseorang secara rutin saat seseorang tertekan, dapat mempengaruhi suatu bagian vital pada otak, yang berperan dalam penyimpanan memori jangka panjang.

  • Otak akan belajar dari tindakan

Otak seseorang memiliki suatu bagian yang mampu otomatis merefleksikan apa yang pernah  lihat dan  pernah dilakukan, yang dikenal dengan mirror neuron system. Kemampuan otak ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh University of Parma, yang melakukan penelitian terhadap reaksi otak kera saat kera tersebut melihat peneliti melakukan suatu aktivitas tertentu, dalam hal ini mengambil kacang. Hasil dari penelitian tersebut adalah ternyata dalam otak kera tersebut, terjadi visualisasi yang serupa dengan aktivitas yang dilakukan oleh peneliti tadi.

  • Otak semakin mampu mengingat meskipun usia menua

Kemampuan otak ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Grill Spector terhadap 22 anak berusia 5-12 tahun dan 25 orang dewasa berusia 22-28 tahun. Penelitian dilakukan dengan meminta para partisipan untuk memperhatikan beberapa gambar wajah dan gambar suatu lokasi.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, dengan menggunakan suatu alat pemindai otak, volume jaringan otak yang digunakan partisipan dewasa 12 persen lebih banyak dibandingkan dengan volume jaringan otak yang digunakan oleh partisipan berusia anak-anak, saat mereka diuji untuk menyadari ada tidaknya kemiripan wajah antara beberapa gambar yang diberikan pada mereka.

Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena adanya evolusi dari cabang-cabang sel saraf pada otak yang berkaitan dengan kemampuan otak dalam mengenali wajah (fusiform gyrus), yang melebarkan dan memperbesar dirinya sendiri.

Kemampuan otak tersebut akan lebih optimal apabila otak dalam kondisi sehat. Dengan melakukan aktivitas fisik, makan makanan yang sehat dan tidur yang cukup serta dengan penggunaan otak dalam kegiatan seperti bermain catur dan bermain alat musik tentu akan lebih meningkatkan produktivitas otak.

 

Sumber:

  1. http://www.livescience.com/12916-10-facts-human-brain.html
  2. http://www.care2.com/greenliving/6-surprising-things-that-affect-your-brain.html 
  3. http://www.sciencemag.org/news/2017/01/surprising-brain-growth-may-reveal-why-we-get-better-recognizing-faces-we-age

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *