Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Teh Dapat Menyebabkan Kecanduan?

Menurut Tea Association of the U.S.A., Inc, orang-orang di dunia mengomsumsi teh dalam jumlah yang luar biasa besar dibandingkan dengan minuman lainnya. Namun, meskipun teh memiliki sejumlah manfaat, kafein dalam jumlah besar yang terkandung di dalamnya bisa tidak sepenuhnya sehat untuk tubuh. Dengan jumlah yang cukup, teh bisa menjaga pikiran  tetap tajam, fokus, dan meningkatkan energi. Sebaliknya, jika seseorang terlalu sering minum teh, atau mengkonsumsinya dalam jumlah sangat besar untuk waktu yang lama, dapat menyebabkan kecanduan teh.

Kafein Dapat Menyebabkan Kecanduan Teh

Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat, dan penggunaan rutinnya menyebabkan ketergantungan fisik yang ringan. Kandungan kafein dalam teh tidak membuat kesehatan fisik Anda berisiko sebagaimana obat-obatan adiktif. Meski demikian, secara fisik seseorang menjadi kecanduan kafein. Tubuh terbiasa memiliki kafein dalam sistem fungsionalnya, maka dari itu tubuh selalu meminta untuk mengonsumsi lebih banyak kafein untuk mendapatkan efek yang biasa  didapatkan, seperti kewaspadaan atau energi. Setiap pecandu bisa menderita insomnia jika minum terlalu banyak teh kurang dari 6 jam sebelum tidur. Selain itu, orang yang lebih sensitif tidak hanya merasa sulit tidur tetapi juga bisa mengalami efek samping kegugupan dan sakit perut.

Gejala Putus Kafein

Jika berhenti mengkonsumsi kafein secara tiba-tiba, tubuh akan kehilangan jumlah kafein yang biasa, dan bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dalam beberapa hari karena gejala tertentu. Gejala putus kafein meliputi:

  • sakit kepala
  • Keletihan
  • kecemasan
  • lekas marah
  • depresi
  • sulit berkonsentrasi

 

Gejala putus kafein ini tidaklah seserius gejala yang disebabkan oleh narkoba atau alkohol. Gejala ini biasanya menghilang dengan segera setelah Anda lanjut minum teh dengan jumlah yang sama seperti sebelumnya, atau lebih.

 

Sumber:

  1. Caffeine use disorder: A Review of the Evidence and Future Implications. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4115451/.
  2. Caffeine addiction and tea. http://www.livestrong.com/article/382758-caffeine-addiction-and-tea/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *