Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Yuk cari tahu mengenai purely obsessional OCD atau pure-o

Pure-o merupakan subtype dari penyakit mental obsessive compulsives disorder (OCD). Nama purely obsesional diberikan karena penderita Pure-o hanya menunjukkan Sisi Obsesi dari OCD. Dan Pure-o tidak terdaftar sebagai diagnosis yang terpisah dari OCD di dalam DSM-V.

Ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari pure-o yaitu mengalami pikiran, dorongan atau gambar yang mengganggu dan tidak diinginkan berulang-ulang kali merasa gelisah atau rusak akibat pikiran tersebut mencoba untuk mengabaikan atau menghilangkan pikiran, dorongan atau gambar melalui ritual mental seperti mengulangi kata atau memori tertentu.

Menurut Bear (1994) individu dengan pure-o seringkali terobsesi terhadap pikiran yang bersifat tabu seperti mempertanyakan orientasi seksual takut melukai seseorang atau curiga akan dilukai serta kecemasan berlebihan akan kesucian agama (religius purity).

Ada dua treatment yang dapat dilakukan untuk pure-o yaitu:

  1. CBT ( kognitif behavioral therapy) CBT adalah terapi psikologi dengan pendekatan campuran antara kognitif dan behavioral dan fokus utama dari CBT adalah menggantikan pola pikiran yang destruktif menjadi lebih membantu.
  2. ERP (exposure and response therapy) terapi ERP mengandalkan teknik exposure untuk mengurangi obsesi dan kompulsi pada individu dengan OCD. Dalam terapi ERP terapis akan membantu klien mendekati objek yang ia takuti tanpa melakukan ritual mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *